Tradisi Tato Tiga Suku Adat Papua Terancam Punah Anak-anak muda suku di Papua pesisir meninggalkan tradisi tato. (Unsplash/Asso Myron)

PAPUA memiliki banyak ritual khas yang dikenal tumbuh dan berkembang di masyarakatnya. Salah satunya adalah tato tubuh. Tato merupakan salah satu budaya di pesisir utara Papua. Balai Arkeologi Papua menyebutkan bahwa tato dikenalkan oleh orang Austronesia dari Asia yang bermigrasi ke wilayah Papua pada masa prasejarah sekitar 3 ribu tahun lalu.

Terdapat tiga suku di Papua yang memiliki tradisi membuat tato yaitu Suku Sentani, Moi dan Waropen.

Baca Juga:

Temu Seni Tari Gelar Napak Tilas dan Sarasehan Situs Cagar Budaya

papua
Ada kekhawatiran tradisi tato di Papua akan hilang. (Unsplash/Dhafi Fimbay)

Suku Sentani

Tato tradisional suku Sentani, Kabupaten Jayapura yang biasa disebut enahu oleh penduduk setempat, mulai terlupakan. Pengetahuan salah satu tradisi penduduk asli suku Sentani ini hanya terbatas pada orang yang sudah tua saja, sementara generasi muda sudah tidak ada.

Dalam buku Man's Conquest of The Pacific, Peter Bellwood, profesor arkeologi Australian National University menyimpulkan bahwa penutur Austronesia datang ke Papua dan Pasifik Selatan sekitar 3 ribu tahun lalu.

Dari sekian seni budaya Sentani kini belum pernah ditampilkan tradisi tatonya. Maka, perlu dilakukan penelitian untuk mendokumentasikan tato tradisional Sentani sebelum punah.

Bahan pembuat enahu (tato) berupa arang hasil pembakaran kayu wam dicampur getah pohon sukun. Kemudian duri sagu atau tulang ikan dicelupkan ke dalam getah dan arang, lalu ditusukkan pada dada, pipi, kelopak mata, betis dan pinggul serta bagian belakang tubuh. Biasanya, Tato dibuat tiga bulan sebelum upacara perkawinan dilaksanakan.

Motif tato untuk perempuan Sentani yaitu gambar ikan sembilan, belut, dan burung cenderawasih. Fungsi tato untuk mempercantik wajah pengantin wanita. Sedangkan lambang dari burung cenderawasih maupun ikan adalah seorang wanita menjadi sumber kehidupan bagi anak-anak maupun masyarakatnya.

Sementara fungsi tato bagi pria adalah untuk membuat kegantengan pengantin pria. Tato untuk pengantin pria Sentani berbentuk buaya, ikan hiu gergaji, ular dan kasuari. Hewan-hewan ini melambangkan kejantanan dari seorang pria.

Pengantin pria harus jantan menghadapi tantangan hidup yang harus dihadapi dengan jiwa kejantanan sehingga mencapai kesuksesan yang besar. Desain tato disesuaikan dengan luas sempitnya bagian tubuh yang hendak ditato, misalnya, tato di hidung akan mengikuti bentuk hidung.

Perhiasan tubuh yang lazim dikenakan, baik oleh laki-laki maupun perempuan Sentani adalah tato pada wajah dan beberapa bagian tubuh (tangan dan kaki) yang dibuat secara permanen. Tato adalah simbol kekuasaan, kecantikan, dan status sosial seseorang. Oleh karena itu, jenis dan bentuk tato tergantung pada status sosial (ondofolo, kotelo/kepala suku, dan yobu yoholom) dan jenis kelamin.

Suku Moi

Tato pada Suku Moi saat ini hanya digunakan generasi tua suku di Kabupaten Sorong, Papua Barat itu. Mereka masih menerapkan tato pada tubuhnya, sedangkan generasi mudanya sudah tidak menerapkan tato lagi, sehingga diperkirakan terancam punah. Suku Moi merupakan suku asli yang tinggal di Kabupaten Sorong.

Wilayah Kabupaten Sorong dikenal dengan wilayah hukum adat Suku Moi atau lebih dikenal dengan suku Malamoi. Tato bagi Suku Moi merupakan hiasan tubuh, dan bahan pembuat tato berupa arang halus (yak kibi) hasil pembakaran kayu dicampur getah pohon langsat (loum).

Kemudian, duri dari pohon sagu atau tulang ikan dicelupkan ke dalam ramuan getah langsat dan arang yang selanjutnya ditusukkan pada bagian tubuh yang akan dibuat motif tato tradisional tersebut. Letaknya bisa di bagian dada, pipi, kelopak mata, betis dan pinggul serta bagian belakang tubuh.

Tato tradisional Suku Moi merupakan budaya yang harus dilestarikan, hal ini diperlukan kerjasama berbagai pihak untuk melestarikannya. Baik itu mulai dari lembaga masyarakat adat, generasi tua suku Moi, generasi muda suku Moi dan dinas terkait.

Motif tatonya berupa geometris atau garis-garis melingkar serta titik-titik berbentuk segitiga kerucut atau tridiagonal yang dibariskan. Pelestarian tato tradisional Suku Moi seharusnya dengan cara melakukan penelitian, pendokumentasian, dan mewariskannya ke generasi muda.

Baca Juga:

Arsip Notaris Ungkap Kehidupan Orang Biasa di Batavia

papua
tato pada perempuan hanya dilakukan oleh para perempuan di Suku Waropen. (Unsplash/Asso Myron)

Suku Waropen

Sementara pembuatan tato pada orang Waropen, Papua lebih banyak dilakukan perempuan daripada laki-laki. Selama tahun-tahun puberitas para gadis Waropen membuat banyak tato di tubuh mereka (juga onda: lukisan tentang perahu, huruf, dan tulisan), keduanya pada dada dan kaki dan pada lenganwajah.

Pola tersebut pertama kali ditujukan pada kulit dengan pemberian warna hitam, yang kemudian ditusuk-tusuk dengan menggunakan dua tulang ikan, diikatkan bersama pada sepasang batang kayu, yang dipukul pelan-pelan dengan sepotong kayu yang lain.

Kemudian luka-luka kecil itu digosok lagi dengan warna hitam sehingga menjadi sedikit meradang, dengan demikian motif tersebut tetap tidak dapat terhapus dalam kulit. Seluruh proses tersebut agaknya menyakitkan dan karena alasan inilah pembuatan tato dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus, mungkin membutuhkan waktu 2-3 hari dalam prosesnya.

Tradisi mentato tubuh di Papua harus dilestarikan dan diperlukan kerjasama berbagai pihak untuk melestarikannya, mulai dari lembaga masyarakat adat, para generasi tua di Papua, generasi muda hingga pemerintah daerah terkait. (DGS)

Baca Juga:

Ilmuwan Prancis Memotret Masa Depan Wayang Golek

Kuliner Banyuwangi Rugi Tak Dicicipi
Kuliner
Tradisi Tifa Darah Papua
Tradisi
Kuliner Banyuwangi Rugi Tak Dicicipi
Kuliner
Tradisi Tifa Darah Papua
Tradisi
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Asal Muasal Lagu ‘Citra’ Sebagai Pembuka Festival Film Indonesia
Indonesiaku
Asal Muasal Lagu ‘Citra’ Sebagai Pembuka Festival Film Indonesia

Lagu Citra (Tjitra) sebentar lagi berkumandang di penyelenggaraan Festival Film Indonesia (FFI) 2021.

Seribu Musisi Persembahkan Cover Lagu My Hero Teruntuk Taylor Hawkins
Indonesiaku
Seribu Musisi Persembahkan Cover Lagu My Hero Teruntuk Taylor Hawkins

Taylor Hawkins bergabung dengan Foo Fighters pada 1997 setelah dua tahun menjadi drummer Alanis Morissette.

Kemenparekraf Gandeng ‘Ride Hailing’ untuk Pulihkan Wisata Bali
Travel
Kemenparekraf Gandeng ‘Ride Hailing’ untuk Pulihkan Wisata Bali

Ride hailing diharapkan dapat membantu UMKM dari wisata Bali.

9 Stupa Candi Borobudur Dihempas oleh Bom
Travel
9 Stupa Candi Borobudur Dihempas oleh Bom

Dianggap memiliki keterkaitan dengan peristiwa Tanjung Priok.

Haji Darip, Jagoan dari Tanah Klender
Indonesiaku
Haji Darip, Jagoan dari Tanah Klender

Menggerakkan warga Klender dan sekitarnya melawan tentara Belanda dan sekutu setelah kemerdekaan Indonesia.

Indonesia Mulai Uji Coba Pertama Kali Bensin Sawit
Tradisi
Indonesia Mulai Uji Coba Pertama Kali Bensin Sawit

Bensin dengan minyak sawit industri atau bensa (bensin sawit) skala demo plant untuk kendaraan bermotor, bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jembatan Suroboyo Dibuka Kembali dengan Pembatasan Pengunjung
Travel
Jembatan Suroboyo Dibuka Kembali dengan Pembatasan Pengunjung

Jembatan Suroboyo dibuka kembali pada Sabtu pekan ini (20/11)

Kala Sastrawan Klasik Betawi Bikin Cerita Wayang Jawa
Indonesiaku
Kala Sastrawan Klasik Betawi Bikin Cerita Wayang Jawa

Kejanggalan tersebut akan selalu tampak pada cerita wayang gubahan Muhammad Bakir

Beda Rupa Kostum Gundala, Gimana Ceritanya?
Indonesiaku
Beda Rupa Kostum Gundala, Gimana Ceritanya?

Seiring berkembangnya zaman, kostum Gundala mengalami perubahan dan penyesuaian.

Lahir Seabad Lalu, I Gusti Ngurah Rai 'Pulang' ke Carangsari Tahun 2018
Tradisi
Lahir Seabad Lalu, I Gusti Ngurah Rai 'Pulang' ke Carangsari Tahun 2018

I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya gugur dalam Puputan Margarana.