Ramadan Momentum Menyelamatkan Manusia dari Ancaman Terorisme
Kegiatan positif saat bulan puasa dengan membaca kitab suci Al-qur'an di masjid memiliki banyak manfaat dibanding dengan tidur, Tangerang, Senin (6/6). (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)
MerahPutih Nasional - Ramadan adalah momentum untuk memaksimalkan perdamaian di muka bumi. Beragama hendaknya berbudaya, ada kemanusiaan dan menjaga kehidupan, bukan justru merusaknya. Kita juga harus menghargai keberagaman, khususnya menghadapi propaganda paham kekerasan dan terorisme.
“Puasa adalah ibadah istimewa karena langsung ke Allah SWT dan Ramadan merupakan momentum untuk memaksimalkan peran manusia sebagai pemimpin di bumi sekaligus memperkuat iman dan taqwa untuk membentengi kita dari paham-paham kekerasan,” kata anggota Komisi I DPR Eva Kusuma Sundari, dalam keterangan tertulis pada Jumat (17/6).
Menurutnya, di bulan Ramadan umat muslim berkonsentrasi penuh kepada Sang Khaliq dengan menjalankan puasa secara berkualitas. Mereka menjalankan rukun Islam secara islami yaitu rahmatan lil alamin.
“Jadi aneh jika kemudian berpuasa tapi melakukan kekerasan, pemaksaan dan kesewenangan ke orang lain,” kata Eva sembari mengingatkan peristiwa yang terjadi di sebuah kota di wilayah Banten.
Eva juga menyitir ucapan Bung Karno yang pernah mengingatkan agar beragama secara berbudaya.
"Ada kemanusiaan dan menjaga kehidupan, bukan justru merusaknya,” kata Eva. Sebagai ibadah, puasa harus menjunjung tinggi toleransi dan solidaritas sosial.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. DR. Dede Rosyada MA mengimbau agar bulan Ramadhan bisa dilampaui dengan baik dan damai. “Masyarakat harus memahami bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin, jadi melaksanakan agama dengan pesan-pesan penuh kedamaian,” katanya.
Menurutnya, umat muslim juga harus sadar bahwa kita berada di tengah keberagaman dengan Pancasila sebagai dasar negara.
“Di tengah keberagaman, orang masih bisa berdakwah dan umat lain menghormati dan tidak mengusik. Jadi kita juga jangan mengganggu umat lain,” katanya.
Menurutnya, puasa merupakan ibadah yang memadukan keikhlasan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta (hablum minallah) dan keihklasan hubungan antara manusia dengan manusia (hablum minannas). Secara pribadi puasa merupakan media mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sementara ditelisik dari aspek sosial, puasa mengajarkan untuk peduli kepada sesama, memperbanyak amal sholeh, bukan mengumbar nafsu konsumtif. Puasa hendak mengajarkan bagaimana manusia mengendalikan diri dalam kehidupan. Dalam konteks ini, Islam mengajarkan kepedulian sosial melalui zakat fitrah di akhir Ramadan.
BACA JUGA:
- Workshop Duta Damai Dunia Maya Lahirkan 8 Situs Damai
- Kesalehan Sosial Redam Paham Radikalisme dan Terorisme
- Kepala BNPT: Pemerintah Tidak Bisa Sendiri Menangani Teroris
- Duta Damai Dunia Maya Diharapkan Ciptakan Perdamaian
- Tangkal Radikalisme, BNPT Gandeng Guru dan Rohis SMA Se-Jabodetabek
Bagikan
Berita Terkait
Jelang Ramadan, Rina Saadah Minta Pemerintah Petakan Stok dan Risiko Harga Pangan
Kemenhub Mulai Periksa Kapal di 98 UPT Demi Keselamatan Mudik 2026
Tradisi Ziarah Kubro di Kota Palembang, Acara Menyambut Ramadan
Jangan Ada Lagi Mau Lebaran Harga Cabai-Daging Mahal di Jakarta, DPRD Kebut Perda Baru
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
Pemerintah Tetapkan Harga Sapi Hidup Rp 55.000 Per Kilogram, Melanggar Bakal Ditindak
DPRD DKI Bersiap Sidak Pasar, Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Puasa
Permintaan Daging Naik, Pramono Pastikan Pasokan Aman Jelang Imlek dan Ramadan
Pemprov DKI Klaim Ketersedian Pangan Cukup Jelang Imlek dan Puasa
Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Komisi B DPRD DKI Belum Rapat dengan BUMD Pangan