Tangkal Radikalisme, BNPT Gandeng Guru dan Rohis SMA Se-Jabodetabek

Luhung SaptoLuhung Sapto - Kamis, 09 Juni 2016
Tangkal Radikalisme, BNPT Gandeng Guru dan Rohis SMA Se-Jabodetabek

Sestama BNPT Mayjen TNI R Gautama Wiranegara (kiri) menyerahkan plakat kepada anggota Komisi III DPR RI Ahmad Basarah di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (9/6). (Foto Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus menggalakkan program pencegahan paham radikal terorisme di berbagai elemen masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda. Hal itu dilakukan untuk meredam gencarnya propaganda paham radikal terorisme baik melalui cara-cara konvensional maupun dunia maya.

Kali ini BNPT mengumpulkan 1.000 lebih guru dan pelajar SMA/SMK, serta Rohis dalam dialog 'Pencegahan Paham Radikal Terorisme dan ISIS di Kalangan Guru dan Rohis SMA/SMK dan Sederajat se-Jabodetabek' di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (9/6). 

"Propaganda paham radikalisme sudah sangat mengkhawatirkan. Karena itu BNPT hari ini menggandeng para guru dan Rohis SMA Sederajat se-Jabodetabek sebagai upaya membentengi generasi muda dari penyebaran paham-paham negatif ini," ujar Sestama BNPT Mayjen TNI R Gautama Wiranegara saat membuka kegiatan.

Hadir juga dalam dialog itu anggota Komisi III DPR RI Ahmad Basarah. Dalam paparannya, Ahmad Basarah menegaskan bahwa individualisme, sekularisme, kapitalisme, liberalisme dan isme-isme lainnya merupakan musuh utama bangsa Indonesia. Isme-isme ini masuk ke negara kita atas nama berbagai isu, demokrasi, HAM , lingkungan hidup, kebebasan dan lain-lain. Ironisnya karena isme-isme ini memiliki agen-agen di Indonesia yang setiap saat melakukan propaganda di tengah-tengah masyarakat  kita melalui berbagai cara.

"Munculnya paham komunisme, paham radikalisme dan terorisme, paham khilafah dan lain-lain sebagainya bertujuan untuk menghancurkan negara yang kita cintai ini. Mereka menginginkan kita hidup terkotak-kotak dan saling bermusuhan sebagaimana yang kita saksikan saat ini di beberapa negara Timur Tengah. Perbedaan mazhab, fanatisme, radikalisme, telah berkumpul semuanya dan berkecamuk antara satu dengan yang lain sehingga menimbulkan konflik yang tiada akhir. Korbannya adalah anak-anak dan mereka yang tak berdosa. Ini tentu tidak diinginkan terjadi di negeri yang kita cintai dan kita tidak rela jika anak-anak kita nantinya hidup dalam konflik," papar Basarah.

Menurutnya, Indonesia memiliki falsafah negara yaitu Pancasila yang lebih unggul dari paham isme-isme lainnya yang berkembang di dunia barat. Pancasila memiliki nilai-nilai yang sangat tinggi mulai sila pertama hingga sila kelima semuanya mencakup aspek kehidupan umat manusia. Oleh karena itu, sejatinya mempertahankan dan membela mati-matian falsafah negara kita sama dengan mempertahankan NKRI.

Dialog itu juga menampilkan beberapa narasumber lainnya antara lain Deputi I BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Drs. Hamidin, Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. DR. Zakky Mubarak, MA, Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. Bambang Pranowo, MA, mantan teroris Abdurrahman Ayyub dan Ali Fauzi Manzi, serta korban bom Marriot, Tony Sumarno.

BACA JUGA:

  1. BNPT Raih Predikat WTP dari BPK
  2. Anak Perlu Dibekali Pendidikan Bahaya Radikalisme
  3. Pengamat: Benahi Isi Pelajaran Agama Agar Pelajar Tidak Radikal
  4. Waspadai Propaganda Radikalisme Melalui Anak-anak
  5. Keluarga dan Pendidikan Dasar, Pondasi Kuat Cegah Propaganda Radikal
#Radikalisme #Komunisme #Terorisme #BNPT
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Berita Foto
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Silence momen dan doa dalam acara Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme 2026 di Jakarta, Jum'at (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Bagikan