Diadakan Beberapa Tahun Sekali, Ini 4 'Event' Dunia yang Paling Ditunggu Kumbh Mela. (Foto: Pixabay/balouriarajesh)

TRAVELING sangat berhubungan dengan pengalaman tak terlupakan dalam hidup kamu. Mungkin, kamu melakukan perjalanan untuk berkuliner tradisional dengan penduduk lokal atau menjangkau destinasi wisata dengan kendaraan luar biasa.

Nah, banyak acara budaya besar di dunia yang bisa kamu datangi ketika travelling. Namun masalahnya, dikutip Booking.com, event berikut ini merupakan peristiwa menakjubkan yang jarang terjadi. Pastikan kamu tak ketinggalan.

Baca juga:

5 Festival Kuliner Paling Keren di Seluruh Dunia

1. Venice Art Biennale, Italia

Venice Art Biennale. (Foto: Pixabay/ElisaRiva)
Venice Art Biennale. (Foto: Pixabay/ElisaRiva)

Pameran seni tertua dan terbesar di dunia, Venice Art Biennale, adalah perayaan dua tahunan seni visual kontemporer. Pekan raya ini meskipun banyak menarik pengunjung kaya raya, namun juga dapat diakses oleh siapa saja, dari penggemar seni hingga pemula.


2. Kumbh Mela, India

Kumbh Mela. (Foto: Pixabay/Trapuzarra)
Kumbh Mela. (Foto: Pixabay/Trapuzarra)

Ziarah massal agama Hindu, Kumbh Mela di India diyakini sebagai pertemuan keagamaan terbesar di Bumi. 120 juta orang diperkirakan telah mengunjungi acara ini.

Baca juga:

Festival Keren dari Berbagai Negara yang Berlangsung Tiap Tahun

Kumbh Mela dirayakan empat kali selama dua belas tahun, bergilirian di antara empat tempat suci, Haridwar di Sungai Gangga, Ujjain di Shipra, Nashik di Godavari, dan Allahabad di pertemuan tiga sungai.

3. Floriade, Belanda

Floriade. (Foto: Pixabay/Jcome)
Floriade. (Foto: Pixabay/Jcome)

Setiap sepuluh tahun sekali, festival taman Belanda, Floriade, menampilkan jutaan holtikultura, dengan negara-negara lain diundang untuk memamerkan harta hortikultura mereka sendiri. Acara berikutnya adalah pada tahun 2022, di Almere.


4. Skulptur Projekte Munster, Jerman

Skulptur Projekte Munster. (Foto: instagram.com/sanatatak)
Skulptur Projekte Munster. (Foto: instagram.com/sanatatak)


Untuk pameran edisi 2017 di Skulptur Projekte Munster, pengunjung berkesempatan berjalan di atas air. Hal itu karena seniman Turki Ayse Erkmen yang membangun jembatan bawah air (on water) di seberang pelabuhan Munster, menciptakan ilusi bahwa pengunjungi menyeberangi sungai dengan berjalan di atas air. Pameran ini adalah acara yang menonjol di bidang seni patung, yang sengaja diadakan setiap sepuluh tahun. (*)

Baca juga:

Pencinta Teknologi dan Seni Wajib Ke Festival Seni Teknologi Wave of Tomorrow



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH