5 Desa Wisata Primadona di Yogyakarta Desa Tembi tempat wisata tradisional di di Jalan Parangtritis Km 8, Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. (Foto: tembivillage.com)

MerahPutih Wisata - Daya tarik wisata di Yogyakarta tidak hanya menyuguhkan keindahan alam maupun keindahan seni tradisi semata. Yogyakarta juga menyuguhkan keindahan masyarakat tradisionalnya.

Hingga saat ini, banyak tradisi-tradisi masyarakat yang tidak tergerus oleh zaman. Dengan prinsip dan filosif kehidupannya, masyarakat seakan tidak memedulikan perubahan zaman. Sampai saat ini, mulai dari ornamen perumahan hingga gaya hidup masyarakat desa tetap menjaga tradisi Jawa setempat.

Keaslian desa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tak pelak, segala keutuhan tradisi tersebut dijaga oleh Dinas Pariwisata untuk dikelola sebagai lahan pariwisata.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DI Yogyakarta Arya Nugrahadi menyatakan, saat ini terdapat 122 desa/kampung wisata yang terdaftar. Rinciannya, 38 di Sleman, 14 di Gunungkidul, 33 di Bantul, 10 di Kulonprogo, dan 27 di Kota Yogyakarta.

Untuk melihat lebih jauh, merahputih.com coba sajikan 5 ulasan desa wisata yang menjadi tempat primadona bagi wisatawan. Berikut ulasannya.

1. Desa Wisata Tembi

Desa Wisata Tembi berada di Jalan Parangtritis Km 8, Sewon, Kabupaten Bantul. Desa Tembi merupakan salah satu desa seni. Desa Tembi menjadi tempat beraktivitasnya para seniman Yogyakarta, seperti seni tari, seni lukis, hingga sastra. Keesotisan desa ini terletak pada keseniannya yang masih terjaga.

Di desa wisata ini terdapat satu Museum Rumah Budaya selayaknya labolatorium kebudayaan. Wisatawan dapat menyaksikan berbagai hasil seni dan barang-barang antik, seperti seni lukis, berbagai jenis batik, dan berbagai jenis keris.

(Foto: salah satu kegiatan di Desa Tembi/tembivillage.com)

Penginapannya, wisatawan dapat berbaur dengan masyarakat. Hampir separuh rumah masyarakat di desa ini dapat menjadi penginapan. Tarifnya pun sangat murah, hanya sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 per malam setiap orang, dengan pelayanan makan satu kali gratis.

Untuk menambahkan suasana keasliannya, pengelola Museum Rumah Budaya Tembi juga kerap mengadakan event seni, seperti pagelaran wayang, pagelaran seni tari, hingga panggung seni sastra. "Setiap bulan purnama selalu ada festival sastra di sini," tutur Evi Idawati, salah satu pegiat sastra di Yogyakarta kepada merahputih.com, akhir tahun lalu, 2015.

2. Desa Wisata Glagah

Bagi Anda yang gemar berrekreasi pantai di Yogyakarta, sudah barang tentu mengetahui Desa Wisata Glagah. Yap, desa ini merupakan desa di Pantai Glagah, tepatnya berada di Kecamatan Temon, Kulonprogo, DI Yogyakarta. Untuk menempuh lokasi ini dari Kota Yogyakarta, perlu waktu sekira 1,5 hingga 2 jam.

Tidak jauh berbeda dengan daya tarik Desa Tembi, di Desa Wisata Glagah juga terdapat banyak kegiatan seni. Bahkan, perangkat desa bersama dinas pariwisata setempat sengaja merancang event kebudayaan untuk menarik wisatawan. Biasanya, hampir setiap tahun terdapat pagekaran karawitan dan gamelan. Sementara, di pesisir pantainya selalu diadakan festival layang-layang yang diadakan rutin setiap tahunnya.

(Foto: pantai di Desa Glagah/Pinterest)

Selain itu, warga setempat juga mengelola perkebunan buah naga. Tak jarang perkebunan buah ini menjadi daya tarik wisatawan selain keeksotisan kesenian tradisonalnya.

3. Desa Wisata Tanjung

Desa Wisata Tanjung relatif tidak jauh dari pusat Kota Yogyakarta. Letaknya berada di Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta. Butuh waktu 5-10 menit saja perjalanan dari pusat kota.

Di Desa Wisata Tanjung masih terjaga keasriannya. Suasanya juga sejuk. Hamparan tanaman dan pepohonan mewarnai keindahan alam bersama deretan rumah yang masih terjaga tradisinya.

(Foto: salah satu pilihan kegiatan di Desa Tanjung/visitingjogja.com)

Daya tarik desa ini ialah permaianan ciciblung. Permainan ini merupakan permaianan tradisional yang menggunakan media air. Setiap pemain harus lihai menepuk-nepuk tangannya ke air hingga menimbulkan bunyi yang merdu.

4. Kampung Wisata Tamansari

Warga sekitar lebih senang menyebutnya perkampungan ketimbang desa. Pasalnya, nuansa perumahan yang masih unsur etniknya lebih menonjol bila dibandingkan suasana alam untuk konsep pedesaan.

Letaknya persis di sebelah kolam Tamansari. Kolam ini merupakan bekas kolam pemandian para wanita-wanita khusus dan petinggi di kerajaan. Sampai saat ini, kolam Tamansari masih tetap terjaga. Posisinya tidak jauh dari keberadaan keraton atau Alun-Alun Selatan Yogyakarta.

Di dalam Kampung Wisata Tamansari terdapat beberapa kampung, yang terbagi atas pembagian rukun tetangga (RT). Masing-masing kampung memiliki daya tarik tersendiri. Di antaranya Kampoeng Cyber dan Kampung Batik. Kampoeng Cyber merupakan lokasi di mana warganya hidup berdaya dari pengelolaan internet. Sementara Kampung Batik merupakan tempat warga membangun industri batik, yang menjadi batik khas Yogyakarta.

5. Desa Wisata Rumah Dome

Desa Wisata Rumah Dome berada di Dusun Nglepen, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta. Letaknya tidak jauh dari Candi Prambanan. Untuk memasuki kawasan desa wisata ini, pengunjung dikenai tarif Rp1.500 per kepala.

Di Desa Wisata Rumah Dome terhampar jenis rumah dome berbentuk seperti kubah. Hampir fiturnya berwarna putih. Selain rumah-rumah unik, taman-taman di sekitar juga tampak terjaga rapi. Namun, di balik kesan modern dan keunikannya, warga di desa ini tetao menjaga tradisi kejawaannya.

 

Awalnya, pendirian desa ini ditujukan untuk mewadahi bagi warga yang menjadi korban bencana gempa besar pada 2006 lalu. Namun, seiring tingginya potensi wisata, pengelolaan bagi wisatawan pun mulai digarap dengan baik. Kini, Desa Wisata Rumah Dome menjadi bagian dari lokasi wisata di kawasan Prambanan. Hampir setiap akhir pekan, desa ini ramai dikunjungi wisatawan, baik turis lokal maupun mancanegara. (fre)

 

 

BACA JUGA:

  1. Pedagang Luar Yogyakarta Ramaikan Kirab Jumenengan Paku Alam X
  2. Nikmatnya Wisata Malam Yogyakarta di Bukit Bintang
  3. Kasultanan Ngayogyakarta Sampaikan Dhawuh Raja
  4. Wisata Air di Yogyakarta Kebanjiran Pengunjung di Akhir Tahun
  5. Ini Lokasi Utama Perayaan Malam Tahun Baru di Yogyakarta
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ada Ucapan Syukur ke Sang Pencipta di Balik Sajian Tumpeng
Tradisi
Ada Ucapan Syukur ke Sang Pencipta di Balik Sajian Tumpeng

Pemilihan lauk pun memiliki makna kehidupan tersendiri.

Antara Terompet, Vespa dan Cilok Banten
Tradisi
Antara Terompet, Vespa dan Cilok Banten

Musisi jazz Banten harus kehilangan banyak pekerjaan, akibatnya mereka harus memutar otak dan merambah usaha di luar bidang mereka.

Yuk Bikin Masakan Korean Army Stew untuk Keluarga
Kuliner
Yuk Bikin Masakan Korean Army Stew untuk Keluarga

Meskipun berkalori tinggi, tapi rasanya membuat kita ketagihan.

Rengginang Kini Punya kaleng Sendiri
Kuliner
Rengginang Kini Punya kaleng Sendiri

Jika selama ini rengginang identik dengan makan yang menjamur di saat Lebaran, kini ....

Enam Jenis Pelayanan Restoran yang Umum
Kuliner
Enam Jenis Pelayanan Restoran yang Umum

Dalam upanya memuaskan pelanggan, industri restoran menyediakan beragam jenis pelayanan

Memotret Bekas Dendam Damai di Aceh
Tradisi
Memotret Bekas Dendam Damai di Aceh

Dalam kisruh antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), penyiksaan yang diterima oleh warga sipil yakni dari kedua belah pihak yang bertikai

Menengok Tarsius dan Yaki di Cagar Alam Tangkoko
Travel
Menengok Tarsius dan Yaki di Cagar Alam Tangkoko

Rumah bagi yaki dan tarsius, dua satwa endemik dari Tanah Minahasa.

GEGAYAAN DI NEGERI AING
Tradisi
GEGAYAAN DI NEGERI AING

Lewat gaya dan busana, merahputih.com mengajak pembaca menikmati kekompleksitasan Indonesia melalui tema "Gegayaan di Negeri Aing".

Tradisi Ngisis Keraton Kasepuhan Cirebon, Bersihkan Wayang Kulit Berusia Ratusan Tahun
Tradisi
Tradisi Ngisis Keraton Kasepuhan Cirebon, Bersihkan Wayang Kulit Berusia Ratusan Tahun

Tradisi ini biasanya dilaksanakan setiap hari Jumat kliwon.

Starter Pack Fakboi Ketika Pelesiran
Travel
Starter Pack Fakboi Ketika Pelesiran

Apa kamu sesuai dengan ciri-ciri fakboi?