Sering Jadi Mainan ‘Pletekan’, Simak Fakta Unik dan Sejarah Bubble Wrap Marc Chavannes dan Alfred Fielding. (Foto: 9gag)

SIAPA sih yang tidak mengenal plastik dengan gelembung-gelembung udara yang satu ini? Kalau kamu memesan atau membeli barang baru, biasanya kamu akan menemukan plastik gelembung tersebut dalam kemasan. Fungsinya yakni sebagai bantalan agar barang pesananmu tidak rusah atau pecah.

Baca juga:

Yuk, Kenali Beberapa Jenis Packing yang Biasa Kamu Gunakan

Plastik bening bergelembung itu adalah bubble wrap. Ya, pasti kamu pernah memecahkannnya sebagai bentuk kepuasan tersendiri, bukan? Kebiasaan ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh anak kecil saja, lho! Orang dewasa pun masih suka untuk melakukan kebiasaan tersebut. Namun, tahukah kamu sejarah di balik terciptanya bubble wrap?

Sering Jadi Mainan ‘Pletekan’, Simak Fakta Unik Bubble Wrap
Produknya pernah ditolak berkali-kali oleh konsumen. (Foto: Bergen Record)

Sekitar 1950-an, memiliki wallpaper bermotif di ruang tamu rumah adalah suatu kemewahan. Lalu pada 1957, insinyur bernama Alfred Fielding dan seorang penemu Swiss bernama Marc Chavannes ingin membuat satu wallpaper dengan tekstur gelembung.

Sebagai bentuk percobaan, mereka menempelkan dua tirai shower bersamaan, menyegelnya begitu erat sehingga terciptalah gelembung udara.

Ide tersebut hanya membuat tertarik sedikit konsumen. Akhirnya gagasan untuk membuat bubble wrap sebagai wallpaper tidak terwujud.

Baca juga:

Kemasan Paket yang Baik, Jamin Amannya Barang Kamu

Tidak berhenti sampai disitu, Fielding dan Chavannes memutuskan untuk menjual produk mereka sebagai isolasi rumah kaca. Material itu dipercaya dapat digunakan untuk melindungi bangunan dan mempertahankan panas.

Meskipun mencoba memasarkannya untuk kali kedua, cara ini ternyata masih sulit meyakinkan konsumen untuk menggunakan bubble wrap karena terbuat dari bahan plastik.

Sering Jadi Mainan ‘Pletekan’, Simak Fakta Unik Bubble Wrap
Wallpaper menjadi suatu kemewahan jika dipasang di ruang tamu. (Foto: Ernest Packaging)

Pada 1959, seorang pakar pemasaran dari perusahaan Selade Air bernama Frederick W. Bowers memasarkan produk gagal Fielding dan Chavannes ke International Business Machines (IBM). Bowers menawarkan gagasan pengiriman IBM untuk dibungkus dengan bubble wrap sebagai bahan pelindung.

Alhasil, IBM terkesan dengan ide tersebut dan mulai menggunakan bubble wrap untuk melindungi barang elektronik dari kerusakan saat pengiriman. Padahal sebelumnya, masyarakat menggunakan koran, serbuk gergaji, atau rambut kuda.

Sering Jadi Mainan ‘Pletekan’, Simak Fakta Unik Bubble Wrap
Karya dari Bradley Hary yang menggunakan bubble wrap. (Foto: Ignant)


Popularitas bubble wrap mengalami puncak di 1960-an, menjadi salah satu produk yang paling banyak digunakan di dunia. Uniknya, bubble wrap juga pernah digunakan untuk membuat lukisan.

Artis Bradley Hart menggunakan jarum suntik dan menyuntikkan cat ke dalam silinder udara individual bubble wrap. Hurt juga menampilkan sisi sebaliknya dari karyanya yang menampilkan cat yang mengalir dari suntikan cat. (and)

Baca juga:

Kemasan Menarik Dorong Peningkatan Penjualan Produk



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH