Kuliner
Jamu, Khasiat Kearifan Lokal Jamu yang memberikan manfaat kesehatan dari kearifan lokal. (Foto: Pexels/Pietro Jeng)

JAMU bukan hal yang asing bagi warga Indonesia. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, pasti pernah merasakan jamu atau sekedar melihat dan mendengar orang yang berjualan jamu.

Di beberapa daerah, jamu segar dijual keliling dengan digendong atau biasa disebut jamu gendong. Uniknya, biasanya penjual jamu yang sering kita temui itu identik dengan seorang perempuan berpakaian tradisional Jawa, sambil menggendong bakul besar berisi botol jamu, menawarkannya dengan suara lembut... “Jamu.. Jamu..”.

Baca Juga:

Jamu, Racikan Nenek Moyang Menyehatkan

jamu
Jamu, kearifan Indonesia. (Foto: Pexels/Pixabay)

Selain itu jamu dapat pula dinikmati pada warung jamu di pinggir jalan. Minuman tradisional ini tidak hanya berfungsi sebagai obat, tetapi juga untuk menjaga kebugaran tubuh dan mencegah dari berbagai penyakit. Jamu sendiri merupakan istilah dari bahasa Jawa yang berasal dari dua kata, yakni “djampi’ dan “oesodo” yang bermakna penyembuhan menggunakan ramuan obat, doa, dan mantra.

Tradisi minum minuman bersejarah ini diperkirakan sudah ada sejak 1300 Masehi. Jamu terbuat dari tanaman herbal yang sarinya diekstrak atau dengan cara ditumbuk. Masyarakat Indonesia sudah mengenal jamu sejak zaman Kerajaan Mataram. Perempuan di zaman itu sudah memproduksi jamu, kemudian para pria bertugas mencari tanaman herbal untuk diolah menjadi jamu.

Pada masa penjajahan Jepang, sekitar tahun 1940-an, tradisi minum Jamu lebih populer karena dibentuknya komite Jamu Indonesia. Setelah itu, banyak perusahaan yang memproduksi jamu mulai bermunculan. Sampai saat ini, jamu masih menjadi ramuan yang dijaga kelestariannya sebagai kekayaan kearifan lokal. Selain berkhasiat, jamu dari dulu digunakan sebagai upaya untuk tetap menjaga kelestarian alam Indonesia.

Pengolahan jamu ini, telah dilakukan secara turun-temurun berdasarkan resep dari nenek moyang. Karena Indonesia kaya dengan keragaman hayati, resep jamu sendiri juga memanfaatkan bahan yang diambil dari alam.Ada jenis tanaman yang merupakan bahan utama untuk membuat jamu yang biasa dikonsumsi.

Baca Juga:

Benarkah Jamu Bisa Menangkal Virus Corona?

jamu
Jenis tanaman zingiberaceae. (Foto: Pixabay/DEZALB)

Tanaman tersebut merupakan anggota keluarga dari zingiberaceae. Kamu pasti jarang mendengar jenis tanaman ini.Namun ternyata, beberapa jenis tanaman tersebut adalah jahe, kunyit, kencur, dan lengkuas, yang pastinya sudah familiar di masyarakat Indonesia. Tanaman ini memiliki khasiat masing-masing dan diolah menjadi beberapa jenis jamu yang berbeda.

Tanaman keluarga zingiberaceae merupakan jenis tanaman yang mudah ditemukan di sekitar. Beberapa kalangan telah membudidayakan jenis-jenis tanaman ini dan disebut sebagai tanaman obat keluarga (TOGA). Jenis tanaman tersebut mudah tumbuh dan perawatannya pun tidak sulit. Lebihnya lagi, kamu dapat langsung menanamnya di tanah atau memanfaatkan wadah seperti pot.

Seiring berjalannya waktu, penjualan Jamu juga telah menyesuaikan zaman modern yang serba teknologi. Jika dulu menggunakan jamu gendong, maka sekarang, jamu telah banyak dikemas dalam bentuk kapsul, bubuk instan yang mudah diseduh, dan juga minuman cair. (scp)

Baca Juga:

4 Tanaman Herbal Antivirus, Bisa Cegah Corona?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kawasan Wisata Mawatu di Labuan Bajo Mulai Digarap
Travel
Kawasan Wisata Mawatu di Labuan Bajo Mulai Digarap

Pembangunan tahap pertama diperkirakan selesai akhir kuartal 2022.

Waduk Darma Terus Dipoles sebagai Destinasi Wisata Air Internasional
Travel
Waduk Darma Terus Dipoles sebagai Destinasi Wisata Air Internasional

Acara pariwisata ini penting untuk promosi Waduk Darma secara global.

Svarga Bumi, Destinasi Wisata Magelang Bernuansa Pedesaan Nan Asri
Travel
Svarga Bumi, Destinasi Wisata Magelang Bernuansa Pedesaan Nan Asri

Tempat wisata di Magelang ini bikin kamu gak mau pulang ke kota.

5 Tradisi  Indonesia Rayakan Isra Mikraj
Tradisi
5 Tradisi Indonesia Rayakan Isra Mikraj

Tiap daerah punya tradisi tersendiri yang unik.

Es Tebak Segar Favorit Sajian Berbuka dari Ranah Minang
Kuliner
Es Tebak Segar Favorit Sajian Berbuka dari Ranah Minang

Minuman segar dingin ini sudah menyebar hingga ke Solok, Medan, bahkan hingga Pekanbaru.

Tren Wisata Domestik dan Alam akan Jadi Tren di 2021
Travel
Tren Wisata Domestik dan Alam akan Jadi Tren di 2021

masyarakat masih memilih tujuan wisata domestik.

Piknik Asyik di Alam Bogor
Travel
Piknik Asyik di Alam Bogor

Liburan di masa pandemi ini, yuk piknik luar ruang.

Bujuk Soebardjo Demi Menemukan Lokasi Penculikan Sukarno-Hatta
Indonesiaku
Bujuk Soebardjo Demi Menemukan Lokasi Penculikan Sukarno-Hatta

Begitu sosoknya muncul, Soebardjo langsung menegur keras

Jenderal Soedirman, Pahlawan Indonesia yang Dibuatkan Patung di Negara Penjajah
Indonesiaku
Jenderal Soedirman, Pahlawan Indonesia yang Dibuatkan Patung di Negara Penjajah

Jenderal Sudirman, satu-satunya Pahlawan asing yang patungnya ada di Jepang.

Tak Seperti Bali, Wisman ke Yogyakarta Hanya Bawa Hasil Rapid Test
Travel
Tak Seperti Bali, Wisman ke Yogyakarta Hanya Bawa Hasil Rapid Test

mengharuskan setiap wisatawan wajib menyertakan surat keterangan sehat.