Sifilis Bawaan Membahayakan Bayi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 03 April 2023
Sifilis Bawaan Membahayakan Bayi

(Foto: Unsplash/Garrett Jackson)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGAI orang tua pastinya kamu mengharapkan bayi yang sehat secara fisik maupun mental. Ini diupayakan dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat-zat baik bagi tubuh dan air putih yang cukup.

Namun, mengonsumsi makanan baik saja tidak cukup. Banyak dari ibu hamil tidak mengenali bahayanya penyakit kelamin sifilis yang berisiko terhadap bayi. Sifilis merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita, tetapi keberadaannya sering kali diabaikan.

Baca Juga:

10 Kalimat yang Patut Orangtua Ucapkan pada Anak

Menurut data laporan tahunan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit menular seksual sifilis melonjak 15 persen antara 2019-2020 pada bayi. Angka ini meningkat 235 persen sejak 2016. Mengutip People, pada 2020 terdapat 2.148 kasus sifilis kongenital, meningkat 15 persen sejak 2019.

(Foto: Unsplash/Jill sauve)

CNN juga melaporkan bahwa banyak negara bagian di Amerika Serikat mengalami peningkatan kasus bayi yang lahir dengan sifilis, infeksi bakteri menular seksual yang dapat diturunkan di dalam rahim orang hamil tidak diobati.

Mengutip sheknows, sifilis kongenital atau turunan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius pada bayi baru lahir, di antaranya termasuk kerusakan tulang, pendengaran, hingga penglihatan. Maka dari itu, penting bagi ibu hamil untuk bersikap proaktif.

Baca Juga:

Akun Jagoan Parenting di Instagram Bantu Ibu Belajar Merawat Anak

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan skrining sampel darah. CDC merekomendasikan untuk melakukan tes tiga kali selama kehamilan, sekali selama trimester pertama, sekali lagi selama trimester ketiga, dan ketiga kalinya segera setelah melahirkan.

(Foto: Unsplash/Picsea)

Jika sifilis terdeteksi, kamu akan diberikan resep antibiotik yang bisa membunuh bakteri berbahaya. Dengan demikian, kamu dapat mencegah bayi terlahir dengan infeksi.

Faktanya, mengobati sifilis setidaknya 30 hari sebelum melahirkan mengurangi kemungkinan bayimu tertular hingga 98 persen. Jika ingin pencegahan yang lebih baik lagi, biasakan menggunakan kondom saat berhubungan seksual agar tidak tertular PMS. (kmp)

Baca Juga:

Kendalikan Anak saat Bermain Ponsel



*

#Kesehatan #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan