Game
'Five Nights at Freddy's' Berbahaya untuk Anak 'Five Nights at Freddy's' sangat mencekam. (Foto: Steam)

LEWAT tengah malam, suasana sebuah restoran pizza berubah menjadi mencekam. Sang penjaga keamanan shift malam di restoran bernama Freddy Fazbear's Pizza itu harus berhadapan dengan teror robot animatronik yang dirasuki oleh arwah penasaran lima orang anak yang kabarnya meninggal dibunuh di restoran itu.

Jika berpapasan dengan salah satu dari robot animatronik mengerikan itu, tamatlah riwayat sang penjaga malam. Hal terakhir yang ia lihat adalah wajah animatronik yang berteriak mengejutkan, menampakan gigi-gigi runcingnya seraya menghabisi nyawanya.

Baca Juga:

PlayStation Showcase Digelar Hari ini, Segudang Update Game Menanti

Adegan yang membuat bulu kuduk merinding ini dapat kamu temukan jika kamu memainkan game horor survival populer Five Nights at Freddy's. Meski mengerikan, penuh darah, kejutan dan kekerasan, game ini cukup lumrah dimainkan oleh anak di bawah umur.

“Putra tiri saya yang berusia 5 tahun, diperbolehkan menonton video game dan memainkannya di rumah kerabatnya. Kini, ia tidak bisa tidur di malam hari dan terkadang histeris tentang betapa ketakutannya dia. Saya melakukan demo permainan, dan saya sendiri ketakutan. Jangan biarkan anak-anakmu memainkan permainan ini,” tulis ulasan seorang pengguna bernama Maggie S. dalam situs ulasan konten hiburan Common Sense Media.

Mengonsumsi konten yang berkenaan dengan kekerasan, pada faktanya memang berbahaya untuk anak di bawah umur.

“Menanamkan rasa takut yang tidak semestinya pada anak-anak dapat menyebabkan luka psikologis yang merusak dalam jangka panjang,” kata Dr. Bess de Guia, anggota seorang konsultan psikiatri di The Medical City, memperingatkan seperti dilaporkan oleh Lifestyle Inquirer.

“Ketakutan semacam itu mungkin menjadi akar penyebab masalah seperti gangguan stres pascatrauma, serangan panik, dan gangguan kecemasan,” lanjut Bess.

“Efek psikologis yang umum adalah reaksi fobia kronis, yang dapat berlanjut hingga masa remaja dan seterusnya,” tambah Dr. Nina Halili-Jao, seorang psikiater anak di TMC.

Mirisnya, di era yang menawarkan keberagaman konten hiburan seperti sekarang ini, hampir tidak mungkin menjaga anak-anak dalam gelembung bebas kekerasan.

Baca Juga:

Game Marvel Bakal Rilis di Playstation 5 Sampai 2023

Selain game yang akan diadaptasi menjadi film pada Oktober mendatang ini, ada begitu banyak konten hiburan lainnya yang penuh kekerasan dan tak pantas dikonsumsi anak.

“90 persen film, 68 persen video game, dan 60 persen acara TV menampilkan gambaran kekerasan,” kata Caroline Knorr, editor artikel parenting untuk Common Sense Media kepada CNN.

Anak-anak berusia 8 tahun ke bawah menonton TV atau DVD rata-rata 1 jam 40 menit sehari; anak-anak yang lebih besar menonton rata-rata 4 jam setiap hari. Kebanyakan anak mulai bermain video game sekitar usia 4 tahun menurut penelitian mereka.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal medis dari American Academy of Pediatrics (AAP), menemukan bahwa menonton acara yang menanamkan nilai-nilai kerja sama dan empati dapat meningkatkan perilaku pada anak usia 3 hingga 5 tahun, hanya dalam waktu 6 bulan.

Hal ini juga berlaku sebaliknya, paparan kekerasan yang berkepanjangan di media merupakan faktor risiko yang menjadikan anak memiliki perilaku agresif.

Lantas, dengan realitas yang ada, apa yang bisa dilakukan oleh orang tua?

Pemantauan dan pembatasan adalah kuncinya. Usia tujuh atau delapan tahun adalah titik balik, yang oleh para ahli disebut sebagai zaman akal.

“Sementara anak-anak di bawah tujuh tahun mengalami kesulitan membedakan antara fantasi dan kenyataan, anak-anak yang lebih besar menganggap kekerasan itu lucu karena terjadi dengan cara yang tidak pernah bisa dilakukan dalam kehidupan nyata,” ungkap Michelle Garrison, penyelidik di Pusat Penelitian Kesehatan, Perilaku, dan Perkembangan Anak di Seattle Children's Research Institute

AAP merekomendasikan untuk tidak memberikan jatah screentime kepada anak di bawah 2 tahun, dan tidak lebih dari 1-2 jam untuk anak usia prasekolah ke atas. Orang tua juga diharapkan untuk terus memeriksa konten, memegang kendali, mendampingi, dan memberikan arahan kepada anak tentang apa yang mereka konsumsi. (dsh)

Baca Juga:

Ketika Game Horor Bikin Gamer Main Hati

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Intip Penawaran Menarik di PEVS 2022
Fun
Intip Penawaran Menarik di PEVS 2022

PEVS 2022 menghadirkan sejumlah inovasi kendaraan listrik.

Rutinitas Perawatan Kulit Wajah, Harus itu
Fun
Rutinitas Perawatan Kulit Wajah, Harus itu

Perawatan yang dihadirkan menggunakan teknologi modern dari Eropa

Pelayanan dan Klaim Cepat jadi Solusi Asuransi di Sumatera
Fun
Pelayanan dan Klaim Cepat jadi Solusi Asuransi di Sumatera

Qoala Plus telah hadir menjadi solusi asuransi masyarakat wilayah Sumatera.

USB-C Datang untuk Airpods dan Aksesori Mac di 2024
Fun
USB-C Datang untuk Airpods dan Aksesori Mac di 2024

Apple dipaksa menggunakan USB-C untuk perangkatnya.

Truk Volvo nan Fungsional dari Lego
Hiburan & Gaya Hidup
Truk Volvo nan Fungsional dari Lego

Bisa untuk mengangkut muatan dan dikendalikan via aplikasi.

Ibu adalah Superwoman, Tak Tergantikan
Fun
Ibu adalah Superwoman, Tak Tergantikan

Seorang ibu adalah sumber energi dalam keluarga.

Lama Absen, Apa yang akan Ditampilkan Rihanna di Super Bowl Halftime Show 2023?
ShowBiz
Game Mafia Gratis di Steam untuk Rayakan Ulang Tahun Ke-20
Fun
Game Mafia Gratis di Steam untuk Rayakan Ulang Tahun Ke-20

Bernostalgia dengan Tommy Angelo di Mafia.

Instagram akan Hapus Tombol Belanja
Fun
Instagram akan Hapus Tombol Belanja

'Tab belanja' segera dihapus untuk memudahkan semua pengguna saling terhubung.