Kiat Simpel Atasi Insomnia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Juli 2023
Kiat Simpel Atasi Insomnia

Beberapa kiat simple dapat membantumu atasi insomnia. (Foto: Pexels/Cottonbro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU termasuk dari sebagian kecil penduduk dunia yang mengalami kesulitan untuk tertidur di malam hari? Sebuah penelitian pada 2018 menunjukkan bahwa 1 dari 10 penduduk Indonesia mengalami insomnia atau gangguan susah tidur. Alhasil mereka tidak bisa mengistirahatkan diri dengan baik.

Padahal, tidur merupakan aktivitas penting untuk menentukan kualitas hidup manusia sebab saat tidur tubuh manusia meregenerasi sel-sel yang rusak, mengatur hormon, memperbaiki sel otot, dan membantu memperkuat daya ingat.

Jika kamu mengalami gangguan susah tidur, ada kiat-kiat untuk mengatasi hal tersebut menurut perusahaan farmasi PT LAPI Laboratories sebagaimana tertulis dalam keterangan resminya yang dilansir Antara, Senin (10/7).

Baca juga:

Ponsel, Si Penyebab Insomnia

Hindari pemakaian gawai sebelum tidur

Menurut National Sleep Foundation, laptop, dan ponsel yang berada di sekitar tempat tidur dapat menyebabkan gangguan tidur. Sinar biru yang berasal dari layar gawai dapat mengurangi produksi melatonin pada tubuh sehingga badan terasa kurang rileks.

Untuk itu, buatlah kondisi lingkungan di sekitar tempat tidur terasa nyaman, tenang, dan jauh dari gangguan gawai.

Cahaya biru dari gawai memicu insomnia. (Foto: Foto: Pexels/Cottonbro Studio)

Tetapkan rutinitas tidur

Tetapkan jadwal tidur yang konsisten setiap hari. Dengan memiliki rutinitas yang konsisten, tubuh perlahan-lahan akan menyesuaikan ritme kerja dan siap beristirahat pada jam tertentu.

Hindari konsumsi alkohol

Hindari minum alkohol sekitar tiga jam sebelum tidur atau batasi konsumsinya sebanyak dua gelas per hari. Sebaliknya, cobalah untuk minum segelas susu atau teh herbal sebelum tidur, yang dapat membuat tubuh rileks dan siap untuk beristirahat.

Baca juga:

Kebiasaan Buruk nan Sepele Pemicu Insomnia

Suasana kamar yang nyaman juga membantu atasi insomnia. (Foto: Pexels/Skylar Kang)

Lakukan aktivitas relaksasi sebelum tidur

Lakukan aktivitas yang mendukung relaksasi sebelum tidur seperti berendam air hangat, mendengarkan musik yang menenangkan, dan melakukan yoga untuk menciptakan suasana nyaman yang mempercepat proses tidur.

Hindari makanan atau minuman berkafein

Hindarilah makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau soda. Pasalnya, kafein adalah stimulan yang menjaga tubuh untuk tetap terbangun. Efeknya dapat dirasakan dalam waktu 6 sampai 8 jam pascakonsumsi. (*)

Baca juga:

Coba Metode Militer ini untuk Tertidur Lelap Kurang dari 5 Menit

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Lifestyle
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Beredar informasi yang menyebut minum sambil berdiri dapat memicu penyakit batu ginjal. Cek faktanya dari ahli.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 08 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Indonesia
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
BPJS Kesehatan bukan yang berwenang mengaktifkan atau menonaktifkan akun.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Bagikan