Tips A-Z Bagi Pegowes Pemula Versi Atlet Profesional Hobi sepeda modifikasi kini menjadi tren saat Pandemi COVID-19 (Foto: Pexels/Alexander Dummer)

HOBI bersepeda kini menjamur di Indonesia. Masyarakat pun kian sadar untuk tetap menjaga kesehatan kala menjalani periode #dirumahaja karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) imbas pandemi COVID-19. Apalagi, kini pemandangan rombongan yang asik bergowes kian jamak di jalan-jalan wilayah yang sudah mulai memberlakukan PSBB Transisi.

Namun, masih saja ada para pesepeda bermasalah yang malah membahayakan pemakai jalan lain. Hanya saja tidak bisa langsung memvonis semua pegowes itu brengsek. Mungkin mereka memang belum tahu rambu-rambu etis dalam bersepeda dan perlu mendapat pencerahan. Bagi mereka, MerahPutih.com telah merangkum tips untuk pemula agar bisa tetap bersepeda dengan aman seiring meningkatnya minat gowes di kalangan masyarakat Indonesia pada fase kenormalan baru.

Baca Juga:

MP-X

Sepeda Biasa Serasa Berkelas, Dimodifikasi Saja

Tips yang bakal dibagikan ini bukan sembarang saran, tetapi datang memang dari ahlinya yakni Persatuan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI). Alias organisasi resmi yang mewadahi atlet sepeda profesional langsung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Yuk, langsung saja intip saran dari mereka!

SOP Gowes

sepeda
Perlengkapan standar saat bersepeda. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Manajer PB ISSI Oldy Sofyan membagi tahapan bersepeda ke dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, saat bersepeda, saat istirahat, dan setelah selesai bersepeda.

Pertama, para pesepeda wajib memeriksa kondisi sepeda untuk memastikan bahwa sepedanya layak jalan. Untuk meminimalisir dari cedera, orang yang akan bersepeda juga harus menggunakan pakaian yang sesuai dan lengan panjang, memakai helm, sarung tangan, dan masker.

"Hindari droplet dengan menggunakan pakaian lengan panjang, sarung tangan, masker, kacamatan, penutup kepala (bandana/cycling cap), membawa hand sanitizer dan handuk kecil," ungkap Oldy, dikutip dari Antara, Rabu (1/7).

Setelah mengecek kondisi sepeda, selanjutnya adalah pemanasan. Oldy mengingatkan para pegowes pemula yang mayoritas bersepeda hanya sebagai gaya hidup, bukan olahraga kerap melupakan tahapan ini. Sebelumnya, mereka juga sudah harus menentukan berapa jarak maksimal yang akan ditempuh.

"Pemanasan dulu. Lalu, tentukan ingin bersepeda berapa kilometer, break di kilometer berapa," tegas dia.

Etika Bergowes di Jalan Raya

jarak sepeda
Warga mengayuh sepedanya saat melintas di jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (30/6/2020). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Untuk tahapan kedua saat sedang bersepeda, PB ISSI dalam protokolnya mengimbau agar para pegowes berjalan di jalur khusus sepeda. Apabila bersepeda secara berkelompok, sebaiknya diatur menjadi rombongan kecil 2-4 pegowes.

Untuk menghindari tabrakan dengan pesepeda yang ada di depan atau belakang, para pegowes juga diminta untuk menjaga jarak minimal empat meter.

Tahapan yang juga penting, tetapi kerap dilupakan selanjutnya adalah waktu istirahat. Kalau mulai merasa lelah, sebaiknya pegowes setidaknya perlu istirahat 30 menit atau satu jam sebelum kembali melanjutkan perjalanannya.

Aturan Main Masker Saat Gowes

hobi sepeda
Warga bersepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (31/5/2020). Ada yang memakai masker ada pula yan tidak. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.)

Khusus bersepeda di tengah pandemi saat ini, Oldy menekankan memang seharusnya tetap tak lupa untuk menggunakan masker. Namun apabila bersepeda dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi, dia tak menganjurkan penggunaan masker karena bisa menghambat aliran oksigen ke paru-paru.

Tahapan terakhir adalah pendinginan. Menurut Oldy, langkah ini dilakukan sebagai proses pemulihan setelah stamina banyak terkuras karena olahraga. Dia mewanti-wanti untuk melakukan perenggangan ringan, jangan langsung istirahat, apalagi minum kopi setelah selesai bersepeda.

"Perenggangan di tangan, punggung, dan pinggang. Setelah itu boleh istirahat atau coffee ride," ungkap Oldy, seraya menekankan, "kalau langsung duduk, kita tidak tahu otot yang tadi digunakan umpama selama satu jam itu berakibat buruk." (*)

Baca Juga:

Super Keren, Ini Dia 5 Sepeda Termahal di Dunia


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH