Sadari 4 Kesalahan Memasang Kursi Bayi Tambahan di Mobil Ketahui kesalahan pemakaian baby car seat sejak dini (Foto: parents.com)

Saat berkendara menggunakan mobil, tentunya harus dilengkapi dengan keamanan guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Bagi orang tua yang membawa bayi, bisa menggunakan kursi tambahan untuk si kecil. Biasanya kursi ini dilengkapi dengan senderan busa dan sabuk pengaman.

Namun, beberapa orang tua sering abai karena kurang memperhatikan hal-hal kecil saat pemasangan. Padahal itu bisa berdampak buruk bagi buah hati. Dilansir dari laman alodokter, berikut ini beberapa kesalahan yang sering terjadi saat memasang bayi kursi di mobil.

Baca juga:

Detak Jantung Ibu Beri Manfaat Luar Biasa Untuk Bayi

1. Menambah lapisan

Lapisan tambahan bisa melonggarkan sabuk pengaman bayi (Foto: pexels/leah kelley)
Lapisan tambahan bisa melonggarkan sabuk pengaman bayi (Foto: pexels/leah kelley)

Mulanya ingin meningkatkan kenyamanan dan keamanan penjagaan si kecil, berujung membahayakan. Kebanyakan orangtua menambahkan lapisan, seperti bantal, selimut atau guling secara berlebihan sehingga terlalu tebal.

Sebenarnya, lapisan tambahan ini membuat keamanan tali pengikat car seat menurun. Dampaknya, sabuk pengaman jadi kendur hingga membahayakan bayi. Pilihlah car seat yang memiliki busa cukup tebal sehingga tak memerlukan lapisan tambahan lagi.

2. Tali pengikat longgar

Utamakan keamanan tali pengikat car seat di mobil (Foto: pixabay/rhonda jenkins)
Utamakan keamanan tali pengikat car seat di mobil (Foto: pixabay/rhonda jenkins)

Gunakan sabuk pengaman sesuai dengan anjurannya. Pastikan sudah terpasang dengan erat sehingga menjamin keamanan bayi. Sabuk pengaman yang erat, meminimalisir pergerakan si kecil. Terlebih dari guncangan selama perjalanan.

Baca juga:

Kenali Alergi pada Bayi dengan Gejala Berikut

Jika tali pengikat longgar, keamanan bayi terancam. Misalkan saja terjadi tabrakan atau benturan, bisa mengakibatkan cedera pada bayi. Tak hanya longgar, pemasangan sabuk pengaman yang terlalu tinggi juga membahayakan. Bayi bisa terlempar dari car seat saat terjadi kecelakaan serius.

3. Pasang di kursi depan

Jangan posisikan baby car seat di kursi depan dekat pengemudi (Foto: corporate.walmart.com)
Jangan posisikan baby car seat di kursi depan dekat pengemudi (Foto: corporate.walmart.com)

Hindari menempatkan baby car seat di kursi bagian depan. Karena itu terlalu membahayakan. Saat terjadi kecelakaan, bayi yang ditempatkan pada bagian kursi depan bisa mengalami benturan keras dari airbag.

Pelindung pengemudi dan penumpang bisa mengenai kepala bayi hingga menyebabkan cedera fatal. Baiknya, tempatkan baby car seat di bagian tengah kursi belakang pengemudi.

4. Tidak periksa kembali

Hindari posisi kepala anak tertunduk  saat ditempatkan di baby car seat (Foto: pixabay/publicdomainpictures)
Hindari posisi kepala anak tertunduk saat ditempatkan di baby car seat (Foto: pixabay/publicdomainpictures)

Pastikan secara keseluruhannya. Mulai dari memilih produk hingga pemakaian. Cermati kualitas produk, ikuti petunjuk pemasangan, model kursi, label dan tanggal produk, serta kelengkapan produk.

Bagi anak usia di bawah dua tahun, gunakan baby car seat menghadap sandaran kursi. Bukan hadap depan. Sandarkan kepala bayi dengan baik dan nyaman. Hal ini guna melancarkan jalan pernapasan dan tidak tertunduk. (Dys)

Baca juga:

7 Hal yang harus Diperhatikan Sebelum Membawa Bayi Naik Pesawat


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH