Otomotif

Jarak Aman Berkendara Dihitung Satuan Detik

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 28 November 2019
Jarak Aman Berkendara Dihitung Satuan Detik

Jarak aman berkendara dihitung menurut satuan detik. (Foto: Pexels/Taras Makarenko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JARAK aman berkendara sangatlah penting bila berada di jalan, terutama di jalan bebas hambatan. Kecepatan tinggi memang menjadi keharusan di jala itu, namun ada batasan atas dan bawah yang harus dipatuhi.

Menjaga jarak aman berkendara selalu ada di kepala pengemudi, bahkan jauh kembali ke masa masih belajar mengemudi. Tentunya jarak aman dimaksudkan untuk memudahkan pengemudi menghentikan kendaraan ketika kendaraan di depan berhenti.


Baca Juga:

Pecah Ban Saat Kecepatan Tinggi, Jangan Panik!

mobil
Berkendara berarti menjaga jarak aman. (Foto: Pexels/fotografierende)

Sayangnya pemahaman jarak aman di Indonesia cukup lemah. Laman KabarOto menuliskan, Jusri Pulubuhu, Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), jarak aman harus selalu diterapkan ketika berkendara. Hanya sayangnya banyak persepsi tentang jarak aman berkendara ini. Padahal aturan yang ada sudah ada sejak lama secara internasional.

Perilaku pengemudi di Indonesia yang masih lemah secara etika dan aturan di jalan membuat pemahaman ini menjadi bias. Pengemudi di Indonesia cenderung berkendara sekehendak hatinya jika tidak ada petugas yang mengawasi.

Ini juga berhubungan dengan jarak aman berkendara yang sepertinya kerap disepelekan oleh banyak pengemudi di Indonesia. Jarak aman berkendara menurut Jusri adalah mengikuti satuan waktu detik. Jarak aman berkendara bukan menggunakan satuan jarak.

Jarak aman berkendara itu diukur 2 hingga 3 detik untuk kendaraan kecil dan kendaraan besar seperti truk, 4 hingga 6 detik. Jarak menurut satuan waktu ini berlaku untuk seluruh kecepatan dan dalam keadaan tetap. Sementara dalam kondisi tidak ideal seperti saat hujan, kurangnya penerangan, atau bobot kendaraan berubah akan berpengaruh dengan jarak aman yang digunakan.

Baca Juga:

Hand Sanitizer dan Tabir Surya Dapat Merusak Interior Mobilmu

mobil
Selalu memperhatikan jarak dengan mobil di depan dan belakang. (Foto: Pexels/Gabriel Klein)


Persepsi diartikan dari informasi terlihat mata, kemudian dikirim ke otak, lalu otak memberi perintah pada tindakan yaitu reaksi. Mulai dari persepsi hingga melahirkan reaksi diperlukan waktu kira-kira 1 detik, hal ini berlaku untuk orang sehat atau dalam keadaan bugar.

Dapat diilustrasikan sebagai berikut, saat ada peristiwa di depan, pengemudi harus menghentikan laju kendaraan. Contohnya jika kendaraan melaju dalam kecepatan 60 kpj, dalam hitungan fisika sudah mencapai jarak 17 meter. Ketika harus menginjak rem, pengemudi sudah menghabiskan waktu 1 detik.

Saat menginjak pedal rem laju mobil dapat dipastikan tidak langsung berhenti, karena ada perlambatan untuk proses rem mengunci. Proses rem mengunci atau momentum kemudian total reaksi dan momentum tidak pernah tahu waktu pastinya karena sangat variabel. Anggaplah satu detik juga, tandanya kita sudah habis 2 detik. Itulah mengapa kita memerlukan waktu 2 hingga 3 detik untuk berhenti. (*)


Baca Juga:

Ini Manfaat Isi Angin Ban dengan Nitrogen

#Mobil #Kecepatan Berjalan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Fun
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Desain logo baru Honda itu akan memulai debutnya 2027, sekaligus merepresentasikan komitmen Honda dalam menghadapi era elektrifikasi dan teknologi cerdas
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Berita
Mobil Hadirkan Formula Pelumas Baru yang Mendukung Mesin Konvensional dan Hybrid
Mobil menghadirkan Mobil Super All-In-One Protection dengan spesifikasi API SQ dan GF-7A, mendukung efisiensi bahan bakar dan mesin hybrid.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Desember 2025
Mobil Hadirkan Formula Pelumas Baru yang Mendukung Mesin Konvensional dan Hybrid
Indonesia
Pria ODGJ Ngamuk, 3 Mobil di Showroom Kartasura Jadi Korban
Mobil yang dirusak pelaku adalah jenis Nissan Serena, Toyota Avanza, dan Mazda 3, dengan kerusakan pada bagian kaca depan.
Wisnu Cipto - Minggu, 14 Desember 2025
Pria ODGJ Ngamuk, 3 Mobil di Showroom Kartasura Jadi Korban
Indonesia
Terungkap, Pengemudi Mobil MBG yang Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru Ternyata Sopir Pengganti
Pengemudi mobil MBG yang tabrak siswa SDN 01 Kalibaru ternyata merupakan sopir pengganti. Insiden ini pun cukup mengejutkan.
Soffi Amira - Kamis, 11 Desember 2025
Terungkap, Pengemudi Mobil MBG yang Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru Ternyata Sopir Pengganti
Indonesia
Pemprov DKI Jamin Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Mobil SPPG di SDN 01 Kalibaru
Pemprov DKI Jakarta menjamin biaya perawatan korban kecelakaan mobil SPPG di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Pusat.
Soffi Amira - Kamis, 11 Desember 2025
Pemprov DKI Jamin Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Mobil SPPG di SDN 01 Kalibaru
Indonesia
21 Orang Jadi Korban Ditabrak Mobil MBG, Pramono: Peristiwa ini Tidak Terduga Sama Sekali
21 orang menjadi korban ditabrak mobil MBG. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan, bahwa peristiwa ini tidak terduga sama sekali.
Soffi Amira - Kamis, 11 Desember 2025
21 Orang Jadi Korban Ditabrak Mobil MBG, Pramono: Peristiwa ini Tidak Terduga Sama Sekali
Indonesia
Mobil Tabrak Sejumlah Siswa SDN Kalibaru Cilincing, Sopir Langsung Ditangkap Polisi
Sebuah mobil menabrak sejumlah siswa SDN Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Sang sopir pun langsung ditangkap polisi.
Soffi Amira - Kamis, 11 Desember 2025
Mobil Tabrak Sejumlah Siswa SDN Kalibaru Cilincing, Sopir Langsung Ditangkap Polisi
Berita
Pengundian Akhir Program Mobil Lubricants 2025: Partisipasi Konsumen Capai Puncaknya
Mobil Lubricants tutup rangkaian undian berhadiah 2025 dengan pengumuman pemenang via Instagram.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Desember 2025
Pengundian Akhir Program Mobil Lubricants 2025: Partisipasi Konsumen Capai Puncaknya
Indonesia
Pengusaha Revisi Target Penjualan Mobil, Bakal Dibicarakan Seluruh Anggota Gaikindo
Penjualan mobil wholesales baru mencapai 635.844 unit dari target 2025 sebanyak 900.000 unit.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 November 2025
Pengusaha Revisi Target Penjualan Mobil, Bakal Dibicarakan Seluruh Anggota Gaikindo
Lifestyle
Beli Oli Mobil Bisa Dapat Liburan Mewah dan Logam Mulia, Kesempatan Masih Terbuka!
Beli oli mobil kini bisa dapat liburan mewah hingga logam mulia. Kesempatan masih terbuka hingga 30 November 2025.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Beli Oli Mobil Bisa Dapat Liburan Mewah dan Logam Mulia, Kesempatan Masih Terbuka!
Bagikan