Tradisi Tifa Darah Papua Tifa adalah alat musik berbentuk kendang yang menjadi bagian dai budaya Papua. (Unsplash/Asso Myron)

INDONESIA dengan ribuan tradisi dari berbagai suku. Khazanah budaya dan tradisi warisan dari nenek moyang dipengaruhi oleh kearifan lokal merupakan harta bangsa yang menjadi warna kekhasan Indonesia.

Beberapa alat musik tradisional Indonesia bahkan sudah diakui dunia, seperti angklung yang sudah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO. UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai badan PBB dalam bidang Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan, mengukuhkan angklung sebagai warisan budaya dunia pada tahun 2010 sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity (Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia).

Baca Juga:

Gigi Balang, Ornamen Khas Betawi yang Sarat Makna

papua
Tifa bentuknya menyerupai kendang, terbuat dari kayu yang dilubangi pada bagian tengahnya. (Pixabay/ianknabel66)

Tifa adalah alat musik khas wilayah Indonesia Timur, Papua dan Maluku. Tifa bentuknya menyerupai kendang, terbuat dari kayu yang dilubangi pada bagian tengahnya dan juga dilapisi kulit binatang. Tifa memiliki beberapa jenis dan bentuk, di antaranya adalah Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, dan Tifa Bas.

Pengaruh kearifan lokal sangat berpengaruh kepada jenis tifa yang dibuat. Alat musik ini mempunyai bunyi khas yang berdetak mengikuti irama tarian perang. Tifa memiliki khas dengan tari-tarian perang. Selain itu, tifa merupakan alat musik esensial dalam mengiringi para penarinya.

Dalam pembuatannya, biasanya menggunakan lem untuk merekatkan beberapa bagian. Namun di Papua, khususnya Suku Kamoro mempunyai ritual yang bisa dikatakan seram dalam pembuatan tifanya. Seseram apa?

Baca Juga:

Tradisi Tato Tiga Suku Adat Papua Terancam Punah

papua
Tifa dibuat dari kayu waru pilihan yang diukir. (Unsplash/Dhafi Fimbay)

Tifa yang direkatkan oleh darah manusia. Iya, darah manusia, makanya disebut ‘Tifa Darah’. Suku Kamoro di Kaugapu, Timika, ini menghasilkan tifa yang benar-benar unik.

Tifa dibuat dari kayu waru pilihan yang diukir. Kemudian pria dari suku Kamoro berburu biawak untuk diambil kulitnya. Setelah semua prasarana selesai dibuat, pria suku Kamoro akan melakukan ritual untuk menampung darah mereka yang dihasilkan dari tubuh yang dilukai.

Kemudian darah dicampur dengan kulit siput dan kapur untuk merekatkan kulit biawak yang telah dikeringkan tersebut. Tifa darah merupakan kebanggaan para pria suku Kamoro, oleh karena itulah para wanita tidak boleh menabuhnya. (DGS)

Baca Juga:

Arti Beringin Tumbang Bagi Masyarakat Jawa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Seru-Seruan Sambangi Hajatan HUT ke-495 Jakarta, Apa Saja Acaranya?
Indonesiaku
Seru-Seruan Sambangi Hajatan HUT ke-495 Jakarta, Apa Saja Acaranya?

Seluruh pertunjukan kesenian orang Betawi selalu berhubungan dengan pesta hajatan, misalnya perkawinan dan khitanan

Satta, Anggota Termuda dalam Rombongan Seba Baduy
Tradisi
Satta, Anggota Termuda dalam Rombongan Seba Baduy

Seba Baduy kali ini hanya dilaksanakan 140 orang saja.

Angelina Ayuni Praise, Pemudi Penari dari Timur Indonesia
Tradisi
Angelina Ayuni Praise, Pemudi Penari dari Timur Indonesia

Pemudi ini mewariskan tari Indonesia.

Pariwisata Indonesia Diharapkan Meningkat di 2022
Travel
Pariwisata Indonesia Diharapkan Meningkat di 2022

Masih perlu waktu bila berharap dari wisatawan mancanegara.

Soekarno Versus Sukarno, Siapa Nama Sebenarnya Bung Karno?
Indonesiaku
Soekarno Versus Sukarno, Siapa Nama Sebenarnya Bung Karno?

Bung Karno pernah kesal lantaran seorang jurnalis salah menulis namanya.

Menggali Kisah Runtah Si Mata Malaikat Serenta Kaki-Tangannya
Indonesiaku
Menggali Kisah Runtah Si Mata Malaikat Serenta Kaki-Tangannya

Mata Malaikat bernama lahir Runtah, berarti sampah dalam bahasa Sunda

5 Makanan Khas Bandung yang Wajib Dicicipi
Kuliner
5 Makanan Khas Bandung yang Wajib Dicicipi

Kuliner wajib cicip di kota Bandung.

Menjebak Diponegoro Lewat Undangan Damai Ramah-Tamah Hari Lebaran
Indonesiaku
Menjebak Diponegoro Lewat Undangan Damai Ramah-Tamah Hari Lebaran

Semula, Diponegoro enggan menjalin pembicaraan dengan seterunya lantaran ingin khusyuk menjalankan ibadah puasa Ramadan 1245 H.

Ketupat dan Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran, ini Maknanya
Kuliner
Ketupat dan Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran, ini Maknanya

Ketupat biasanya disajikan dengan opor ayam, gulai daging, atau gulai telur.

Kejadian Unik Penyelenggaran Festival Film Indonesia Masa Silam
Indonesiaku
Kejadian Unik Penyelenggaran Festival Film Indonesia Masa Silam

Namun, sebelum menantikan pemenang, berikut beberapa kejadian kontrovesial FFI sepanjang sejarah.