Jangan Berikan TV dan Gadget Kepada Anak Secara Bebas Gina dan Srimaya kedua anggota Srikandi Pemuda Pancasila menaruh perhatian penuh pada pendidikan Indonesia (Foto: MP/Facruddin Chalik)

MerahPutih Peristiwa - Media massa khususnya televisi dapat meracuni otak anak seba bisa menimbulkan ketagihan dan autisme. Jika ingin membangun moralitas dan etika dalam mendidik anak, orang tua harus memberikan waktu dan pengawasan ketat terhadap kebebasan anak bersentuhan dengan media televisi. Hal tersebut diungkapkan Gina menjadi Kabid Pendidikan Srikandi Pemuda Pancasila kepada merahputih.com di Jakarta, dalam acara Mukernas dan HUT Pemuda Pancasila, kemarin.

"Cobalah kalau nonton tv anak-anak itu diberikan waktu yang terbatas, paling lama satu jam. Dan itupun harus dengan pengawasan kita. Tapi yang saya lihat jaman sekarang, di rumah itu semua kamar anak ada tv nya. Itu berbahaya," ujar Gina.

Gina mensinyalir media TV menjadi penyebab runtuhnya moralitas dan etika generasi muda yang terkikis oleh gempuran budaya luar dari media televisi. Menurut Gina, televisi adalah contoh buruk bagi perkembangan otak, mental dan psikologis anak. Sehingga menurut Gina, perlu adanya MOU bersama antara orang tua dan anak dalam menyepakati dan melakukan berbagai kegiatan yang akan dilakukan anak.

"Ada kita buat perjanjian sama anak, orang tua tanda tangan, anak tanda tangan, isi perjanjiannya, kita buat bersama. Misal nonton tv cuma satu jam, setiap hari, dan jika melanggar apa punishmentnya, misalkan uang jajannya dipotong, tapi pasal-pasal itu harus disepakati oleh anak dengan penuh kesadaran, dan dia harus tandatangani bersama kesepakatan itu, dengan begitu anak merasa dianggap dan dihargai oleh orang tuanya, kenapa begitu, karena anak adalah anak, dia punya dunia anak, berikan tontotan untuk anak, misal film kartun, tapi kalau sudah sinetron, harus tegas untuk kita break," ujar Gina.

Begitu juga ketika bicara gadget. Menurut Gina, gadget adalah racun yang amat dahsyat bagi kebiasaan dan perilaku anak. "Gadget apapun itu bentuknya, dibatasi penggunaannya. Khususnya game, game itu merusak otak dan mental. Karena game membuat anak kecanduan untuk menjadi addicted dan autis, gadget itu dikenalkan kepada anak, sebagai kebutuhan, bukan keseharian, gunakan gadget sesuai keperluannya saja," paparnya.(aka)

Baca Juga:

  1. Gina: Bangun Pendidikan Calon Pemimpin Masa Depan Bukan Pekerja
  2. Kabid Pendidikan Srikandi Pemuda Pancasila: Bangun Kecintaan Belajar itu Penting
  3. Pemuda Pancasila Bangun Pendidikan Bangsa Lewat Srikandi
  4. Ingin Kenal Kearifan Lokal, Eva Toisutta Gabung Pemuda Pancasila
  5. Srikandi Pemuda Pancasila: Nilai Pancasila di Masyarakat Mulai Luntur

 



Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE