Mengenal Kliwon Berikut Simbol Hewan Cerita Si Buta Dari Gua Hantu

PERGURUANNYA bernama Elang Putih, senjatanya golok berhulu kepala naga, latihannya memecahkan ilmu membedakan suara berekor-ekor lebah, pakaiannya kulit ular, bahkan teman seperjalanannya seekor monyet. Apakah sebuah kebetulan cerita Si Buta Dari Gua Hantu garapan Ganes TH melimpah ragam ungkap hewan?

Perguruan silat di Desa Eretan, Banten, (Kampung Lembah Pangeran, seturut Si Buta Dari Gua Hantu, Volume 2, Sapujagat) pimpinan Paksi Sakti Indrawatara bernama Elang Putih. Jurusnya andalannya Golok Elang Putih, mengandalkan kecepatan tebasan.

Baca juga:

Siapa Si Buta Dari Gua Hantu?

Tidak terang di dalam cerita bergambar (cergam) Ganes TH berkait asal-usul Elang Putih, namun keberadaannya amat membuat masyarakat desa menjadi tenteram, terbukti setelah Mata Malaikat hanya menyisakan pewaris tunggal perguruan tersebut, Barda Mandrawata, suasana desa berubah selaik neraka dunia. "Kami seakan hidup di dasar neraka," kata seorang pemilik warung makan di desa kepada Barda Mandrawata.

Di antara para murid perguruan Elang Putih, hanya Barda terlihat menggunakan golok berhulu kepala naga, persis seperti kepunyaan ayahnya. Jelang ajal menjemput, ayahnya berpesan agar Barda bisa memecahkan jurus Golok Mata Malaikat dengan kemampuan membedakan suara. Setelah berhasil menguasai jurus tersebut, bahkan setelah menjadi Si Buta, tenaga dalamnya tetap mengalir ilmu Elang Putih.

si buta
Barda melatih jurus tiga sekali tebas. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Bumilangit)

"Di darahku mengalir ilmu aliran Elang Putih. Untuk menghabisi mangsanya elang tak pernah menunggu," kata Barda 'Si Buta' Mandrawata di dalam Volume 3 Rajamandala.

Penyempurnaan ilmu golok Elang Putih terjadi ketika Barda berusaha memecahkan jurus membedakan suara di air terjun Gua Hantu. Di antara deru suara air terjun Barda melatih tebasan goloknya pada lebah. Bertahun-tahun ia hanya mengirim bangkai lebah terbelah dua di aliran sungai lantaran belum berhasil sekali tebas tiga lebah terbelah jadi bangkai sekaligus. Ia baru berhasil setelah menutup mata menjauhkan suara gemuruh air terjun, lantas telinganya berhasil menangkap dengung lebah. Kehadiran lebah, menurut Goklas Teguh Sujiwo, Senior Editor Bumilangit Comic, sebagai cara Barda melatih kecepatan tebasan golok serta mengasah pendengarannya agar semakin sensitif.

Baca juga:

Rahasia Senjata Si Buta Dari Gua Hantu

Dengan kemampun permainan golok ditambah jurus membedakan suara, Barda akhirnya mampu mengalahkan Mata Malaikat, namun langsung diserang Lugai atau Sapujagat sampai terpental masuk jurang jatuh tepat di mulut gua berpenunggu ular raksasa. Ia berhasil mengalahkan ular raksasa, lalu dagingnya dimakan selama berlatih jurus warisan sang petapa (Patua), lantas kulitnya dijadikan pakaian sebadan.

"Di komik remakenya kita ceritakan ia (Si Buta) menyatu sama ular itu. Walaupun ular itu dibunuh tapi ular itu kan membuatnya bertahan selama di gua. Ia makan ular itu jadi menyatu, memberi perlindungan bagi tubuhnya," tutur Oyasujiwo

Pakaian kulit ular ikon Si Buta tersebut bahkan membuat karakter pertarungannya seperti ular dengan penglihatan terbatas sehingga mengandalkan telinga menunggu gerakan lawan.

"Ular lebih suka menunggu lawan mendekat. Saat lawan masuk jangkauan, ular jadi sangat mematika," kata Siluman Ular Sungai menaksir pertarungan Barda. Namun, justru Barda memulai serangan lantaran di dalam tubuhnya mengalir ilmu Elang Putih.

si buta
Barda berhasil mengalahkan ular raksasa. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Bumilangit)

Setelah keluar gua berpakaian kulit ular dan menggunakan tongkat stalaktit, di tengah jalan melintasi hutan rimba, Barda menjumpa seekor monyer hampir diterkam harimau. "Kasihan monyet kecil itu. Ia akan menjadi mangsa Raja Hutan nan buas itu," gumam Barda di dalam hati. Barda seketika menerjang, menghempaskan harimau dengan hentakan tongkatnya, lantas monyet tersebut diajaknya menjadi teman seperjalanan sebagai pengembara.

Wanara, menurut Syamsudin, kolektor Si Buta Dari Gua Hantu, berubah nama menjadi Kliwon setelah cergam gubahan Ganes TH laris-manis di pasaran diangkat dalam layar lebar lantaran monyet pemeran teman perjalanan Si Buta memang bernama Kliwon. "Supaya gampang pas shooting diarahkannya maka panggilan Kliwon diteruskan, enggak lagi Wanara," kata lelaki bersuara lembut nan sedang menggarap buku biografi Ganes TH.

Kliwon memang tak memiliki ilmu khusus lantaran monyet semata. Namun, beberapa kali turut membantu Si Buta di dalam pertaruangan, seperti mencakar muka lawan atau menjadi pengalih perhatian musuh. "Si Kliwon (Wanara) itu sebenarnya perpanjangan matanya si Buta dan karena buta memang geraknya kan jadi tidak selincah itu, nah itulah fungsinya Si Kliwon," ungkap Oyasujiwo sapaan Goklas Teguh Sujiwo, Senior Editor Bumilangit Comic. Alhasil, Kliwon acap membantu jadi pembuka jalan pada pengembaraan Si Buta.

si buta
Si Buta saat menolong Wanara. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Ganesh TH)

Karakter Kliwon, menurut Aji Prasetyo penulis cerita Volume 3 Rajamandala, sejak cergam, film, sinetron, maupun kreasi Bumilangit tetap ditampilkan secara normal sebagai monyet. "Misal ikut bertarung dan bisa menghabisi empat musuh sekaligus pakai jurus. Kan enggak begitu," kata Aji Prasetyo. Maka, Kliwon, lanjutnya, digambarkan sebagai teman pendamping sesuai porsinya, seperti naik di pohon, melihat bahaya mendekat lalu memberi sinyal, kemudian terkadang penujuk jalan Si Buta.

Cerita Si Buta memang kaya akan ragam hewan, baik sebagai bagian jurus maupun tokoh. "Sebenarnya Si Buta salah satu filsosofinya kan 'aku bersama semesta, aku ada di mana-mana' jadi kata kunci banget. Tidak terpisahkan dari hewan-hewan, seperti ular punya filosofinya sendiri, elang ada filosofinya sendiri. Ular itu menunggu, tapi kalau Elang menerkam. Jadi masing-masing ada (filosofi)," jelas Oyasujiwo.

Hubungan erat kemunculan hewan pada cerita Si Buta, menurut Andy Wijaya GM Commercial Bumilangit, menduga ada kaitannya dengan fenomena cerita silat nan berkembang di masa Ganes TH. "Ya kalau dulu kan memang untuk ilmu silat belajarnya dari hewan. Jurus ular, jurus apa congcorang itu dari perilaku hewan," jelas Andy.

si buta
Kliwon menjadi teman sejati di dalam pengembaraan Si Buta. (Foto: Si Buta Dari Gua Hantu, Ganesh TH)

Di dalam cerita silat gerakan hewan jadi inspirasi para pendekar mengkreasikan jurus. Tak heran bila kedekatan hewan dengan para pendeker tak sebatas di dalam aliran ilmu, melainkan menjadi teman, persis seperti Si Buta dan Kliwon. Bahkan di tradisi lokasl, lanjut Oyasujiwo, kedekatan manusia dengan hewan pun terbentang pada legenda maupun cerita tutur turun-temurun di masyrakat. "Wanara, ular, enggak jauh juga sama Hanoman, Nagageni, Garuda kan sebetulnya. Tampilan binatang-binatang itu udah lekat sama manusia," ucapnya.

Hewan memang tak bisa dipisahkan di dalam kehidupan manusia bahkan di masa lalu, menurut Aji Prasetyo, mungkin hingga kini di Jawa, nama manusia terkadang menggunakan unsur atau isitlah hewan, seperti di masa Majapahit ada Lembu Sora dan sebagainya. Maka, cerita SI Buta memang sejatinya cerita hubungan manusia dengan alam semesta, termasuk hewan di dalamnya.

"Tuhan telah menciptakan jalan ini untuk ku tempuh, langit tempatku bernaung, pohon tempatku meneduh dari terik sang mentari dan hujan. Aku berada di mana-mana. Itulah duniaku," ungkap Barda. (Sam)

Baca juga:

Mengajak Barda 'Si Buta' Mandrawata Bicara Empat Mata

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Alasan Wisata 'Hantu' Sangat Potensial di Indonesia
Travel
Ini Alasan Wisata 'Hantu' Sangat Potensial di Indonesia

Wisata 'Hantu' Sangat Potensial di Indonesia

Sajian Hangat Mi Celor Khas Palembang
Kuliner
Sajian Hangat Mi Celor Khas Palembang

Kaya aroma udang dan telur.

Ketika Lapo Jadi Tempat Bernyanyi dan Berdebatnya Orang Batak
Kuliner
Ketika Lapo Jadi Tempat Bernyanyi dan Berdebatnya Orang Batak

Bukan hanya sekadar tempat makan, tapi juga tempat bersosialisasi.

'First Timer' ke Bali Starter Pack
Travel
'First Timer' ke Bali Starter Pack

Tidak masalah pertama kali melancong ke Bali.

5 Destinasi Favorit Liburan Akhir Tahun, Ada Kotamu?
Travel
5 Destinasi Favorit Liburan Akhir Tahun, Ada Kotamu?

Setiap kota punya ceritanya masing-masing.

Belasan Kegiatan Seni dan Budaya Siap digelar di Kabupaten Sleman DIY
Travel
Belasan Kegiatan Seni dan Budaya Siap digelar di Kabupaten Sleman DIY

Banyak kegiatan seni dan budaya yang digelar setelah status PPKM diturunkan.

Selisik Makna Kostum Ikonik Si Buta Dari Gua Hantu
Indonesiaku
Selisik Makna Kostum Ikonik Si Buta Dari Gua Hantu

Ia benar-benar berubah secara tampilan. Pakainnya berbahan kulit ular, termasuk ikat kepalanya

Banjaratma, Rest Area Unik Bagaikan Museum
Travel
Banjaratma, Rest Area Unik Bagaikan Museum

Rest area Tol Pejagan-Pemalang KM 260B ini favorit banyak orang.

Minuman Persahabatan Orang Flores
Kuliner
Minuman Persahabatan Orang Flores

Moke jadi ciri khas pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

Kudus Kota Toleransi, Tidak Ada Sapi yang Disembelih
Kuliner
Kudus Kota Toleransi, Tidak Ada Sapi yang Disembelih

Toleransi sangat kuat di Kudus bahkan sampai bahan pembuatannya.