Kemasan Menarik Dorong Peningkatan Penjualan Produk Ilustrasi kemasan.(Foto: KKP).

MerahPutih.com - Pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan diminta perhatika aspek pengemasan. Pengemasan saat ini, jadi komponen penting untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan produk. Apalagi, produk perikanan sebagai bahan pangan yang diyakini mampu meningkatkan imunitas tubuh ini, di masa pandemi ini, sangat terbuka lebar untuk peningkatan usaha.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Nilanto Perbowo menegaskan, dengan pengemasan yang berkualitas, baik dari sisi desain maupun bahannya, produk UKM perikanan memungkinkan menembus jaringan pasar modern dan e-commerce.

Direktur Pengembangan Bisnis Indonesian Packaging Federation, Ariana Susanti mengemukakan, tren kemasan terkini yang harus memenuhi aspek fungsional, ekonomis, ekologis, serta desain dan teknologi. Dalam penerapannya, perlu mempertimbangkan kebutuhan konsumen, karakteristik produk, serta regulasi yang berlaku.

Baca Juga:

Penerapan Ganjil Genap Dinilai Gak Nyambung dengan Penanggulangan COVID-19

Ia menegaskan, kemasan berfungsi untuk menyimpan produk, melindungi produk (dari sisi kualitas, keamanan, kesegaran), memberikan informasi, serta memberikan kenyamanan hingga pengiriman ke konsumen.

Selain fungsi dari sisi teknis, lanjut ia, kemasan bisa menjadi brand image untuk identitas produk yang dihasilkan ataupun citra perusahaannya.

"Tentunya dengan branding produk tersebut, maka produk cepat dikenal orang," ucapnya.

Selain itu, Ariana menekankan pentingnya kemasan rapi dan menarik dengan desain kreatif dan inovatif sehingga produsen juga perlu mempertimbangkan standar kualitas sejak pemilihan bahan baku hingga menjadi produk.

Ilustrasi kemasan
Ilustrasi kemasan. (Foto: tjetak.com)

Pelaku usaha juga diminta menambahkan dengan aspek menetapkan harga jual yang bersaing, menciptakan promosi kreatif dan informatif serta bisa memanfaatkan e-commerce atau bentuk pemasaran digital.

Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Daya Saing dan Nilai Tambah, Rina Sa’adah menekankan, dengan strategi RINA (Repositioning, Innovation, New paradigm, Added value) produk perikanan bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Syaratnya, kata ia, menempatkan posisi citra merk terhadap produk perikanan, serta kemudian diperlukan inovasi sejak proses pengolahan hingga pemasaran.

"Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia menjadi paradigma baru untuk menciptakan mindset masyarakat agar cinta produk lokal yang berdaya saing," ujar Rina. (ARR)

Baca Juga:

Tiongkok Bakal Lanjutkan Pembangunan Depo Minyak di Batam



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH