MerahPutih Megapolitan - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok mengungkapkan bahwa banyak orang Indonesia yang 'munafik' dan terbilang standar ganda dalam membuat keputusan.
"Kita ini semua munafik. Curi uang rakyat tidak dosa, main cewek diam-diam tidak dosa, tapi kalau prostitusi dilokalisasi wah dosa besar, judi dosa besar, main golf sambil taruhan tidak dosa? Kita ini standar ganda membuat keputusan," katanya di Balai Kota, Jakarta, Jumat, (24/4).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengisahkan, Nabi dalam Islam pun mengajari umatnya dengan baik. Salah satunya adalah Nabi Sulaiman.
"Ketika dianggap hebat saat dapat memutuskan ini bayi siapa? Dua perempuan yang datang itu ternyata adalah seorang pelacur. Namun, Nabi Sulaiman mengizinkannya masuk ke istana dan memberikan keadilan terhadap pelacur tersebut," tutur Ahok.
Ahok juga mencontohkan Nabi Musa ketika memimpin umat Yahudi dan menangkap orang melakukan perzinahan. Hukum Taurat mengizinkan orang berzinah dirajam sampai mati. Namun Nabi Isa menjawab dengan santai, "Siapa yang tidak berbuat dosa? Dia yang lempar batu duluan."
Lanjutnya Nabi Muhammad, nabi yang terakhir. Beliau mengatakan bahkan seorang pelacur yang memberi minum anjing bisa masuk surga.
"Dalam ajaran Islam, orang munafik ditaruh di kerak neraka. Dipanggang di bawah neraka. Masyarakat kita paling repot itu munafiknya enggak tahan deh," sindirnya. (rfd)
Baca Juga:
Ikut Pesta Bikini, Ahok akan Pecat Kepala Sekolah
Ahok Ogah Tutup Lokalisasi Kos-kosan
Sok Sibuk Urus KAA, Ahok Emoh Peringati Hari Kartini