Wisata
Fobia-Fobia yang Diidap Pelancong Fobia yang diidap pelancong menghambat keseruan liburan. (Foto: Unsplash/Erik Odiin)

LIBURAN tahun baru sudah di depan mata. Semua orang bersemangat menyambut momen kebahagiaan entah bersama keluarga atau teman. Momen traveling adalah kesempatan seseorang untuk belajar banyak hal baru.

Sayangnya kadang sejumlah orang mengalami kesulitan untuk menikmati momen traveling. Mereka gampang merasakan rasa cemas sampai ketakutan yang berlebihan. Dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa jenis fobia yang biasa menyerang seseorang saat berpelesiran dan bagaimana cara mengatasinya.

Baca Juga:

4 Pengalaman Perjalanan Paling Mendebarkan di Dunia

Mysophobia

fobia Mysophobia kuman
Kuman adalah yang paling ditakuti pengidapnya, termasuk sprei hotel yang dianggap tempat bersarangnya kuman. (Foto: Pexels/Pixabay)

Mysophobia atau fobia kuman adalah rasa cemas datang ketika berhadapan dengan seprai hotel, toilet umum, dan nampan di belakang kursi pesawat. Mereka selalu meragukan tingkat kebersihan benda atau tempat. Mysophobia sebenarnya bisa dihadapi lewat langkah sederhana. Sering mencuci tangan adalah contoh sederhana untuk terbebas dari kuman. Pengidap mysophobia disarankan untuk meminta pihak hotel segera mengganti seprai. Langkah itu adalah bentuk antisipasi supaya terhindar dari risiko seprai kasur yang tidak dicuci oleh pihak hotel. Pastikan tempat tidur terbebas dari serangga sebelum digunakan.

Aerophobia

fobia aerophobia terbang
Terbang adalah waktu paling menyiksa pengidap fobia ini. (Foto: Unsplash/Frame Harirak)

Berdasarkan penelitian yang pernah dimuat di The New York Times, sebanyak 40 persen pelancong mengidap aerofobia (fobia terbang). Pelancong sering cemas saat penerbangan. Perasaan khawatir tersebut bisa jadi berasal dari klaustrofobia (takut ruang sempit) atau kehilangan kendali. Seberapa besar ukuran fobia yang menyerang penderita, menentukan bagaimana penanganannya. Seorang penderita aerofobia akut dianjurkan melakukan pengobatan kecemasan, terapi personal, atau program berbasis terapi.

Zoophobia

fobia zoophobia
Kelucuan hewan-hewan tidak dapat dinikmati pengidapnya. (Foto: Unsplash/topcools tee)

Jika seseorang yang mengidap zoophobia akan merasa tidak nyaman saat melihat atau berinteraksi dengan satwa liar. Tempat-tempat seperti kebun binatang atau taman nasional yang didiami satwa liar menjadi tempat yang mengerikan bagi mereka. Mereka sulit untuk menikmati perjalanan ke tempat-tempat jauh dan terpencil. Pasalnya, mereka akan gampang cemas saat berhadapan satwa lokal. Yang perlu dilakukan penderita zoophobia agar tidak cemas sebenarnya sederhana. Dengan mengontrol mindset bahwa faktanya serangan satwa di seluruh dunia sangat jarang terjadi.

Baca Juga:

Tips Melakukan Perjalanan dengan Kereta Bersama Si Kecil

Thalassophobia

fobia laut thalassophobia
Pengidap fobia ini tidak bisa memandangi indahnya sunset di pantai. (Foto: Unsplash/Roberto Nickson)

Fobia laut atau thalassophobia juga dianggap sering mengganggu traveler. Seseorang pengidap fobia ini akan kesulitan mengunjungi pantai atau destinasi berjarak jauh. Penderita thalassophobia akut akan mengalami kecemasan saat terbang melewati lautan. Kecemasan pengidap thalassophobia, misalnya takut terkena garam laut, takut mengalami kontak fisik dengan satwa laut, atau takut terhanyut ombak. Kecemasan ini bisa diatasi dengan cara menghabiskan waktu lebih lama di laut dan bersentuhan dengan air laut. Mereka juga disarankan mengikuti kelompok renang atau selancar untuk mengusir rasa cemas secara perlahan.

Enochlophobia

fobia orang enochlophobia
Fobia takut orang banyak membuat pelancong mendatangi destinasi wisata di saat sepi. (Foto: Unsplash/mauro mora

Enochlophobia atau fobia kerumunan ini akan membuat seseorang kesulitan untuk datang ke destinasi wisata populer atau tempat liburan yang ramai pengunjung. Kecemasan penderita ini biasanya terjadi disaat menemui antrian panjang atau keramaian. Pengidap jenis fobia ini akan menghidari perjalanan di waktu musim liburan. Mereka biasanya mendatangi tempat wisata populer di jam-jam sepi, misalnya saat tempat baru dibuka atau hendak ditutup. Penderita enochlophobia baiknya mengambil napas dalam-dalam terlebih dahulu sebelum memasuki tempat keramaian. Cobalah untuk menenangkan pikiran dan ingatlah hal-hal positif. (lgi)

Baca Juga:

Jangan Makan Ini Kalau Tak Ingin Mabuk Perjalanan

Penulis : Leonard Leonard
Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Romain Grosjean Kembali ke F1
Fun
Romain Grosjean Kembali ke F1

Toto Wolff memberikan kesepatan pada Grosjean untuk mengendarai W10 yang dipakai Hamilton.

Milo Tanpa Susu, Inovasi Plant-based Nestlé di Asia Tenggara
Fun
Milo Tanpa Susu, Inovasi Plant-based Nestlé di Asia Tenggara

Produk tersebut adalah salah satu inovasi plant-based atau nabati terbaru dari Nestlé.

Pentingnya Ilmu Coding untuk Jadi Technopreneur
Fun
Pentingnya Ilmu Coding untuk Jadi Technopreneur

Memperlajari coding sulit tapi bukan berarti tidak mungkin.

Yuk Ngantor Naik Kendaraan Umum Sesuai Prosedur Pencegahan COVID-19
Fun
Yuk Ngantor Naik Kendaraan Umum Sesuai Prosedur Pencegahan COVID-19

Patuhi prosedur pencegahan COVID-19 di kendaraan umum.

Tampilan Hype Naik Level dengan 3 Aksesori Terbaru Supreme
Fashion
James Cameron: Produksi Film Avatar 2 Sudah Selesai
ShowBiz
James Cameron: Produksi Film Avatar 2 Sudah Selesai

Avatar 2 selesai digarap, kini berlanjut ke Avatar 3.

3 Komik Webtoon Terseru yang Bisa Menemanimu di Waktu Senggang
ShowBiz
Home Schooling Ketika Orangtua Sibuk Bekerja
Fun
Home Schooling Ketika Orangtua Sibuk Bekerja

Biasanya, hal pertama yang dilakukan untuk merealisasikan rencana tersebut yakni dengan mencari institusi pembelajaran di rumah.

Ponsel realme X3 SuperZoom Siap Diluncurkan, Intip Spesifikasinya
Fun
Tom Holland dan Robert Pattinson Beradu Akting di Film 'The Devil All the Time'
ShowBiz
Tom Holland dan Robert Pattinson Beradu Akting di Film 'The Devil All the Time'

Tom Holland dan Robert Pattinson siap beraksi di film The Devil All the Time.