Film Disney 'Mulan' akan Mengubah Total Perspektif Kamu Film Mulan memberikan makna berbeda dari film lain Disney. (foto: bustle.com)

SEJAK pertama dirilis pada 1998, film Mulan menjadi kartun Disney yang berbeda ketimbang film-film lainnya. Terinspirasi dari cerita rakyat Tiongkok, Mulan menjadi salah satu fantasi klasik Disney terbaik sepanjang masa.

Film ini akan diadaptasikan dalam bentuk live-action yang akan tayang pada 27 Maret 2020 mendatang. Nah, sebelum nonton filmnya, yuk perhatikan beberapa pelajaran yang bisa kamu dapat film Mulan. Dijamin bisa mengubah total perspektif kamu!

BACA JUGA: Disney 'Live-Action' 'Mulan' Tarik Banyak Penikmat Film


1. Tidak semua mimpi seorang perempuan harus berkaitan dengan percintaan

mulan
Perempuan tak selalu memimpikan percintaan. (foto: elite daily)

Princess original Disney seperti Snow White, Cinderella, serta Aurora cenderung memiliki mimpi yang besar, namun mereka tidak berperan aktif dalam meraih mimpi mereka tersebut. Alih-alih berusaha untuk meraih mimpinya, mereka lebih sering bermimpi, menunggu, atau tertidur untuk menunggu pangeran menyelamatkan mereka. Kemudian kehadiran para princess Disney seperti Ariel, Jasmine dan Belle mulai menunjukkan usaha meraih apa yang mereka inginkan meskipun itu mengharuskan mereka untuk menjadi pemberontak dan break the rules.

Meskipun begitu, semua cita-cita mereka biasanya diidentikan dengan kehidupan percintaan. Dalam film Mulan, itu semua berbeda. Mulan memiliki tujuan yang spesifik, yaitu untuk menyelamatkan ayahnya, keluarganya, dan negaranya dan rela melakukan hal ekstrim seperti menyamar menjadi laki-laki dan belajar berperang.

2. Risiko yang tinggi bisa terbayar dengan hasil yang memuaskan

mulan
Perempuan juga bisa tahan banting. (foto: level MY)

Menyamar menjadi laki-laki, berlatih menjadi prajurit, dan berperang demi keselamatan negara bukanlah suatu keputusan yang bisa langsung diambil tanpa dipikirkan dahulu matang-matang. Mulan memberikan kesan perempuan cantik tangguh yang tahan banting tanpa harus ada gaun indah yang menawan dan tatanan rambut dan riasan yang menakjubkan. Perjuangan Mulan yang beresiko besar demi keluarga dan negaranya tentunya tidak sia-sia, Mulan pulang sebagai seorang pahlawan yang berjuang untuk negaranya dan membanggakan keluarganya.

BACA JUGA: Disney Siapkan Lebih Dari USD 300 Juta untuk Film Live-Action Mulan

3. Jangan takut menjadi berbeda

Mulan
Tak masalah jika berbeda. (foto: the list.com)

Pakaian, make-up, perawatan kulit, dan bentuk tubuh nampaknya menjadi simbol feminitas yang sangat diperhatikan para perempuan dari dulu sampai sekarang. Disaat semua orang berlomba-lomba untuk tampil cantik, dan mereka menyukai itu semua, disini Mulan menunjukkan ketidaknyamanannya ketika didandani untuk acara perjodohan dan menyeka wajahnya untuk menghapus riasannya ketika menyanyikan lagu Reflection. Mulan baru merasa bisa menjadi dirinya sendiri ketika ia mengenakan baju besi dan pedang di tangannya.

Ini menjadi pembelajaran bagi para perempuan diluar sana bahwa kamu bisa bermimpi dan bisa menjadi apa saja, meskipun hal tersebut tidak biasa dan masih dianggap tabu. Kita semua berbeda-beda dan tidak semua perempuan harus dilabelkan sebagai simbol kecantikan luar dan menyukai segala hal yang feminin. You born to stand out, not to fit in!


4. Persepsi dan label kecantikan perempuan

mulan
Cantik tak selalu harus kemayu. (foto: playbill)

Mulan merupakan gadis muda yang cantik, namun ia berpenampilan sederhana dan lebih dikenal karena keberanian dan keahliannya di medan perang. Mulan menjadi karakter yang berbanding terbalik dengan label princess Disney yang biasanya diidentikan dengan tampilan fisik yang ditonjolkan ketimbang kemampuan dari perempuan itu sendiri.

Film Mulan mengajarkan bahwa kecantikan tidak hanya terbatas pada apa yang kasatmata, tetapi perempuan cantik juga dinilai dari kemampuan dan cara berpikirnya.(shn)

BACA JUGA: Sambil Menunggu 'Live-Action' Mulan, Ketahui 5 Fakta dari Versi Animasinya!



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH