Terlihat Tanda-Tanda Seperti Ini, Sangat Mungkin Anak Jadi Korban Bullying Bullying sangat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. (Foto: Pixabay/geralt)

ORANGTUA harus harus sangat hati-hati terhadap kemungkinan bullying kepada anak. Di mana saja anak bisa jadi korban bullying. Maka, orang tua harus sebisa mungkin melakukan pencegahan atau sedini mungkin mengenali tanda-tanda kalau sudah terjadi bullying.

Tindakan bully tidak hanya terjadi ketika pelaku melakukan kekerasan secara fisik kepada korban, seperti memukul, menampar, atau menendang. Bully juga bisa dilakukan tanpa melakukan kekerasan fisik, yakni secara verbal seperti mengejek, memanggil seseorang dengan sebutan yang hina, menyebarkan gosip tentang korban, atau mempermalukan di depan banyak orang.

Di era teknologi seperti sekarang ini tindakan bully makin mudah terjadi, kerap dikenal sebagai cyber bullying. Pelaku cukup memakai media sosial untuk menjatuhkan korbannya, seperti menyebarkan teks, foto, atau video bertema negatif tentang korban.

1. Ciri-ciri ketika anak jadi korban bullying

Bullying menimbulkan depresi. (Foto: Pixabay/Anemone123)
Bullying menimbulkan depresi. (Foto: Pixabay/Anemone123)

Dikutip Alodokter.com, orangtua harus jeli melihat ciri perubahan tingkah laku anak, misalnya tidak semangat berangkat ke sekolah, prestasi belajar menurun, atau nafsu makan berkurang. Perubahan lainnya yang bisa tampak seperti:


- Tiba-tiba kehilangan teman atau menghindari ajakan pertemanan

- Barang-barang miliknya sering hilang atau hancur

- Mengalami gangguan tidur

- Kabur dari rumah

- Terlihat stres saat pulang sekolah atau usai mengecek ponselnya

- Mungkin ada luka di tubuhnya.

Baca Juga: Banyak Manfaatnya, Membiarkan Anak Bermain Sendiri


2. Apa yang harus orangtua lakukan?

Orang tua harus mengetahui ciri apabila terjadi bullying. (Foto: Pixabay/(Foto: Pixabay/Counselling)
Orangtua harus mengetahui ciri apabila terjadi bullying. (Foto: Pixabay/(Foto: Pixabay/Counselling)

Jika ciri-ciri tersebut ada pada diri anak, coba ajak dia bicara dari hati ke hati. Mulailah obrolan dengan cara yang halus agar anak mau mengutarakan isi hatinya. Ajari dia bagaimana cara menyikapi orang-orang yang berlaku kasar kepadanya, seperti menghindar ketika bertemu dengan mereka atau katakan, “Jangan ganggu saya.”

Satu hal lain yang perlu diingat adalah jangan mengajari untuk balas melawan atau melakukan kekerasan kepada para pelaku. Namun ajarkan agar ia tetap tangguh, dan jangan beri kesempatan para bully untuk merasa menang karena berhasil membuatnya putus asa. Berikan juga semangat untuk tetap percaya diri dan tetap bergaul dengan anak-anak lain yang baik.

Baca Juga: Mengajarkan Musik Pada Anak Sejak Dini Ternyata Banyak Manfaatnya Lho

3. Efek negatif dari bullying

Bullying sangat berefek negatif pada korban. (Foto: Pixabay/geralt)
Bullying sangat berefek negatif pada korban. (Foto: Pixabay/geralt)

Perilaku bully tersebut menimbulkan banyak efek negatif bagi korban, di antaranya:

1. Mengalami gangguan mental, seperti depresi, rendah diri, cemas, sulit tidur nyenyak, ingin menyakiti diri sendiri, atau bahkan keinginan untuk bunuh diri

2. Menjadi pengguna obat-obatan terlarang

3. Prestasi akademik menurun. Efek ini mungkin bisa terjadi karena korban takut pergi ke sekolah sehingga berdampak kepada kegiatan belajar

4. Ikut melakukan kekerasan atau melakukan balas dendam. (*)

Baca Juga: Bagaimana Cara Nikmati Seni Modern Bersama Anak-anak? Kota-Kota Ini Andalannya


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH