7 Hal yang harus Diperhatikan Sebelum Membawa Bayi Naik Pesawat Biarkan bayi tidur selama terbang. (Foto: Pixabay)

SEORANG perempuan paruh baya, Yuli Winarti, duduk di kursi bagian depan dekat sisi lorong kabin pesawat. Ia tampak menggendong seorang bayi perempuan. Bayi berusia satu bulan itu merupakan cucu pertamanya.

Bagi Yuli, penerbangan dari Jakarta ke Makassar merupakan pengalaman pertamanya membawa bayi berusia satu bulan naik pesawat. Namun, penerbangannya dengan sang cucu telah mendapat izin dari dokter.

Bayi berusia satu bulan dianggap sudah siap melakukan perjalanan jauh. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum mengajaknya terbang.

1. Konsultasi dengan dokter anak

Dokter
Konsultasi dengan dokter. (Foto: Pixabay)

Seperti Yuli, sebelum terbang, ia terlebih dahulu konsultasi dengan dokter anak. Tiga hari sebelum berangkat, ia berkunjung ke dokter anak. Dokter menyarankan agar lubang telinga bayi bernama Nazla Salsabilla itu ditutup kapas bulat atau ear plugs. Suara mesin pesawat terbang dengan intensitas suara 60-100 desibel menjadi lebih keras saat take off. Kapas akan membantu bayi lebih nyaman dan tidak terganggu suara keras tersebut.

2. Pilih kursi di sisi lorong

Lorong pesawat
Duduk di sisi lorong agar mudah membawa bayi ke toilet. (Foto: Pixabay)

Pilihan Yuli duduk di bagian depan di sisi lorong tepat. Ketika si kecil buang air, mungkin Anda harus berulang kali ke toilet. Begitu pun saat bayi rewel. Anda bisa mengajaknya berjalan-jalan di lorong untuk menenangkannya. Dengan memilih duduk di sisi lorong, Anda akan mudah keluar masuk tanpa mengganggu penumpang lain. Kursi bagian depan juga alternatif tepat. Area ini cukup luas sehingga Anda bisa duduk dengan nyaman dan bayi tidak terganggu suara bising mesin pesawat.

3. Jaga kesehatan

Olahraga
Olahraga untuk menjaga kesehatan selama bepergian. (Foto: Pixabay)

Adalah penting menjaga kesehatan Anda sebelum terbang. Bayi mudah tertular airborne infection, terutama flu dan batuk. Sebelum bepergian, jaga lah kesehatan dengan olahraga ringan, konsumsi air minimal delapan gelas sehari, dan minum vitamin C. Jika Anda sehat, kesehatan si kecil tidak berisiko terganggu.

4. Menunggu pesawat di area ‘No Smoking’

No smoking area
Pilih area tidak merokok dapat menjaga kesehatan bayi. (Foto: Pixabay)

Demi menjaga kesehatan bayi, Anda mesti menjauhkannya dari paparan rokok. Cara termudah dengan tidak merokok dan menunggu pesawat boarding di area ‘No Smoking’. Tidak perlu berangkat terlalu pagi agar terhindar dari risiko terkena paparan rokok saat Anda tidak dapat kursi di area ‘No Smoking’. Namun, pastikan Anda tiba di bandara setidaknya dua jam sebelum check in supaya tidak tergesa-gesa.

5. Pakai ransel

Ransel
Bawa ransel berisi perlengkapan bayi ke kabin. (Foto: Pixabay)

Bepergian hanya berdua dengan bayi? Membawa ransel lebih baik ketimbang koper. Kedua tangan Anda bisa bergerak bebas memegang bayi. Batasi pula isi dan berat tas. Isi ransel yang ditaruh di kabin dengan beberapa buah baju, selimut, sweater dan susu bayi. Barang-barang ini berguna mencegah bayi kedinginan akibat suhu penyejuk ruangan yang dingin. Popok dan tisu basah juga sebaiknya turut dimasukkan untuk berjaga-jaga apabila penerbangan ditunda dan bayi sering mengompol akibat dingin.

6. Beri bayi susu

Menyusui bayi
Beri bayi susu selama pesawat lepas landas dan mendarat. (Foto: Pixabay)

Perubahan tekanan udara saat pesawat lepas landas dan mendarat dapat membuat telinga bayi sakit. Beri bayi susu untuk mengurangi risiko ini. Anda bisa menyusuinya menggunakan susu formula dalam botol.

Beri terus bayi susu hingga pesawat berada pada ketinggian stabil. Banyak orang mengatakan penumpang tidak diizinkan membawa cairan lebih dari 100 ml ke dalam kabin. Sebenarnya, untuk penerbangan dalam negeri, aturan ini lebih fleksibel.

7. Biarkan bayi tidur

Bayi tidur
Biarkan bayi tetap tidur selama di pesawat. (Foto: Pixabay)

Tidak usah memaksakan menyusui bayi saat ia sedang tidur. Dalam kondisi tidur, perubahan tekanan udara pada kabin tidak akan memengaruhi tekanan dalam gendang telinga. Jadi, Anda lebih baik membiarkan bayi tetap tertidur daripada membangunkannya untuk disusui.

Ketika dibangunkan, bayi malah berisiko merasa tidak nyaman dan menjadi rewel.

Dengan memerhatikan tujuh hal tersebut, perjalanan Anda dan bayi akan lebih nyaman. (*)

Kredit : rina

Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH