Inilah Usia Rata-Rata Perempuan Menikah Berdasarkan Negara Rata-rata usia ideal perempuan menikah dari berbagai wilayah. (Foto: pixabay/pexels)

BIARPUN pernikahan tidak menjadi suatu kewajiban yang dilakukan oleh perempuan, namun tidak peduli siapa dirimu, berapa usiamu, dan dimana kamu tinggal, kemungkinan besar kamu akan ditanya kapan menikah. Kebanyakan orang menganggap bahwa pernikahan adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari.

Kenyataan tersebut yang menjadi penyebab munculnya pandangan yang menyimpulkan bila perempuan tidak menikah pada usia tertentu, maka ia akan kesulitan untuk mendapatkan pasangan, atau akan menjadi lajang seumur hidupnya.

Meskipun menjadi lajang atau berkeluarga adalah pilihan pribadi yang harus dihormati, namun beberapa tradisi dan gaya hidup di wilayah tertentu biasanya menentukan umur ideal perempuan untuk menikah. Berikut merupakan rata-rata usia perempuan untuk menikah berdasarkan wilayah.

Baca juga:

3 Film Action Komedi Terbaik untuk #DiRumahAja

1. Perempuan menikah muda di benua Afrika

Pernikahan anak masih banyak terjadi di benua Afrika. (Foto: the list)
Pernikahan anak masih banyak terjadi di benua Afrika. (Foto: the list)

Dilansir dari Quartz, data dari PBB menunjukkan bahwa rata-rata perempuan di Nigeria menikah pada usia 17,2 tahun dan 18,7 tahun di Mozambique.

Dari wawancara yang dilakukan oleh New York Times, Seodi White, koordinator dari Women in Law in Southern Africa Research Trust di Malawi mengatakan bahwa meski masyarakat tidak mendukung pernikahan anak dibawah umur, namun mereka masih beranggapan bahwa edukasi adalah hal yang harus didapatkan oleh laki-laki saja. "Mereka melihat perempuan sebagai alat perdagangan."

Dilansir dari Africa News, beberapa negara di benua Afrika seperti Malawi, Gambia dan Chad memang melarang pernikahan anak, namun hal tersebut masih banyak terjadi di wilayah lainnya.

Di benua Afrika bagian Utara, bahkan perempuan berusia sepuluh tahun telah dinikahkan. Setelah itu, perempuan jadi tidak memiliki kekuatan sama sekali dan dianggap sebagai "barang" yang dimiliki oleh laki-laki.

Baca juga:

Dari Johny Depp Sampai John Travolta, 4 Film Musikal ini Dibintangi Artis Senior

2. Perempuan Tiongkok memilih untuk menunggu lebih lama

Perempuan Tiongkok memilih menikah lebih lama. (Foto: pixabay/sasint)
Perempuan Tiongkok memilih menikah lebih lama. (Foto: pixabay/sasint)

Data dari Quartz mengatakan bahwa di tahun 2016 rata-rata perempuan di Tiongkok akan menikah dari usia 25 sampai 27 tahun. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh National Public Radio, seorang perempuan Tiongkok berusia 30 tahun mengaku bahwa orang-orang yang sepantaran dengannya akan menertawakan mereka yang menikah lebih awal.

"Karena hanya orang pedesaan yang tidak berpendidikanlah yang melakukan itu," ungkap Dai Xuan. "Perempuan sukses bukannya tidak ingin menikah, tetapi menghasilkan uang membuat mereka semakin menjadi pemilih."

Baca juga:

Cek Sneakers Kolaborasi Comme Des Garçons Play x Converse Chuck 70 Terbaru!

3. Para perempuan menikah pada pertengahan 20-an di Belgia

Perempuan Belgia rata-rata menikah di usia pertengahan 20. (Foto: pixabay/Free-Photos)
Perempuan Belgia rata-rata menikah di usia pertengahan 20. (Foto: pixabay/Free-Photos)

Dilansir dari The List, perempuan di Belgia menunda pernikahan lebih lama daripada generasi mereka sebelumnya. Rata-rata usia pernikahan perempuan di Belgia adalah 26,3 tahun, dan usia tersebut dianggap dianggap cukup muda di Belgia.

Baca juga:

4 Alasan Pangeran Harry dan Meghan Markle Meninggalkan Kerajaan Inggris

4. Perempuan Inggris rela menunggu lebih lama demi mendapatkan cinta sejatinya

Berapa usia ideal untuk menikah menurutmu? (Foto: pixabay/StockSnap)
Berapa usia ideal untuk menikah menurutmu? (Foto: pixabay/StockSnap)

Dilansir dari Bridebook, perempuan Inggris rata-rata menikah di usia 22 tahun pada 1971. Kemudian survei yang dilakukan pada 2016 menunjukkan bahwa usia ideal perempuan Inggris untuk menikah bertambah menjadi 30,8 tahun.

Hamish Shepherd, founder dari Bridebook, website pernikahan yang berbasis Inggris mengatakan bahwa pernikahan di usia 30-an adalah hal yang tepat.

"Tingkat perceraian kemungkinan akan menurun di masa depan karena pernikahan adalah pilihan sendiri dari pasangan yang memang ingin menunjukkan komitmen mereka satu sama lain, tanpa adanya tekanan seperti generasi-generasi sebelumnya," ungkap Shepherd ketika diwawancarai oleh Harper's Bazaar. (shn)

Baca juga:

Ganti 4 Kebiasaan Buruk Pacaran Ala Gen Z dengan Cara 'Old Fashioned'

Kredit : shenna

Tags Artikel Ini

Shenna

LAINNYA DARI MERAH PUTIH