hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-1
Makna Berkencan 100 tahun lalu vs. Sekarang Laki-laki mendatangi rumah perempuan yang ia sukai dan menemui keluarganya. (Foto: the list)
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-2
hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-7

KILAS balik pada beberapa generasi lalu, konsep pacaran sering dikorelasikan dengan ide-ide romantis yang mengandung nilai moral yang lebih besar daripada sekarang.

Saat ini mencari teman kencan sama halnya dengan memilih-milih makanan apa yang ingin kamu pesan, sama-sama tinggal swipe.

Dari pergantian abad ke-20 sampai sekarang, hubungan romantis telah menjadi bagian dari budaya yang semakin berubah dari waktu ke waktu. Berikut merupakan evolusi dari makna kencan dari dulu sampai sekarang.

Baca juga:

6 Pertanda Sahabatmu Memiliki Perasaan Cinta Padamu, Nomor 5 Paling Mudah Terbaca!

1. Munculnya istilah berkencan

Darimana asal-usul berkencan?  (Foto: the list)
Darimana asal-usul berkencan? (Foto: the list)

Menurut buku Encyclopedia of Gender and Society Vol.1 karya Jodi O'Brien, konsep kencan baru dimulai pada pergantian abad ke-20.

Sebelum awal 1900-an, pacaran adalah hubungan yang sangat pribadi. Daripada disebut sebagai dating, istilah yang lebih tepat adalah courtship.

Courtship lebih didefinisikan sebagai konsep berkencan yang tidak bebas karena terdiri dari beberapa aturan, ritual, dan dipertimbangkan berdasarkan aspek materi oleh keluarga.

Dalam courtship, perempuan yang didampingi oleh orangtuanya akan bertemu dengan beberapa laki-laki, dan seleksi akan dilakukan berdasarkan status sosial dan keuangan.

Ketika seorang perempuan telah menetapkan pilihannya pada seorang laki-laki, kegiatan yang mereka lakukan bersama biasanya berlangsung di perkumpulan sosial atau di rumah, sehingga pada masa itu istilah pergi keluar rumah untuk berkencan belum tercipta.

Baca juga:

7 Tanda Bahwa Kamu Telah Menemukan Sang Belahan Jiwa

2. Pihak laki-laki selalu menghubungi duluan

Laki-laki mendatangi rumah perempuan yang ia sukai dan menemui keluarganya. (Foto: the list)
Laki-laki mendatangi rumah perempuan yang ia sukai dan menemui keluarganya. (Foto: the list)

Dilansir dari buku From Front Porch to Back Seat: Courtship in Twentieth-Century America karya Beth L. Bailey, dekade pertama dari abad ke-20 menjadi awalan tercetusnya sebutan gentlemen.

Ketika seorang laki-laki muda tertarik pada seorang perempuan, maka ia akan melakukan protokol yang tepat untuk menyatakannya yaitu dengan mendatangi rumah keluarga sang perempuan, dan berharap ia akan disambut dengan baik.

Jika diberikan lampu hijau oleh pihak keluarga perempuan, maka sang laki-laki akan diundang kembali untuk pertemuan berikutnya. Sang laki-laki juga akan datang dan menghubungi sang perempuan menurut waktu yang ditentukan oleh orangtua perempuan.

Baca juga:

Ketahui 5 Tipe Cowok di Kencan Online

3. Laki-laki membayari perempuan

Laki-laki membayar kencan.  (Foto: the list)
Laki-laki membayar kencan. (Foto: the list)

Pada tahun 1920-an, zaman telah berubah dan konsep berkencan diartikan sebagai pergi keluar bersama pasangan. Pada masa ini, istilah courtship sudah mulai ditinggalkan. Laki-laki dan perempuan sudah mulai memilih sendiri pasangan mereka.

Jika dulu pihak perempuan yang menentukan kapan laki-laki boleh berkunjung, kini berpergian ditentukan oleh laki-laki karena kewajiban mereka untuk membayar setiap kencan.

4. Pasangan yang sepadan vs. cinta

Apakah kamu mencari pasangan berdasarkan cinta? (Foto: pixabay/PICNIC-foto-soest)
Apakah kamu mencari pasangan berdasarkan cinta? (Foto: pixabay/PICNIC-foto-soest)

Seiring dengan berkembangnya konsen berkencan (dating), orang-orang mulai memasukkan unsur cinta.

Pada masa courtship, fokusnya adalah untuk mencari pasangan yang sepadan dan bisa diterima di lingkungan sosial, bukan berdasarkan cinta. Cinta bukan menjadi kepentingan utama dalam pernikahan karena biasanya rasa cinta baru muncul setelah pernikahan sudah terjadi.

Namun seiring dengan berkembangnya konsep pacaran keluar rumah, cinta menjadi prioritas untuk menentukan terjadinya suatu pernikahan.

Perkembangan ini juga yang merubah konsep seks di luar nikah. Ketika berpacaran diorentasikan dengan cinta, seks bebas sudah mulai dianggap wajar bagi remaja Amerika pada zaman tersebut.

Baca juga:

Jawaban Pakar Tentang Kelebihan dan Kekurangan dari Kencan Onilne

5. Memberikan jaket, sweater, atau cincin sebagai tanda pacaran

Memberikan jaket menjadi tanda cinta zaman dahulu. (Foto: pixabay/stocksnap)
Memberikan jaket menjadi tanda cinta zaman dahulu. (Foto pixabay/stocksnap)

Pada tahun 1950-an, berkencan sudah berkolerasi dengan budaya anak muda daripada mengikuti ekspektasi keluarga. "Going steady" biasa menjadi istilah yang menjadi tanda jika sepasang laki-laki dan perempuan telah resmi berpacaran.

Dilansir dari penelitian yang dilakukan di University of California, pasangan akan meresmikan hubungan mereka ketika laki-laki memberikan item apapun yang bisa digunakan seperti jaket, sweater, topi, cincin, dan lain-lain.

6. Masa protes Perang Vietnam dan Budaya Rock 'n' Roll pada tahun 60-an

Masa pro dan kontra perang Vietnam dan masuknya budaya Roc 'n' Roll mempengaruhi gaya hidup anak muda. (Foto: pixabay/wikimediaimages)
Masa pro dan kontra perang Vietnam dan masuknya budaya Rock 'n' Roll mempengaruhi gaya hidup anak muda. (Foto: pixabay/wikimediaimages)

Dilansir dari The List, jika tahun 50-an para anak muda mulai bereksperimen dengan seks di luar nikah, tahun 60-an merupakan hasil dari kebebasan bercinta yang mengatasnamakan kebebasan.

Bercinta telah dianggap sebagai musuh, dan penghancur dari reputasi seorang perempuan muda. Namun pandangan ini telah diberhentikan sejak generasi hippie. Pada masa ini, tidak ada lagi aturan dalam berkencan. Generasi muda bebas melakukan apa yang mereka inginkan, dan konsep "hook up", atau yang saat ini dikenal sebagai "friends with benefit" baru saja tercipta.

Baca juga:

Jangan Tertipu, Begini Cara Mengetahui Niat Seseorang di Aplikasi Kencan Online!

7. Pengaruh internet bagi kehidupan cinta remaja

Apakah pasangan yang ideal menurutmu? (Foto: pixabay/free-photos)
Apakah pasangan yang ideal menurutmu? (Foto: pixabay/free-photos)

Kencan online telah ditemukan jauh sebelum internet bisa diakses oleh semua orang.

Dilansir dari eharmony, kencan online pertama kali ditemukan oleh dua mahasiswa Harvard University pada tahun 1965 yang dinamakan Operation Match. Operation Match diciptakan untuk memudahkan anak muda untuk berkencan.

World Wide Web alias internet baru bisa diakses semua orang pada 1991, yang kemudian membuat berbagai kencan online bermunculan seperti Match.com (1995), Craiglist (1995) yang sering digunakan untuk mencari pasangan, dan OkCupid (2004).

8. Kencan gaya milenial

Internet memudahkan kehidupan percintaan remaja. (Foto: pixabay/freephotos)
Internet memudahkan kehidupan percintaan remaja. (Foto: pixabay/freephotos)

Di tahun 2017, semua orang setidaknya memiliki satu akun kencan online pada ponsel mereka. Mulai dari Tinder, Bumble, Coffee Meets Bagel, ada remaja milenial yang menemukan jodoh mereka dari salah satu aplikasi tersebut, ada juga yang merasa kapok karena kemudahan teknologi yang seolah semakin mempermainkan perasaan cinta.

Meskipun kini kita diberikan kebebasan penuh untuk memilih pasangan, namun kencan di masa sekarang seringkali membuat kita bingung. Apakah mereka mencari hubungan serius? Apakah mereka hanya ingin main-main? Apakah ada kode etik tertentu yang harus dilakukan? (shn)

Baca juga:

3 Tips Ampuh untuk Mencegah Terjadinya Perselingkuhan dalam Hubungan

Kredit : shenna

hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-3
Tags Artikel Ini

Shenna

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-4
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-5