Arti Beringin Tumbang Bagi Masyarakat Jawa Beringin Kembar Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Foto: Tropenmuseum)

DUA kali 'Beringin Denggung' ambruk. Pertama, pada 15 Februari 2016, terakhir pohon beringin di sebelah Barat Lapangan Denggung, Tridadi, Sleman, tumbang empat hari lalu (13/6) karena diterpa hujan disertai angin kencang.

Di awal bulan April lalu (1/4), beringin kembar di Alun-Alun Utara Keraton Jogja tumbang karena disepak angin kencang kala hujan deras. Bahkan, di waktu bersamaan, pohon beringin di Komplesk Masjid Gede Kauman juga roboh.

Baca juga:

Pangeran Diponegoro Miliki Banyak Hewan Peliharaan

Bagi masyarakat Jawa, khususnya Jogjakarta, beringin tumbang apalagi tanpa diterpa hujan dengan angin kencang dianggap sebagai pertanda. Pada tahun 1989, nihil angin besar apalagi hujan deras. Tiba-tiba satu beringin tumbang di Alun-Alun Utara, Yogyakarta. Masyarakat kala itu gempar. Mereka berspekulasi macam-macam berkait robohnya satu dari "Beringin Kembar" tersebut.

"Kiai Janadaru alias Kiai Jaladaru, saudara kembar Kiai Dewadaru, seolah memberi isyarat tentang suatu hal akan mengisi tahun 1989," tulis Emha Ainun Nandjib pada Markesot Bertutur Lagi tentang Hakekat Hidup.

beringin
Foto masa lalu Beringin Kembar di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Foto: Tropenmuseum)

Setahun berselang, saat akan diadakan upacara penanaman pohon beringin baru, Senin Wage, 3 Oktober 1988, sekira pukul 07.00 Sri Sultan Hamengku Buwana IX meninggal dunia.

Kiai Janadaru memberi isyarat "Jejeran Baru" atau babak baru di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sultan Hamengku Buwana X naik takhta pada 7 Maret 1989.

Beringin tumbang itu, Kiai Janadaru, sejatinya juga pohon pengganti. Ia menggantikan Kiai Jayadaru nan tumbang pada 1925. Kala itu upacara penguburan dilakukan dan segera dicari beringin baru hingga ke tanah Pasundan. Tersua Kiai Janadaru dengan ukuran lebih kecil.

Baca juga:

Presiden Jokowi Terima Keris Pangeran Diponegoro dari Kerajaan Belanda

Pohon beringin, menurut Olivier Johannes Raap dalam Kota di Jawa Tempo Doeleo mengutip Broek, dibawa ke Jawa oleh pendatang India. Sejak jaman Hindu, beringin dianggap pohon suci sebagai simbol kesuburan dan ketentraman, bahkan diyakini dapat melindungi penduduk setempat.

Beringin kembar itu bukan sembarang pohon. Keduanya terletak di Alu-Alun Utara. Sultan akan memandang Alun-Alun Utara dan Tugu Utara saat bersemadi sebagai manifestasi Alif Mutakalliman Wahid. "Yaitu, menunjukan bersatunya kawula dengan Gusti. Manunggaling kawula lan Gusti," tulis Emha atau biasa disapa Cak Nun.

Semula, terdapat 64 pohon beringin di sekililing alun-alun nan melambangkan usia Nabi Muhammad SAW dalam tahun Masehi. Namun, dua beringin (waringin kurung) dianggap paling penting dan keramat. Dahulu tak ada orang berani mendekat terlebih melewati.

beringin
Tiga orang kontrolir berfoto di pohon beringin besar area Gadungan, Kediri, Jawa Timur. (Foto: Tropenmuseum)

Masyarakat kemudian berani mendekat bahkan duduk di sekitar beringin kembar itu ketika melakukan Tapa Pepe pada 1830. Tapa Pepe merupakan semacam unjuk rasa pada masa kini. Masyarakat mengenakan busana putih akan duduk di sekitar beringin kurung, tanpa bicara, menunggu sultan berkenan menerima mereka menghadap.

"Dalam kosakata sehari-hari, menguliti pohon waringin keramat (neres ringin kurung) sama dengan memberontak terhadap kekuasaa raja," tulis Denys Lombar pada Nusa Jawa Silang Budaya: Warisan Kerajaan-Kerjaan Kosentris.

Kesakralan beringin kemudian diunduh sebagai tanda lambang Golongan Karya (Golkar)."Dengan hal-hal itulah dapat kita pahami mengapa partai pemerintah, Golkar, memilih pohon beringin sebagai lambangnya sejak Pemilihan Umum tahu 1971", tulis Lombard. (*)

Baca juga:

Pangeran Diponegoro di Museum Sasana Wiratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenparekraf Buka Jalur Rempah-Rempah Indonesia-New York
Kuliner
Kemenparekraf Buka Jalur Rempah-Rempah Indonesia-New York

Menghadirkan 4.000 restoran dan nilai ekspor Rp 29 triliun.

Wow Bandung Dinobatkan sebagai Salah Satu Kota Kuliner Terbaik di Asia
Kuliner
Wow Bandung Dinobatkan sebagai Salah Satu Kota Kuliner Terbaik di Asia

menempatkanKota Bandung pada posisi lima besar.

Tempat Oleh-Oleh di Bandung, Mampir Yuk!
Travel
Tempat Oleh-Oleh di Bandung, Mampir Yuk!

Sok atuh belanja disini.

Ragam Hajatan Tradisi Orang Bali Menyambut Bayi
Indonesiaku
Ragam Hajatan Tradisi Orang Bali Menyambut Bayi

Anak-anak di Bali merasakan sejumlah upacara adat sejak kecil

Lima Tempat Rekreasi Yogyakarta yang Ramah Anak
Travel
Lima Tempat Rekreasi Yogyakarta yang Ramah Anak

Yogyakarta punya banyak lokasi wisata yang ramah anak.

Galang Rambu Anarki dan Panggilan Terompet Tahun Baru
Tradisi
Galang Rambu Anarki dan Panggilan Terompet Tahun Baru

Lagu 'Galang Rambu Anarki' menyuarakan suara hati ayah muda yang sukses menangkap kegalauan mayoritas rakyat republik ini.

Sate Bulayak Khas Bumi Mandalika
Kuliner
Sate Bulayak Khas Bumi Mandalika

Dihidangkan bersama bulayak yang unik.

Ini Daftar Maskapai Terbaik Dunia untuk Tahun 2021
Travel
Ini Daftar Maskapai Terbaik Dunia untuk Tahun 2021

Qatar Airways naik peringkat untuk merebut posisi teratas.

Perjuangan Jatuh-Bangun Dolanan Keren Mengkreasikan Action Figure Lokal
Indonesiaku
Perjuangan Jatuh-Bangun Dolanan Keren Mengkreasikan Action Figure Lokal

Dolanan Keren juga membuat action figure Presiden RI Joko Widodo.

Bertahan Hidup di Kamp Cideng
Travel
Bertahan Hidup di Kamp Cideng

Makan kadal untuk bertahan hidup di penjara Jepang