Yohana Yembise: Kebiri Bagi Pelaku Paedofil Belum Tepat

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 12 Oktober 2015
Yohana Yembise: Kebiri Bagi Pelaku Paedofil Belum Tepat

Gerakan Revolusi Mental di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) yang dipimpin oleh Yohana Yembise, Jakarta, Senin (12/10). (Foto: MerahPutih/Fachruddin Chalik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Kasus pelecehan terhadap anak yang belakangan banyak terungkap memunculkan wacana hukuman kebiri atau pemandulan bagi pelaku pelecehan seksual terhadap anak atau untuk pelaku paedofil. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menganggap, regulasi yang mengatur tentang perlindungan anak di Indonesia sudah baik dan kuat. Sehingga, gagasan tentang hukuman pengebirian terhadap paedofil belum tepat diterapkan di Indonesia.

"Wacana hukuman kebiri atau suntik mati supaya tidak bangun lagi syahwat lelakinya, menurut saya belum tepat diterapkan di Indonesia. Hukum yang ada saat ini sudah baik, tinggal pelaksanaannya saja yang musti diawasi," ujar Yohana kepada merahputih.com, di Jakarta, Senin (12/10).

Menurutnya, hukum kebiri tidak diatur dalam undang-undang di Indonesia. Wacana tersebut masih terlalu prematur untuk diajukan, karena harus melalui proses yang panjang di DPR.

"Undang-Undang tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak belum saatnya direvisi, karena belum dilaksanakan, undang-undang ini sendiri baru selesai direvisi tahun 2014, dan belum dilaksanakan. Terhadap kasus Angelina saja, undang-undang ini baru akan diterapkan. Jadi yang sudah direvisi sekarang harusnya diterapkan dulu, baru dievaluasi, kalau ada kekurangan dan tidak memenuhi rasa keadilan, bisa direvisi kembali dengan hukuman yang lebih berat bagi para pelaku paedopilia," pungkasnya. (aka)

 

Baca Juga:

 

  1. Jangan Sampai Indonesia Darurat Paedofil
  2. Kementerian PPPA Bentuk Satgas Khusus Perlindungan Anak
  3. Kebiasaan Buruk Orang Tua Undang Pelecehan Seksual Anak
  4. Survei: 1 dari 4 Transgender Alami Pelecehan Seksual
  5. Kriminolog: Masyarakat Individualistis Suburkan Pelecehan Seksual

 

 

#Kekerasan Anak #Pelecehan Seksual #Paedofilia # Yohana Yembise
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, DPR: jangan Ada Perlakuan Khusus untuk Pelaku
Penyidik Polresta Lombok Tengah harus membongkar secara utuh seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari modus operandi, kronologi, hingga kepastian jumlah korban.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, DPR: jangan Ada Perlakuan Khusus untuk Pelaku
Indonesia
Sahroni Yakin Ahmad Al Misry Bisa Dipulangkan dari Mesir lewat Diplomasi
Sahroni meminta pemerintah mengoptimalkan diplomasi dengan Pemerintah Mesir agar Ahmad Al Misry dapat segera kembali ke Indonesia dan menjalani proses hukum. 

Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Sahroni Yakin Ahmad Al Misry Bisa Dipulangkan dari Mesir lewat Diplomasi
Indonesia
Viral Hampir Sepekan, Pelaku Pelecehan Seksual Cewek di Karawaci Akhirnya Diringkus
Polisi menangkap BJ (20), pelaku pelecehan seksual terhadap perempuan di Karawaci, Tangerang. Kasus viral di media sosial
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
Viral Hampir Sepekan, Pelaku Pelecehan Seksual Cewek di Karawaci Akhirnya Diringkus
ShowBiz
Film Dokumenter BBC Ungkap Tuduhan Pelecehan Seksual yang Dilakukan Jared Leto
Jared Leto menjadi sorotan setelah dokumenter BBC menampilkan pengakuan sejumlah perempuan terkait tuduhan pelecehan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Film Dokumenter BBC Ungkap Tuduhan Pelecehan Seksual yang Dilakukan Jared Leto
ShowBiz
Jared Leto Buka Suara Usai Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual ke 10 Wanita Remaja
Peristiwa yang dituduhkan ke Jared Leto diperkirakan terjadi dalam rentang waktu 2002 hingga 2016
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 Juli 2026
Jared Leto Buka Suara Usai Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual ke 10 Wanita Remaja
Indonesia
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Pelaku pembacokan itu, diketahui menggunakan jaket serta masker. Salah satu terduga pelaku juga nampak mengenakan celana sekolah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Indonesia
Marak Pelecehan Seksual di Kampus, DPR Desak Pelaku Disanksi Pidana
Kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan sepanjang 2025 atau meningkat 14,07 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Marak Pelecehan Seksual di Kampus, DPR Desak Pelaku Disanksi Pidana
Indonesia
Viral Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN Surakarta, Laporan Lambat Ditangani
Terduga pelaku sebelumnya pernah dilaporkan saat bertugas di fakultas lain. Namun hanya mendapatkan sanksi berupa teguran dan mutasi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Viral Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN Surakarta, Laporan Lambat Ditangani
Indonesia
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Kementerian Agama mencabut izin operasional pondok pesantren terkait dugaan kekerasan seksual dan menegaskan pelaku harus dihukum berat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Bagikan