Take Away Nasi Padang, Dijamin Lebih Kenyang Bawa pulang dijamin lebih kenyang. (Foto: Instagram/ndut_culinary)

SIAPA sih yang enggak kenal nasi Padang? Berbagai macam lauk mulai dari ayam, telur dadar, hingga rendang, dijamin bikin kenyang dalam sajian satu piring. Selain cocok di lidah orang Indonesia, porsi nasi Padang biasanya lebih banyak ketika dibungkus ketimbang makan langsung di tempat. Kok bisa begitu ya?

Sensasi makan di Rumah Makan Padang memang enggak ada tandingan karena varian lauk yang bikin ngiler. Salah satunya rendang, primadona sekaligus makanan khas Sumatera Barat. Tidak lupa kuah kari, sayur nangka, daun singkong, dan sambal hijau yang bikin makan siang makin komplit.

Kalau kamu perhatikan, porsi nasi Padang yang dibungkus biasanya lebih banyak dan bisa untuk makan dua orang. Tak jarang beberapa orang memesan hanya setengah nasi saja. Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa porsi dibungkus lebih banyak daripada makan di tempat.

Masyarakat Sumatera Barat dulunya menyebut Rumah Makan Padang dengan Ampera, singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat. Dahulu kala, restoran Padang dianggap sebagai tempat makan untuk kaum-kaum elit saja. Meski terbilang harganya murah, masyarakat biasa tetap enggan untuk makan langsung di tempat karena merasa minder. Mereka lebih suka dibungkus dan dibawa pulang.

Baca juga:

Ketika Lapo Jadi Tempat Bernyanyi dan Berdebatnya Orang Batak

Take Away Nasi Padang Dijamin Lebih Kenyang
Memperhatikan soal estetika. (Foto: Instagram af_kadafi)

Mengetahui hal tersebut, para pemiliki restoran pun memberikan porsi lebih dengan harapan agar bisa dinikmati bersama keluarga di rumah atau setidaknya dua orang. Jika pesannya nasi dan ayam, biasanya akan mendapatkan bonus berupa sayur nangka, kuah kari, dan sambal hijau. Sejak saat inilah porsi nasi Padang yang dibawa pulang selalu lebih banyak.

Alasan kedua adalah soal biaya cuci piring. Semakin banyak orang yang makan langsung di tempat, maka semakin banyak pula peralatan yang dicuci. Konon katanya, pemilik restoran ini juga memikirkan biaya untuk membeli sabun cuci piring. Ketika nasi Padang dibawa pulang, pemiliki tidak perlu mencuci piring sehingga memberikan porsi lebih banyak.

Alasan terakhir berbicara soal estetika makanan Padang itu sendiri. Ketika diisi dengan porsi lebih banyak, bungkus nasi Padang akan terlihat lebih tegak sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi para pembeli lainnya.

Baca juga:

Sarapan Kenyang Maksimal di Negeri Aing

Take Away Nasi Padang Dijamin Lebih Kenyang
Terdiri dari berbagai varian lauk. (Foto: Instagram/jogjafooddestinations)

Ada juga ciri khas lain di rumah makan Padang. Buat kamu yang suka makan langsung di tempat, pasti sudah tidak asing lagi dengan kakek tua berkopiah hitam terpajang di dinding rumah makan tersebut. Bukan garis keturunan ataupun memiliki hubungan darah dengan si pemilik.

Beliau adalah Syech Kiramutalla Ungku Saliah atau lebih dikenal dengan sebutan Ungku Saliah yang merupakan ulama dari Kabupaten Padang Pariaman, khususnya Kecataman VII Koto Sei Sarik. Lahir pada 1887, semasa hidupnya Ungku Saliah diberikan kekuatan khusus untuk menyembuhkan penyakit.

Take Away Nasi Padang Dijamin Lebih Kenyang
Ungku Saliah. (Foto: Instagram/pewarna.foto.jadul)

Cara ia menyembuhkan penyakit pun cukup unik, seperti menggunakan daun, rumput, batu, atau barang lainnya. Meski terkesan sembarang, benda-benda yang digunakannya dapat mengantarkan kesembuhan. Foto beliau juga dipajang karena dianggap membawa keberuntungan dan rezeki dalam usaha setiap restoran Padang. Ungku Saliah wafat pada 1974 dan mulai saat itu, tradisi memajang foto beliau tersebar di semua rumah makan padang khas Pariaman. Hingga kini, makam Ungku Saliah pun tetap ramai dikunjungi oleh para peziarah. (and)

Baca juga:

Nikmatnya Seruit, Makanan Khas Lampung Simbol Kebersamaan

Bawang Bikin Bau Badan?
Fun
Makan Tanpa Sendok-Garpu Lebih Nikmat
Fun
Bawang Bikin Bau Badan?
Fun
Makan Tanpa Sendok-Garpu Lebih Nikmat
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Keberadaan Dukun Beranak yang Kian Memudar
Tradisi
Keberadaan Dukun Beranak yang Kian Memudar

Dukun beranak masih ada di dalam masyarakat.

Enggak Semua Makanan yang Ditranslate Jadi Naik Kelas
Kuliner
Enggak Semua Makanan yang Ditranslate Jadi Naik Kelas

Beberapa malah jadi terdengar nyeleneh.

Ronaldo Persembahkan Perak Ketiga Indonesia di Final Silat SEA Games
Indonesiaku
Ronaldo Persembahkan Perak Ketiga Indonesia di Final Silat SEA Games

Ronaldo kalah dengan skor 42 dan 49 atas atlet Vietnam Nguyen Duy Tuyen.

Pas untuk Oleh-Oleh, Kue-Kue Manis Tradisional Bali
Kuliner
Pas untuk Oleh-Oleh, Kue-Kue Manis Tradisional Bali

Dahulu, kue-kue manis tradisional hanya dibuat khusus untuk hari-hari besar umat Hindu di Bali.

Perobekan Bendera di Gedung DENIS Bandung
Travel
Perobekan Bendera di Gedung DENIS Bandung

Bendera Belanda berkibar hingga Oktober membuat marah warga Indonesia.

Jumenengan KGPAA Mangkunegoro X akan Berlangsung pada Sabtu (12/3)
Tradisi
Jumenengan KGPAA Mangkunegoro X akan Berlangsung pada Sabtu (12/3)

Upacara adat itu akan menampilkan tarian sakral Bedhaya Anglir Mendhung.

Taman Mini Indonesia Indah, Kemolekan Nusantara yang Rusuh di Awal Pembangunan
Travel
Taman Mini Indonesia Indah, Kemolekan Nusantara yang Rusuh di Awal Pembangunan

Gerakan menentang pembangunan TMII kala itu berasal dari mahasiswa, intelektual dan tokoh masyarakat lainnya.

Kuliner Jadi Primadona Pelancong di Kabupaten Sleman Selama Libur Lebaran
Travel
Kuliner Jadi Primadona Pelancong di Kabupaten Sleman Selama Libur Lebaran

Kenangan ini dapat berupa suasana tempat kuliner maupun rasa makanan atau minumannya.

Menilik Lebih Jauh tentang Perbudakan Belanda di Indonesia
Tradisi
Menilik Lebih Jauh tentang Perbudakan Belanda di Indonesia

Perbudakan Belanda di Tanah Air bermula ketika Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC)/Kongsi Dagang Hindia Timur datang ke Kepulauan Banda di Maluku pada 1621.

Indonesia Jadi Negara Terindah di Dunia, Sandiaga Uno: Liburan Enggak Perlu ke Luar Negeri
Travel
Indonesia Jadi Negara Terindah di Dunia, Sandiaga Uno: Liburan Enggak Perlu ke Luar Negeri

Indonesia dinobatkan sebagai negara terindah di dunia oleh majalah Time Out.