Kepala BNPT dan Kelompok Ahli Bahas Perkembangan Terorisme

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 25 Oktober 2016
Kepala BNPT dan Kelompok Ahli Bahas Perkembangan Terorisme

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius (Foto dok BNPT)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar rapat bersama tim kelompok ahli BNPT yang baru untuk membahas perkembangan kasus terorisme di dalam dan luar negeri. 

Kelompok ahli BNPT saat ini terdiri dari beberapa pakar sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing seperti pakar terorisme, pakar agama, pakar psikologi, pakar hukum dan pakar hubungan internasional.

Rapat dihadiri Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Jendral TNI (Purn) Wiranto. Sementara kelompok ahli BNPT terdiri dari Drs. Ansyaad Mbai, M.M (pakar terorisme), Prof. Dr. Azyumardi Azra M.A (pakar agama), Prof Dr. H. Syaiful Bakhri, S.H., M.H (pakar hukum), Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si.(pakar psikologi), Prof. Iwan Gardono Sujatmiko, M.A., Ph.D (pakar sosiologi), Prof. Dr. Romli Atmasasmita, S.H., LL.M, Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H (pakar hukum),  Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M, Ph.D, dan Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR, Ph.D (pakar hukum internasional). Hanya Prof Dr. Nasaruddin Umar, MA (pakar agama) saja yang berhalangan hadir dalam pertemuan tersebut karena sedang berada di Cile).

"Ini adalah rapat perdana dengan para kelompok ahli BNPT yang baru kita tunjuk. Kelompok ahli ini sesuai bidang keilmuannya masing-masing seperti ahli agama, ahli psikologi, ahli hukum dan ahli hubungan internasional. Itu semua dikemas sedemikian rupa sehingga betul-betul bisa mewarnai pemikiran-pemikiran dari sisi keilmuan dalam rangka penanggulangan terorisme," ujar Suhardi di kantor perwakilan BNPT di salah satu gedung kantor Kementerian di Jakarta, Senin (24/10).

Kepala BNPT menjelaskan update mengenai penanggulangan terorisme yang sangat aktual yang ada di dalam negeri maupun internasional. Diharapkan para kelompok ahli tersebut dapat memberikan masukan kepada BNPT, karena dirinya meyakini bahwa yang tahu akar masalah terorisme di masing-masing negara yang berbeda itu tentunya negara itu sendiri. 

"Artinya para ilmuwan yang ada di kita ini akan mengerti betul akar masalah penyebab terjadinya terorisme di Indonesia. Harapan kami apa yang sudah didengar oleh para kelompok ahli tersebut mengenai perkembangan terbaru kasus terorisme yang ada maka para kelompok ahli tersebut akan menulis atau memberikan saran kepada BNPT mengenai bagaimana treatment yang pas dalam menanggulangi masalah terorisme di Indonesia," ujar mantan Kabareskrim dan Sekretaris Utama Lemhanas RI ini.

Menkopolhukam telah mengeluarkan surat keputusan terkait pelibatan 17 kementerian dan lembaga (K/L). Kelompok ahli memberikan masukan mengenai pelibatan 17 K/L tersebut, di mana akan banyak sekali masalah sosial, psikologi yang menjadi muatan kementerian terkait.

"Beliau-beliau ini memberikan contohnya bagaimana mengemas deradikalisi dan kontra radikalisasi di perguruan tinggi. Itu artinya ada kerjasama dengan perguruan tinggi yang nanti menjadi porsinya Kemenristek Dikti yang siap untuk menjembatani hal tersebut dan memberikan laporan kepada menteri dan nanti ada instruksi menteri kepada seluruh Perguruan Tinggi, sehingga akan menerima bagaimana pola-pola yag akan diterapkan oleh BNPT," ujar mantan Kapolres Metro Jakarta Barat dan Depok ini.

Selain itu, kata Suhardi, masukan lain dari kelompok ahli mengenai pola integrasi seperti apa yang akan dilakukan Kementerian Sosial, Kementrian Komunikasi dan Informasi, Kementrian Pendidikan Nasional juga berperan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Tenaga Kerja dan K/L lainnya berperan sehinga penyelesaian masalah terorisme bisa terintegrasi.

"Seluruh perwakilan kementerian akan kita beri guidance untuk mengambil peran di masing-masing tugasnya, melapor ke menterinya kemudian menteri mengambil keputusan, sehingga semua itu menjadi Rancangan Aksi Nasional yang dikoordinasikan oleh BNPT. Dengan format seperti itu pada ahli akan melihat hal itu menjadi lebih terintegrasi dan sitematis dalam menanggulangi masalah terorisme di Indonesia," ujarnya.

Para ahli diperlihatkan sebuah video dan perkembangan kasus terorisme yang terjadi para kelompok ahli yang baru masuk juga terkejut melihat bagaimana perkembangan radikalisme dan terorisme yang ada.

"Beliau langsung memberikan perspektif yang luar biasa dengan memberikan saran dan masukan kepada kita yang kita catat karena akan menjadi agenda kita dalam pembahasan. Kelompok ahli ini juga akan kita libatkan sebagai narasumber dalam setiap acara kegiatan. Karena beliau akan mengemas kira-kira perspektif keilmuannya masalah terorisme sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ini yang sedang kita kemas," ujar Kepala BNPT. 

BACA JUGA:

  1. Sekjen GP Ansor: Waspadai Radikalisme dan Terorisme di Dunia Maya
  2. Penanganan Aksi Terorisme Menggunakan Soft Approach
  3. Pancasila, Ideologi Terbaik Perangi Radikalisme dan Terorisme
  4. Pesantren Berperan Menanggulangi Paham Radikal
  5. Imam Besar Masjid Istiqlal: ISIS Selewengkan Arti Hijrah dan Jihad

 

#Radikalisme #Terorisme #Suhardi Alius #Kepala BNPT
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Berita Foto
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Kepala BNPT Komjen (Purn) Eddy Hartono menyampaikan paparan perkembangan tren terorisme Indonesia 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 30 Desember 2025
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Akram juga menghadapi 40 dakwaan menyebabkan luka berat dengan niat membunuh, serta satu dakwaan melakukan tampilan publik simbol organisasi teroris terlarang.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
 Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Dunia
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan kejadian di Bondi itu merupakan peristiwa yang mengejutkan dan sangat memprihatinkan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Desember 2025
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Indonesia
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Sigit menjelaskan, temuan tersebut bermula dari aktivitas anak-anak dalam kelompok komunitas yang tumbuh dari hobi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 November 2025
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Indonesia
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Para tersangka itu merekrut anak dan pelajar dengan memanfaatkan ruang digital, mulai dari media sosial, gim online, aplikasi pesan hingga situs tertutup.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos
Bagikan