Pancasila, Ideologi Terbaik Perangi Radikalisme dan Terorisme

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 05 Oktober 2016
Pancasila, Ideologi Terbaik Perangi Radikalisme dan Terorisme

Pancasila (Foto: Instagram @cisc.cikarang)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Pancasila adalah ideologi terbaik di seluruh dunia dalam memerangi radikalisme dan terorisme. Dengan Pancasila berbagai agama, suku, budaya, bisa bersatu dan hidup berdampingan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus membendung paham-paham kekerasan. 

"Pancasila itu hasil konsensus berbangsa dan bernegara dalam frame NKRI yang bibitnya sudah dimulai sejak lahirnya Kerajaan Nusantara Majapahit (1293-1527). Dalam Pancasila terdapat nilai-nilai luhur yang sampai sekarang bisa kita rasakan dan mampu mengantar bangsa Indonesia menjadi bangsa besar dan disegani negara lain," kata pakar hukum dan deradikalisasi Suhardi Somomoeljono di Jakarta, Rabu (5/10).

Bahkan, terang Suhardi, keberadaan Pancasila itu sesungguhnya merupakan hadiah terbesar bagi umat Islam Nusantara dan sebagai modal terbesar lahirnya kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 dari cengkeraman kolonial Belanda yang menjajah selama kurun waktu 350 tahun. Bahkan umat Islam yang diwakili NU (KH Hasyim Ashari) dan Muhammadiyah (KH Khahar Muzakir), bersama kelompok nasionalis Ir. Soekarno dan Dr. Muhammad Hatta adalah penandatangan Piagam Jakarta yang menjadikan Pancasila sebagai landasan dan dasar negara Republik Indonesia.

"Jika ada kelompok-kelompok atau orang yang masih berpandangan bahwa Pancasila itu bertentangan dengan Islam apalagi diidentikkan sebagai dengan berhala dan kafir (thogut), itu jelas salah. Apalagi Pancasila tidak bertentangan dengan Piagam Madinah," jelas staf ahli BNPT ini. 

Ia menilai, pandangan kelompok tertentu, utamanya kelompok yang ingin memecah belah NKRI itu bersifat sepihak dan yang sejak awal berasumsi negatif terhadap Pancasila. Lebih parah lagi, mereka mengabaikan fakta bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

"Kelompok-kelompok yang cenderung secara ekstrem anti terhadap Pancasila serta melawannya dengan cara-cara kekerasan dengan modus terorisme kemungkinan disponsori oleh kepentingan asing. Makanya kelompok-kelompok seperti ini harus diwaspadai dan diberikan pemahaman. Kalau tidak bisa diberikan pemahaman, tentu ada konsekuensi hukum demi keutuhan NKRI," urai Suhardi.

Untuk memberikan pemahaman itu, Suhardi menegaskan pentingnya program deradikalisasi kepada masyarakat. Tidak hanya kepada orang atau kelompok yang sudah terkontaminasi pandangan keliru itu, juga kepada masyarakat umum agar tidak mudah terprovokasi dengan ideologi-ideologi sesat yang cenderung mengarah ke radikalisme dan terorisme.

"Mereka berbahaya karena menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuannya seperti yang dilakukan para pelaku terorisme selama ini," tegas Suhardi.

Suhardi menggarisbawahi bahwa pemahaman tentang ideologi Pancasila sangat penting diberikan kepada generasi muda. Karena generasi muda merupakan incaran kaum radikal terorisme untuk melancarkan propagandanya. Apalagi generasi muda sangat rentan dengan pengaruh budaya luar negeri.

BACA JUGA:

  1. Pesantren Berperan Menanggulangi Paham Radikal
  2. Imam Besar Masjid Istiqlal: ISIS Selewengkan Arti Hijrah dan Jihad
  3. Imam Besar Masjid Istiqlal Kecam Kekerasan Bom Bunuh Diri
  4. Ketika Hijrah Dimaknai Sebagai Cinta Tanah Air
  5. Agama Jangan Dipahami Hanya 'Kulitnya'

 

#Suhardi Somomoeljono #Terorisme #Radikalisme #Deradikalisasi #Pancasila
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Berita Foto
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Silence momen dan doa dalam acara Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme 2026 di Jakarta, Jum'at (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
DPW KPN DKI Jakarta Ingatkan Pentingnya Pancasila, Perbedaan dapat Dikelola Jadi Kekuatan Bersama
Upacara berlangsung dengan khidmat melalui rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
DPW KPN DKI Jakarta Ingatkan Pentingnya Pancasila, Perbedaan dapat Dikelola Jadi Kekuatan Bersama
Indonesia
Di Tengah Rivalitas Geopolitik, Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pancasila sebagai pegangan bangsa Indonesia di tengah konflik global.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Di Tengah Rivalitas Geopolitik, Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Indonesia
Indonesia
Pancasila Kompas Moral Bangsa Hadapi Tantangan Zaman
Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang menjaga keutuhan bangsa sejak Indonesia merdeka.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Pancasila Kompas Moral Bangsa Hadapi Tantangan Zaman
Indonesia
Di Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ingatkan Aksi Perlawanan Kelompok Anti Cinta Tanah Air
Presiden Prabowo Subianto menegaskan strategi transformasi bangsa berlandaskan Pancasila.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Di Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ingatkan Aksi Perlawanan Kelompok Anti Cinta Tanah Air
Indonesia
Prabowo Serukan Kemandirian Bangsa, Pesan Keras di Upacara Hari Pancasila
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Prabowo Serukan Kemandirian Bangsa, Pesan Keras di Upacara Hari Pancasila
Bagikan