Makanan Jadi Penyebab Seks Bebas Anak

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 28 Desember 2015
Makanan Jadi Penyebab Seks Bebas Anak

Ilustrasi. (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Kesehatan - Seks bebas di kalangan remaja hingga anak-anak selalu meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut dibenarkan oleh Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Muhammad Ihsan.

"Iya, secara global saat ini seks bebas di kalangan remaja dan anak-anak lebih memperihatinkan. Karena yang saya tahu keadaan tersebut semakin meningkat," katanya melalui telepon genggam, Senin (28/12).

Ikhsan menjelaskan, salah satu faktor penyebab terjadinya seks bebas di kalangan remaja terutama anak-anak adalah makanan. Pasalnya, beberapa makanan bisa memicu pertumbuhan yang lebih cepat.

"Makanan sekarang kualitasnya lebih tinggi seperti makanan instan, kentucky atau segala macam itu. Hal tersebut kan mempercepat pertumbuhan. Makanya anak sekarang lebih besar-besar," ujar Ikhsan.

Lebih lanjut Ikhsan menambahkan, selain makanan ada dua faktor lain seperti teknologi dan lingkungan yang juga membuat sang anak lebih cepat mendapatkan rangsangan seks.

"Sebetulnya itu dipicu oleh media yang sekarang berkembang seperti tontonan. Selain itu media sosial. Itu yang mempercepat rangsangan sehingga kita sering menemukan anak SD atau bahkan TK yang berperilaku seks di luar kewajaran," tuturnya.

Ikhsan pun sempat bertanya kepada dokter mengenai apa yang terjadi pada pertumbuhan anak yang tidak wajar.

"Saya tanya waktu itu ke dokter apakah mungkin anak TK sudah punya kemampuan mengalami ereksi. Dan ternyata, memang ada pengaruh yang membuat mereka tumbuh lebih cepat. Ya pemicunya itu, lingkungan, tontonan, faktor makanan," tutupnya. (yni)

BACA JUGA:

  1. Hindari 5 Makanan Penyebab Munculnya Jerawat
  2. Hindari 4 Makanan Sehat yang Mematikan!
  3. Ingin Paha dan Betis Kecil? Konsumsi 3 Jenis Makanan Ini
  4. 5 Makanan untuk Menjaga Kesehatan Miss V
  5. 5 Makanan Enak yang Bisa Bikin Langsing
#Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Indonesia
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Pemerintah bersama platform digital kini tengah membentuk sistem pengawasan bersama untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan konten negatif.
Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Bagikan