Kenaikan Harga Beras Pengaruhi Harga Makanan Pokok Lainnya di E-Commerce

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Selasa, 27 Februari 2024
Kenaikan Harga Beras Pengaruhi Harga Makanan Pokok Lainnya di E-Commerce

Kenaikan harga dan kelangkaan beras ternyata berdampak pada kenaikan harga berbagai jenis produk subsitusi lainnya seperti porang, jagung, singkong, dan ubi. (Foto: Pexels/Polina Tankilevitch)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Harga beras merangkak naik sejak pertengahan 2024. Selain itu, ketersediaannya pun mulai langka.

Kenaikan harga dan kelangkaan beras ternyata berdampak pada kenaikan harga berbagai jenis produk subsitusi lainnya seperti porang, jagung, singkong, dan ubi.

Temuan ini dilaporkan oleh Compas.co.id, yang aktif memonitoring harga-harga beras dan beberapa substitusi produk pengganti beras di Tokopedia, Shopee dan Blibli pada periode 1 Desember 2023 - 20 Februari 2024.

Baca juga:

Kabinet Dikriktik Malah Bahas Makan Siang Gratis di Saat Harga Beras Mahal

 Kenaikan Harga Beras
Kenaikan harga beras. (Foto: Compas.co.id)

“Compas.co.id melihat keresahan publik terkait peningkatan harga beras, oleh karena itu kami secara sigap berupaya untuk memantau harga di e-commerce dan memberikan insight bagi masyarakat. Berdasarkan data dari dashboard Compas.co.id harga rata-rata beras putih dari berbagai varian meningkat 22% dibanding bulan sebelumnya, dan kembali meningkat 11% di bulan Februari 2024” terang Hanindia Narendrata, Co-founder dan CEO Compas.co.id.

Narendrata melanjutkan, melalui pantauan Compas.co.id kenaikan tidak hanya terjadi pada beras putih saja, tapi juga beragam beras lainnya. Harga rata-rata beras merah turut mengalami peningkatan bertahap dari Desember 2023 hingga Februari 2024.

Hal serupa juga ditemukan pada jenis beras cokelat dan beras hitam, yang naik 6% pada Januari 2024 dan naik 7% pada Februari 2024.

Sementara harga rata-rata beras cokelat meningkat cukup tinggi 38% pada Januari 2024 dan kembali naik sebesar 3% pada Februari 2024.

“Compas.co.id selaku E-commerce Market Insight turut mengantisipasi peralihan beras ke beragam makanan pokok lainnya. Menariknya, berdasarkan riset ini Compas.co.id menemukan beberapa jenis produk substitusi seperti porang, jagung, singkong dan ubi turut meningkat,” lanjut Narendrata.

Menurut data riset, harga rata-rata varian porang melonjak sebesar 34% pada Januari 2024 dibanding bulan sebelumnya, dan kembali meningkat 4% pada Februari 2024. Hal serupa terjadi pada singkong, yang naik 14% pada Januari 2024 dan 9% pada Februari 2024.

Baca juga:

Sejumlah Faktor Pemicu Kenaikan Harga Beras Versi Peneliti BRIN

kenaikan harga makanan lain karena kenaikan harga beras
Kenaikan harga makanan lain karena kenaikan harga beras. (Foto: Compas.co.id)

Lain lagi dengan jagung. Harga rata-ratanya pada Januari 2024 hanya naik 8% dibanding bulan sebelumnya. Namun, melonjak 24% pada Februari 2024.

Harga produk ubi relatif stabil. Harga ubi hanya meningkat 1% pada bulan Februari 2024.

“Kehadiran Compas.co.id yang menggunakan metode crawling atau merekam seluruh transaksi di e-commerce secara near real time, diharapkan dapat membantu menyajikan informasi yang aktual dan akurat bagi publik. Kami berupaya untuk terus memonitoring data-data ini dalam beberapa bulan ke depan, khususnya menjelang Ramadhan di bulan Maret 2024 mendatang,” tutup Narendrata. (*)

Baca juga:

Harga Beras Masih di Atas Rp 16 Ribu Per Kg, Jokowi Ingin Cadangan Capai 3 Juta Ton

#Ekonomi #Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.041, DPR Desak Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
DPR mendesak pemerintah memulihkan kepercayaan investor setelah IHSG turun ke 5.644,23, rupiah menembus Rp 18.041 per dolar AS, dan capital outflow mencapai Rp 66,20 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - 16 menit lalu
IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.041, DPR Desak Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
Indonesia
Mensesneg Tegaskan Purbaya Tetap Menjabat Menkeu, Belum Ada Rencana Reshuffle
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan Purbaya Yudhi Sadewa tetap menjabat Menteri Keuangan. Istana juga membantah adanya rencana reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Juni 2026
Mensesneg Tegaskan Purbaya Tetap Menjabat Menkeu, Belum Ada Rencana Reshuffle
Indonesia
Rupiah Tembus Rp 18.050 per Dolar AS, DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Serius
Pelemahan rupiah hingga Rp18.050 per dolar AS menjadi sorotan DPR. Wakil Ketua DPR meminta pemerintah serta Bank Indonesia memperkuat langkah stabilisasi ekonomi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Rupiah Tembus Rp 18.050 per Dolar AS, DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Serius
Indonesia
Rupiah Tembus Rp 18.043 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab hingga Langkah Stabilisasi
Bank Indonesia menjelaskan pelemahan rupiah hingga menyentuh Rp 18.043 per dolar AS. Faktor geopolitik Timur Tengah, arus modal keluar, hingga kebutuhan domestik menjadi pemicunya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Rupiah Tembus Rp 18.043 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab hingga Langkah Stabilisasi
Indonesia
Indonesia Rajai Pasar Keuangan Digital, Trader Butuh Platform yang Stabil dan Responsif
Indonesia merupakan rumah bagi komunitas trader forex dan komoditas yang berkembang pesat dan semakin sophisticated.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Indonesia Rajai Pasar Keuangan Digital, Trader Butuh Platform yang Stabil dan Responsif
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: ASEAN Prediksi Indonesia Akan Bangkrut Tahun 2030 Gara-gara Terlilit Utang
Ini dalam informasi yang diunggah akun Facebook “Herna Rizky”.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: ASEAN Prediksi Indonesia Akan Bangkrut Tahun 2030 Gara-gara Terlilit Utang
Indonesia
Pilih Ciptakan Lapangan Kerja Ketimbang Bangun Gedung, Prabowo: Jangan Bangun Kantor Megah Kalau Tidak Produktif
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan memprioritaskan program produktif pencipta lapangan kerja dibanding pembangunan kantor megah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Pilih Ciptakan Lapangan Kerja Ketimbang Bangun Gedung, Prabowo: Jangan Bangun Kantor Megah Kalau Tidak Produktif
Indonesia
Prabowo Janji Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara, Tegaskan SDA Harus untuk Rakyat
Presiden Prabowo menegaskan komitmennya menghentikan kebocoran kekayaan negara dan memastikan sumber daya alam Indonesia dinikmati seluruh rakyat.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Prabowo Janji Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara, Tegaskan SDA Harus untuk Rakyat
Indonesia
Prabowo Siapkan Sentra Budidaya Perikanan Ribuan Hektare untuk Dongkrak Ekspor
Prabowo menyiapkan proyek budidaya perikanan berskala besar hingga 14 ribu hektare untuk memperkuat ekspor dan devisa Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Prabowo Siapkan Sentra Budidaya Perikanan Ribuan Hektare untuk Dongkrak Ekspor
Indonesia
DPR Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen di 2027 meski Dunia Bergejolak
Optimisme itu muncul karena sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan performa positif.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
DPR Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen di 2027 meski Dunia Bergejolak
Bagikan