Faisal Basri Kecewa dengan Pemberitaan Media Mengenai Petral

Luhung SaptoLuhung Sapto - Sabtu, 14 November 2015
Faisal Basri Kecewa dengan Pemberitaan Media Mengenai Petral

Pertamina Energy Trading Limited (Petral) (www.petral.it)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Pemerintah telah membubarkan Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, audit investigatif dilakukan terhadap Petral. 

Seperti diketahui Petral telah selesai diaudit dan hasilnya akan diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apa pendapat mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri?  

"Kok beritanya gitu-gitu saja, saya tidak mau ngomong," kata Faisal ketika ditemui dalam sebuah acara di Jakarta, Sabtu (14/11). Faisal enggan memberikan pernyataan apapun terkait hal tersebut. Padahal sebelumnya Faisal bersemangat kalau menceritakan kasus Petral. 

Saat memimpin Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal menemukan keganjilan dalam menentukan harga BBM dan proses tender tidak transparan. Namun, Faisal menyatakan Tim Reformasi Tata Kelola Migas sebenarnya tak pernah merekomendasikan agar Petral dibubarkan, meskipun hal itu dinilainya bagus. Berdasarkan temuan tim, Faisal membeberkan setelah Petral dibubarkan negara menghemat dana hingga US$1,41 per barel. Kalau dikalikan dengan produksi minyak per hari sekira 600 ribu barel per hari maka secara total penghematan yang dilakukan sebesar US$900 ribu per hari.

Dalam bagian terpisah, Faisal mengatakan calo mafia migas masih berkeliaran di Indonesia meski Petral sudah dibubarkan. 

"Sudah bukan rahasia lagi, anak usaha Pertamina itu justru bekerja sebagai calo pengadaan BBM untuk negara. Di situ menjadi sarang mafia, yang pada gilirannya menjadi benalunya aset negara, sedangkan mafia migas juga masih berkeliaran," kata Faisal di Surabaya, Rabu (11/11) malam lalu.

Faisal mengungkapkan setiap hari Pertamina membeli devisa dari perbankan sebesar 150 juta dolar AS per hari untuk menjalankan bisnis minyak yang banyak bertransaksi dengan dolar, sedangkan ketika impor minyak masih dilakukan oleh Petral bisa memperoleh diskon harga antara 0,3 dolar AS sampai 1,3 dolar AS per barel. Pertanyaannya adalah kemana larinya diskon tersebut, karena jika impor sehari sebanyak 400 ribu--500 ribu barel sehari saja, maka bisa dikalikan. 

"Salah satu kecurangannnya adalah pemenang tender harus National Oil Company (NOC), Namun fakta dan temuan menunjukkan banyak NOC pemenang tender tidak memiliki minyak sendiri, seperti Maldives NOC Ltd yang menjadi satu perusahaan dalam Daftar Mitra Usaha Petral, padahal Maldives tidak punya sumber minyak," lanjutnya.    

Faisal berharap informasi hasil temuan Tim Reformasi Tata Kelola Migas dibuka ke publik karena sudah tidak ada rahasia lagi.

"Laporan ini ada dua bagian, salah satunya bagian utuh analisis yang berisikan sekitar 70--80 halaman dan lampirannya yang banyak sekitar 350 halaman. Sebaiknya semua laporan itu bisa dibuka dan bacanya yang benar agar tidak ada kesimpangsiuran," tandasnya. 

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) telah mengaudit Petral. Proses audit yang dilakukan melalui Kantor auditor global, KordhaMentha, dan berlangsung mulai 31 Mei hingga 30 Oktober 2015 tersebut memeriksa kegiatan bisnis Petral untuk periode 1 Januari 2012-31 Mei 2015 atau lebih dari 3 tahun.

Berdasarkan hasil audit ini, Pertamina dan tim audit independen menemukan kecurangan dalam proses pengadaan, kebocoran informasi rahasia dan pengaruh pihak eksternal yang memicu mahalnya harga crude oil (minyak mentah) dan BBM. (rfd)

BACA JUGA:

  1. Mafia Migas Dikhawatirkan Menyerang Balik Pasca Audit Petral
  2. BPK Ungkap Keterlibatan Pihak Ketiga di Balik Kasus Petral
  3. Kerugian Negara oleh Petral Akan Diproses secara Hukum
  4. Sudirman Said Beberkan Hasil Audit BPK terhadap Petral
  5. Setahun Jokowi-JK, Bubarkan Petral Hingga Beroperasinya TPPI 

 

#Joko Widodo #Tim Reformasi Tata Kelola Migas #Faisal Basri #Petral
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dr Tifa Tolak Damai di Sidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Pantang Mundur
Dr Tifa menolak damai di sidang kasus ijazah palsu Jokowi. Ia menegaskan, bahwa dirinya tidak akan mundur.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Dr Tifa Tolak Damai di Sidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Pantang Mundur
Indonesia
Sidang dr Tifa Berlanjut Pekan Depan, Jokowi Siap Hadir Bawa Ijazah Asli
Jokowi siap hadir di sidang dr Tifa pekan depan. Ia akan membawa ijazah aslinya ke persidangan.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Sidang dr Tifa Berlanjut Pekan Depan, Jokowi Siap Hadir Bawa Ijazah Asli
Berita
Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Jaksa Sebut dr Tifa tak Mampu Buktikan Tuduhannya
Jaksa menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli. Dr Tifa disebut tak mampu membuktikan tuduhannya.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Jaksa Sebut dr Tifa tak Mampu Buktikan Tuduhannya
Indonesia
Link Live Streaming Sidang Perdana dr Tifa Dugaan Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Kendati demikian, PN Jaktim menerapkan sterilisasi total saat memasuki fase pembuktian demi menjaga integritas kesaksian para saksi ahli maupun saksi fakta
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Link Live Streaming Sidang Perdana dr Tifa Dugaan Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Jokowi meminta PSI mengawal Prabowo-Gibran sampai dua periode. Gerindra pun langsung buka suara.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Indonesia
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Sejumlah ucapan hadir untuk Jokowi, termasuk dari Presiden Prabowo.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Indonesia
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Hasil studi mengonfirmasi bahwa arus perpindahan sentimen positif dari figur personal menuju institusi partai, khususnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Indonesia
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Jokowi menanggapi penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah ijazah UGM. Ia menegaskan akan mengikuti proses hukum yang berjalan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Bagikan