Minum Kopi Bisa Turunkan Berat Badan, Benarkah?
Mungkinkah kopi bisa turunkan berat badan? (Foto: Unsplash/Nathan Dumlao)
KOPI mungkin berperan meningkatkan metabolisme tubuh dan mengurangi nafsu makan seseorang. Namun, minuman itu ternyata belum tentu membantu menurunkan berat badan. Demikian pendapat yang diutarakan pakar nutrisi di Perth, Australia, Dr. Shyamala Vishnumohan, seperti dituliskan Antara, Selasa (4/10).
Menurutnya, seperti yang disiarkan LiveScience, manajemen berat badan jauh lebih kompleks daripada sekadar menyeruput secangkir kopi dan menghilangkan lemak dalam tubuh. Ada banyak faktor yang kompleks untuk menentukan pengurangan berat badan seseorang.
Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mengurangi nafsu makan, sehingga berpotensi mengakibatkan seseorang makan lebih sedikit kalori. Namun, meski kopi dapat sedikit mengurangi hormon ghrelin, Vishnumohan tak yakin minuman itu punya peran signifikan dalam menekan nafsu makan seseorang hingga mampu menurunkan berat badannya.
Baca juga:
Jangan Ragu Minum Kopi, Ini Manfaat Besarnya
Misalnya, satu studi di International Journal of Food Sciences and Nutrition menemukan bahwa minum kopi sebelum makan sedikit menurunkan asupan kalori. Namun, efek penekan nafsu makan tidak bertahan lebih dari tiga hingga empat jam.
Kemudian, ada pula studi lainnya dari Obesity yang menunjukkan bahwa peserta dengan kelebihan berat badan yang mengonsumsi kopi mengurangi asupan kalori mereka saat makan berikutnya. Percobaan lain oleh Appetite bahkan menyimpulkan bahwa kopi tidak berpengaruh terhadap jumlah kalori yang dikonsumsi seseorang.
Para ahli tidak sepenuhnya memahami mekanisme di balik pengurangan ghrelin, tetapi satu penelitian kecil di Journal of American College of Nutrition menuliskan hasil yang mengejutkan. Disebutkan bahwa kopi berkafein justru lebih mampu menekan nafsu makan.
Kendati demikian, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami sepenuhnya mengenai hal itu, terutama efek kopi terhadap penekanan nafsu makan seseorang dan imbasnya pada penurunan berat badan.
Baca juga:
Minum Kopi Tiap Hari Mampu Mengurangi Risiko Penyakit Liver
"Asupan kopi mempercepat metabolisme, kemungkinan karena kandungan kafeinnya. Ini meningkatkan pembakaran lemak melalui peningkatan thermogenesis (produksi panas) dan stimulasi neurotransmiter seperti adrenalin," ungkap pakar diet Lon Ben-Asher.
Satu percobaan kecil pada 2017 oleh Clinical Physiology and Functional Imaging menemukan bahwa kombinasi kopi dan olahraga meningkatkan proses pemecahan lemak. Namun, penelitian itu berskala kecil, sehingga masih membutuhkan lebih banyak penelitian lain.
Peneliti juga mengingatkan, agar orang-orang jangan tergoda minum kopi berlebihan karena ada efek samping yang tidak diinginkan, termasuk kegelisahan dan detak jantung berdebar kencang. (waf)
Baca juga:
Masih Bermanfaat, Jangan Langsung Buang Ampas Kopi
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
Cak Imin Imbau Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Daftar Ulang Biar Bisa Diputihkan
23 Juta Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Dihapuskan, Ini Syarat Penerimanya
Trik Dokter Jaga Imun: Vitamin, Hidrasi & Tidur Lawan Penyakit Cuaca Ekstrem
Kejar Target, Cek Kesehatan Gratis Bakal Datangi Kantor dan Komunitas
Pengecekan Kesehatan Cepat kini Tersedia di Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas