Presiden Jokowi Belum Perlu Minta Maaf pada PKI

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Rabu, 23 September 2015
Presiden Jokowi Belum Perlu Minta Maaf pada PKI

Pengunjuk rasa dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) kota Bandung berunjukrasa menentang PKI di depan Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8). (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Pelaku sejarah yang juga salah satu pemikir terkemuka di Indonesia Harry Tjan Silalahi mengutarakan saat ini pemerintah belum perlu melakukan permintaan maaf kepada Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurutnya Presiden Joko Widodo belum perlu memintaa maaf kepada para korban lantaran situasi dan dinamika politik di tanah air belum memungkinkan.

"saya kira situasi politik belum diterima saat ini," katanya saat dijumpai Merahputih.com, Rabu (23/9).

Mantan Ketua Partai Katolik Indonesia itu melanjutkan meskipun peristiwa Gerakan 30 September sudah lima puluh tahun berlalu, namun hingga kini ingatan bangsa Indonesia terhadap PKI masih begitu kuat.

Di tepi lain sebagian kelompok masyarakat masih memandang PKI adalah partai terlarang yang memiliki sejarah kelam masa lampau. Kelompok masyarakat yang dimaksud Harry Tjan adalah kelompok Islam. Sebab perseteruan antara PKI dengan kelompok Islam sudah sangat lama sekali terjadi.

"Islam itu tidak satu dalam menilai. Tapi secara garis besar mereka tidak setuju dengan PKI," beber Tjan.

Menurut Tjan, saat ini perlu dikaitkan antara korban dengan peristiwa politik. Untuk saat ini yang terpenting adalah saling kerja sama dam mengerti. Untuk mengatasi hal ini, perlu ditangani secara kultural dan psikologis. Sebab, bangsa ini begitu majemuk.

"Kapan itu (minta maaf), saat terjadi terang, mudah-mudahan jangan jadi luka bangsa terlalu lama," kata dia.

Sebelumnya kabar santer yang beredar Presiden Joko Widodo bakal melakukan permintaan maaf terbuka kepada keluarga PKI. Namun demikian Presiden Jokowi urung melakukan hal tersebut.

Kepastian tersebut diutarakan oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti. Dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi pada Selasa (22/9) ia memastikan bahwa Presiden Jokowi tidak akan meminta maaf kepada PKI.

"Isu yang berkembang bahwa pemerintah akan meminta maaf, sudah diklarifkasi, presiden tak akan melakukan itu apalagi sampai sampai membuat permintaan maaf," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.

Apalagi, kata dia, baik Muhammadiyah, Nadhlatul Ulama, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga tidak mendukung pemerintah melakukan hal tersebut. Presiden menyampaikan jawaban itu atas pertanyaan pihak Muhammadiyah.

"Tak ada penjelasan tentang itu, tapi saya kira beliau punya prisnsip, pada hal ini, Muhammadiyah, NU, ormas lain dan TNI posisi mendukung pemerintah. Kata presiden, kalau kami ‎meminta maaf kami akan berhadapan dengan NU, Muhammadiyah, TNI," katanya lagi. (Mad)

BACA JUGA:  

  1. DPR Dalami Motif CIA Ungkap Peristiwa 30 September 1965 
  2. Dokumen G30S Dipublikasikan, CIA Sebut Nama Soeharto 
  3. Instabilitas Politik dan Ekonomi Jadi Pemicu Munculnya Isu PKI? 
  4. Kemunculan Atribut PKI Berpotensi Kuat Gerus Ideologi Pancasila 
  5. Pengamat Politik: Soeharto Bukan Dalang G30SPKI

 

#Orde Baru #G30S/PKI #Harry Tjan Silalahi #Presiden Jokowi #Partai Komunis Indonesia (PKI)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film
Sebanyak tujuh pahlawan revolusi gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Kisahnya pun diangkat ke dalam film.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film
Lifestyle
Alasan Film 'Pengkhianatan G30S PKI' Selalu Dicari Menjelang 1 Oktober
Film garapan Arifin C Noer tersebut seolah memiliki tempat tersendiri dalam ingatan publik, terutama menjelang 1 Oktober.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Alasan Film 'Pengkhianatan G30S PKI' Selalu Dicari Menjelang 1 Oktober
ShowBiz
Sinopsis Film 'G30S/PKI': Kisah Penculikan Jenderal hingga Peristiwa Lubang Buaya
Sinopsis film Pengkhianatan G30S/PKI menceritakan tentang penculikan jenderal hingga peristiwa Lubang Buaya.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Sinopsis Film 'G30S/PKI': Kisah Penculikan Jenderal hingga Peristiwa Lubang Buaya
Indonesia
Sejarah Kelam Gerakan 30 September PKI, 3 Jenderal Dibunuh di Rumah
Menurut catatan sejarahnya, pemberontakam ini terjadi pada 30 September 1965 yang diinisiasi partai politik terbesar saat itu, Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Sejarah Kelam Gerakan 30 September PKI, 3 Jenderal Dibunuh di Rumah
Lifestyle
1 Oktober Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila
1 Oktober hari apa? Simak sejarah Hari Kesaktian Pancasila 2026, tema, makna, dan apakah 1 Oktober termasuk tanggal merah.
ImanK - Rabu, 30 September 2026
1 Oktober Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
Pimpinan Komisi XIII DPR menyinggung soal pelanggaran HAM Orde Baru. Hal ini buntut dari pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
Indonesia
Golkar Nilai Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Sebagai Hal Wajar, Era Orde Baru Resmi Dihormati Negara?
Setiap bangsa besar menghargai para pendirinya, pemimpinnya
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
Golkar Nilai Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Sebagai Hal Wajar, Era Orde Baru Resmi Dihormati Negara?
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Indonesia
Peringatan G30S/PKI Setiap 30 September, 20 Ucapan untuk Mengenang Tragedi Sejarah Indonesia
Peringatan ini bukan hanya untuk mengenang para pahlawan yang gugur, melainkan juga sebagai pengingat bagi generasi muda agar sejarah tidak terulang.
Dwi Astarini - Selasa, 30 September 2025
Peringatan G30S/PKI Setiap 30 September, 20 Ucapan untuk Mengenang Tragedi Sejarah Indonesia
Bagikan