4 Alasan Pangeran Harry dan Meghan Markle Meninggalkan Kerajaan Inggris Ketidaknyamanan Pangeran Harry dan Meghan sebagai anggota kerajaan. (Foto: Hello Magazine)

MULAI hari ini (1/4), Pangeran Harry dan Meghan Markle secara resmi telah mengundurkan diri sebagai anggota kerajaan Inggris dan menjalani kehidupan mereka sebagai masyarakat biasa.

Tidak lagi diperbolehkan menggunakan nama Royal Sussex, mereka akan mulai menjalani kehidupan mandiri secara finansial.

Keputusan berani Pangeran Harry dan Meghan Markle ini tentunya menimbulkan tanda tanya besar, apa alasan mereka mengundurkan diri dari kehidupan kerajaan Inggris? Apakah mereka tidak cukup menyukai kehidupan kerajaan? Berikut merupakan empat hal yang bisa jadi merupakan alasan mereka keluar dari kerajaan Inggris.

Baca juga:

Hari Ini Pangeran Harry dan Meghan Markle Resmi Keluar Dari Keluarga Kerajaan

1. Pangeran Harry mengatakan tidak ada yang ingin menjadi raja atau ratu

Pangeran Harry dan William pernah bertengkar seputar menjadi raja. (Foto: Yahoo)
Pangeran Harry dan William pernah bertengkar seputar menjadi raja. (Foto: Yahoo)

Dalam wawancara yang dilakukan oleh Newsweek Magazine pada 2017 lalu, Pangeran Harry mengatakan secara tidak langsung bahwa ia tidak menikmati perannya sebagai anggota keluarga kerajaan. "Kita tidak melakukan ini untuk kita sendiri, melainkan untuk kebaikan banyak orang," ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa sesungguhnya tidak ada yang ingin menjabat sebagai raja atau ratu Inggris. "Apakah ada seorang pun di keluarga kerjaan yang ingin menjadi raja atau ratu? aku kira tidak, tetapi kami akan tetap melaksanakan tugas kami."

Nampaknya Pangeran Harry memang tidak ingin menjadi raja sejak usia dini. Dilansir dari Express, mantan petugas perlindungan keluarga, Ken Wharfe mengingat bahwa ia pernah mendengar suatu pertikaian antara Pangeran Harry dan William yang sedang bertengkar. Harry yang masih berusia empat tahun mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadi raja.

"You'll be king one day, I won't. Therefore I can do what I want!"

"Kamu akan menjadi raja suatu hari nanti, dan aku tidak. Maka dari itu aku bisa melakukan apapun yang ku inginkan," ungkapnya kepada pangeran William.

Baca juga:

Mengagumi Putri Diana? Yuk Jadikan 5 Outfit-nya sebagai Inspirasi OOTD

2. Meghan mengakui bahwa ia kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan kerajaan

Setelah kelahiran Archie menjadi masa-masa tersulit Meghan. (Foto: Barron's)
Setelah kelahiran Archie menjadi masa-masa tersulit Meghan. (Foto: Barron's)

Dalam dokumenter ITV, Markle mengatakan bahwa ia mengalami masa-mas yang sulit, apalagi setelah melahirkan anak laki-lakinya, Archie pada May 2019 lalu.

"Setiap perempuan, apalagi ketika mereka sedang hamil, mereka sangatlah rapuh." Meghan juga menambahkan bahwa ia merasa tertekan setelah menjadi ibu baru dalam pernikahan yang juga baru.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada sang reporter untuk menanyakan kabarnya karena tidak banyak yang melakukan hal tersebut.

"Also, thank you for asking because not many people have asked if I'm OK."

"Dan juga, terimakasih untuk bertanya karena tidak banyak orang yang bertanya apakah aku baik-baik saja," ungkap Markle.

Baca juga:

5 Mahkota Kerajaan Paling Istimewa Di Dunia, Mana Favoritmu?

3. Teman-teman Markle telah memperingatinya untuk tidak menikahi pangeran Harry

Pangeran Harry dan Meghan Markle telah resmi meninggalkan kerajaan Inggris hari ini.  (Foto: FOX)
Pangeran Harry dan Meghan Markle telah resmi meninggalkan kerajaan Inggris hari ini. (Foto: FOX)

Dalam wawancara yang sama, Markle menjelaskan bahwa teman-temannya yang berasal dari Inggris telah memperingatinya untuk tidak menikahi pangeran Harry karena takut pemberitaan akan mempengaruhi kesehatan mental Markle.

"Ketika aku pertama kali bertemu suamiku, teman-temanku senang karena aku sangat senang. tapi teman-teman Inggrisku mengatakan padaku, 'aku yakin dia hebat, tapi kamu tidak seharusnya melakukan itu, karena tabloid Inggris akan menghancurkan kehidupanmu'," ungkap Markle.

Baca juga:

5 Perubahan Kehidupan Kerajaan Inggris Dahulu Vs. Sekarang

4. Pangeran Harry terus mengingat kematian ibunya setiap melihat kamera

Princess Diana dan Pangeran Harry. (Foto: Best Life)
Princess Diana dan Pangeran Harry. (Foto: Best Life)

Ketika diwawancarai oleh Tom Bradby, Pangeran Harry mengatakan bahwa kematian ibunya, putri Diana diibaratkan sebagai luka yang bernanah.

"Kurasa menjadi bagian dalam keluarga ini, dalam peran ini, setiap aku melihat kamera, setiap aku mendengar suara klik, setiap aku melihat flash, itu akan membuatku mengingat (kematian ibuku) kembali," ungkap Harry. (shn)

Baca juga:

Self-Quarantine Bagai LDR, Lakukan 4 Cara Pacaran Ala Pandemi Corona!

Kredit : shenna


Shenna

LAINNYA DARI MERAH PUTIH