Lindungi Sampanye, Belgia Hancurkan Bir AS

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 05 Mei 2023
Lindungi Sampanye, Belgia Hancurkan Bir AS

Akibat mengorelasikan champagne dengan produk bir Miller High life, ribuan kaleng bir Amerika Serikat itu dihancurkan. (Foto: Instagram/Miller High Life Beer)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SALAH satu merek bir yang terkenal di Amerika Serikat (AS) adalah Miller High Life. Ini merek minuman keras asli dari Negeri Paman Sam yang sudah eksis sejak 1903.

Aspek yang membuat bir ini berbeda dari bir lainnya di Amerika Serikat adalah bagaimana citra bir ini yang menyerupai merek kelas atas dan dijual dengan botol yang serupa dengan champagne.

Selain itu, merek ini juga erat hubungannya dengan gaya hidup para biker Harley Davidson. Dari sinilah mengapa slogan "Champagne of Beers" melekat di Miller High Life yang ternyata ditentang keras oleh asosiasi yang ada di Belgia.

Slogan ini sebenarnya sudah melekat dengan erat dan diterima oleh khalayak Negeri Paman Sam, tapi asosiasi Comite Champagne tampaknya tak menerima penggunaan istilah champagne ada di produk bir Miller High Life.

Baca juga:

Bir Biru, Minuman dari Pigmen Alami Spirulina

bir amerika serikat

Pihak asosiasi Komite Champagne mengklaim aksinya demi melindungi nama serta produk dari champagne. (Foto: Instagram/Comite Champagne)

Oleh karena itulah asosiasi tersebut bekerja sama dengan pabean di Belgia mencegat paket bir menuju Negara Jerman yang berisikan lebih dari 2.000 kaleng bir Miller High Life pada bulan Februari 2023.

Ribuan kaleng bir itu kemudian disita saat berada di Pelabuhan Antwerp Belgia. Pada pekan lalu, sebanyak 2.352 kaleng Miller High Life itu dihancurkan oleh pihak pabean.

Klaim utama dari Comite Champagne yang pada dasarnya bekerja sebagai asosiasi untuk melindungi produk sampanye asli dari wilayah Prancis adalah bagaimana Miller High Life melanggar penggunaan istilah champagne.

Sampanye disebut harus berupa produk anggur berbuih yang berasal dari Prancis sehingga tidak diperbolehkan bir, apalagi berasal dari AS, menyematkan nama itu di slogannya.

Baca juga:

Hadirkan Suasana Bar di Rumah dengan Lilin Beraroma Bir

bir as
Pemegang merek bir Miller High Life disebut tak mempermasalahkan aksi ini, karena menghormati peraturan lokal. (Foto: Instagram/Miller High Life Beer)

“(Aksi ini-Red) menegaskan pentingnya Uni eropa untuk mematuhi penunjukan asal dan menghargai tekad produsen sampanye untuk melindungi penunjukannya,” tegas Direktur Pelaksana Comite Champagne Charles Goamaere, sebagaimana dikutip Associated Press (27/4).

Penunjukan yang dimaksud adalah bagaimana Uni Eropa sebenarnya memiliki sistem penunjukan geografis khusus yang dibuat untuk menjamin keaslian serta asal-usul dari makanan, anggur, serta minuman keras yang masuk kategori artisanal. Salah satunya adalah champagne.

Apalagi pemilik merek Miller High Life, yakni Molson Coors Beverage Co., memang tidak memiliki kerjasama resmi dengan Uni Eropa untuk mengekspor produk bir mereka ke sana.

Mendengar langkah keras dari Comite Champagne dan pabean Belgia, pihak Molson Coors Beverage Co. mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Karena perusahaan itu menghormati peraturan setempat, tapi tetap mengajak semua orang di Eropa untuk mencoba mencicipi produk Miller High Life yang sampai sekarang tetap dibanggakan perusahaan itu. (aru)

Baca juga:

Produsen Bir Bantu Cegah Pencemaran Limbah Sungai Cisadane dengan Waste Trap

#Belgia #Bir #Amerika Serikat #Peristiwa Unik
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Olahraga
Ebola Intai Piala Dunia 2026, AS Wajibkan Tes Kesehatan Penumpang Internasional di Semua Bandara
Amerika Serikat mewajibkan tes Ebola di semua bandara utama untuk mencegah penyebaran wabah selama Piala Dunia FIFA 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
Ebola Intai Piala Dunia 2026, AS Wajibkan Tes Kesehatan Penumpang Internasional di Semua Bandara
Indonesia
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Dunia
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Total 15 negara pernah diancam Presiden AS Donal Trump, 7 di antaranya benar-benar diserang, termasuk Iran, Irak, Suriah, Yaman, Venezuela, Nigeria, dan Somalia.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Indonesia
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Google menyatakan bersedia bekerja sama dengan regulator, namun menganggap banyak tuntutan tersebut justru kontraproduktif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Dunia
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Militer AS menghancurkan dua kapal IRGC dan sistem rudal di Bandar Abbas, Iran. Insiden ini terjadi di tengah negosiasi dengan Iran, diduga sebagai serangan defensif.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Dunia
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Militer Amerika Serikat dilaporkan telah menghancurkan dua kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan sebuah sistem rudal permukaan-ke-udara di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Dunia
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Akan Segera Dibuka
Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 30 hari ke depan.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Akan Segera Dibuka
Indonesia
AS dan Iran Sepakat Buka Blokade Selat Hormuz Dalam 30 Hari
Kerangka kesepakatan awal antara Iran dan AS itu disebutkan masih belum disetujui oleh pihak Iran, menurut laporan itu yang juga mengutip seorang diplomat yang namanya dirahasiakan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
AS dan Iran Sepakat Buka Blokade Selat Hormuz Dalam 30 Hari
Dunia
Beri Banyak Waktu Diplomasi, Trump Tunda Serangan ke Iran
Sejumlah pejabat dan personel militer AS dilaporkan mulai membatalkan rencana libur panjang mereka menjelang peringatan Memorial Day.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Beri Banyak Waktu Diplomasi, Trump Tunda Serangan ke Iran
Dunia
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
CDC melarang sementara warga Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke AS selama 30 hari akibat wabah Ebola
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Bagikan