Mengenal Komunitas 'Lyfe With Less' Komunitas Lyfe With Less. (Foto: Cynthia S. Lestari)

KOMUNITAS yang satu ini memiliki dampak yang besar untuk membantu kita dalam merubah gaya hidup minimalis. Tim MerahPutih mencoba menghubungi founder dari Lyfe With Less, Cynthia S. Lestari. Lyfe With Less merupakan wadah bagi yang ingin belajar dan mengetahui bagaimana hidup minimalis.

Cynthia mengatakan terbentuknya Lyfe With Less berawal dari pengalaman pribadinya di dua tahun lalu ketika ia menghadapi Quarter Life Crisis (QLC). Salah satu cara untuk mengatasi QLC sendiri adalah dengan gaya hidup minimalis ini.

Baca juga:

Mengubah Gaya Hidup lewat Dokumenter Minimalis

View this post on Instagram

Haloo, kalau kemarin kita sudah membahas soal bagaimana mengatur keuangan minimalis selama #DiRumahAja dalam menghadapi Covid-19, sekarang LWL mau ajak teman-teman untuk join IG LIVE bareng @get.kalm untuk membahas soal bagaimana cara agar kita tetap tenang namun waspada di tengah pandemi ????? ? Apa saja yang bisa kita lakukan & bagaimana sih psikologi kita saat ini dalam menghadapinya. Catat tanggal dan jamnya yaa! ? ? How to stay KALM in the time of Covid-19? Rabu, 1 April 2020? 19:00 - 20:00 WIB? ? Seperti biasa, teman-teman boleh tulis pertanyaan di post komentar ini yaa!? ? Kira-kita kalian mau tanya apa aja nih? ????? ?. #minimalist #beingminimalist #lyfewithless #gayahidupminimalis #minimalisjakarta #minimalistlifestyle #lessismore #decluttering #minimalistfinancial #howtobeminimalist #gominimalist #pakaisampaihabis #minimalism #minimalislife #hidupminimalis #belajarminimalis #learntobeminimalist #belajarjadiminimalis #slowliving #indonesianminimalist #minimalismindonesia #becomingminimalist #sustainableliving #minimalistcommunity #indonesiaminimalistcommunity #frugalliving #frugallife

A post shared by Minimalist Community | IDN (@lyfewithless) on

Namun, dahulu ia masih kesulitan mencari informasi tentang gaya hidup minimalis. Setelah mempelajari apa itu minimalis, Cynthia ingin membagikan ceritanya kepada khalayak ramai. Nah, untuk menjangkau banyak orang, ia memutuskan membuat akun Instagram @lyfewithless pada Desember 2018.

Lewat Lyfe With Less, Cynthia ingin membagikan gaya kepada orang-orang bahwa hidup minimalis itu mudah dipraktikan dan baik untuk dilakukan sehari-hari. Hal ini membantu orang-orang untuk mengurangi konsumerisme dan pembelian impulsif yang seringkali dilakukan.

Baca juga:

Tipe Penonton Ajaib yang Kerap Ditemukan di Bioskop

Merahputih.com juga menanyakan bagaimana komunitas ini berjalan selama masa pandemi. Ternyata situasi sekarang sangat berhubungan dengan gaya hidup minimalis. Sehingga Lyfe With Less pun melakukan banyak diskusi tentang minimalism dan pandemi bersama beberapa partner.

View this post on Instagram

????#BijakBerkonsumsi????? Selama kampanye #DiRumahAja kita jadi lebih peka untuk #BijakBerkonsumsi demi menjadi lebih mindful dalam keuangan, ketenangan jiwa dan kesehatan raga. ? ? Sebenarnya apa sih #BijakBerkonsumsi yang belakangan ini sering kami komunikasikan? #BijakBerkonsumsi adalah lagi-lagi sebuah ajakan. Ajakan kepada kita semua untuk berkonsumsi secara SADAR demi menghindari impulsive buying & selalu bertanggung jawab atas apa yang kita konsumsi sehari-hari. Bukan cuma soal uang, tapi ada effort dan waktu juga yang termasuk dalam konsumsi. ? ? Dengan bijak dalam berkonsumsi, kita bisa lebih dekat dengan syukur, merasa cukup dan semoga bisa menemukan bahagia yang sederhana, tidak melulu bahagia dengan materi ????? ? Bagaimana dengan teman-teman di sini? Sudahkah kalian #BijakBerkonsumsi? Sebarkan semangat ajakan ini jika kalian sedang melakukannya agar semakin banyak teman-teman yang sadar ??

A post shared by Minimalist Community | IDN (@lyfewithless) on

Hal ini dilakukan sebagai aksinya untuk memberikan inspirasi dan semangat kepada orang-orang. "Diskusi juga kami laukan melalui IG LIVE dan IG Group dengan followers untuk menjaring ide dan pemahaman dari berbagai perspektif," ungkap Cynthia.

Selama pandemi ini, Lyfe With Less mengkampanyekan #BijakBerkomunikasi. Hal ini bertujuan untuk teman-teman agar terhindar dari pembelian impulsif di masa pandemi. "Karena saat ini kan kita sedang dalam mode bertahan, jadi berhemat adalah salah satu langkah terbaik untuk melewati masa-masa sulit seperti sekarang," tutupnya. (Ren)

Baca juga:

Amankah Investasi Online? Yuk Intip Tips Berinvestasi Bagi Pemula


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH