Dishub dan Polisi Razia Taksi Ilegal
Ilustrasi Foto (Twitter @TMCPoldaMetro)
MerahPutih Peristiwa - Dinas Perhubungan bersama puluhan petugas kepolisian melakukan razia mobil di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Rabu (14/9). Dalam razia tersebut, dishub dan polisi menyasar taksi ilegal.
"Kita razia kendaraan pribadi yang dijadikan mobil angkutan untuk menarik penumpang. Hal ini ilegal karena dalam undang-undang jelas dilarang," kata Kepala Kantor Pengendalian LLAJ Dinas Perhubungan DI Yogyakarta, Sumaryoto, kepada wartawan, di Malioboro.
Razia dilakukan pagi hari. Setiap kendaraan roda empat dihentikan dan diminta memasuki kawasan halaman depan DPRD Yogyakarta. Supir dan penumpang di dalam mobil pun dimintai keterangan apakah penggunaan mobil pribadi tersebut merupakan angkutan pribadi atau bagian pelayanan jasa taksi. Sementara petugas kepolisian memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan dan izin mengemudi.
Setiap supir yang kedapatan membawa penumpang dengan izin kendaraan pribadi, SIM A biasa, polisi langsung memberi tindakan langsung (tilang). Menurut Sumaryoto, penggunaan SIM A biasa untuk pengangkutan penumpang merupakan pelanggaran.
"Taksi ilegal kan belakangan marak. Kita ingin melindungi taksi resmi. Karena taksi resmi sudah memberi retribusi kepada daerah," paparnya.
Selain mendapati supir taksi ilegal, petugas razia juga mendapati supir taksi resmi dengan masa uji kir yang telah habis. Bahkan, ada supir taksi resmi yang masa berlaku SIMnya telah habis. (Fre)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
'Jogja Istimewa', Penghormatan Jogja Hip Hop Foundation pada Identitas Budaya dan Filosofi Kepemimpinan Yogyakarta
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada