Pesona Indonesia
Wisata Sejarah di Pulau Onrust nan Misterius Pulau Onrust tak hanya memiliki alam yang indah, tapi juga kaya akan sejarah (Foto: Mp/Eggi Pradia)

MAKAM Belanda, penjara tua, dan museum berpadu pas dengan keindahan laut Pulau Onrust. Meski membawa atmosfer horor, pulau kecil di gugus Kepulauan Seribu ini bak permata indah yang masih tersimpan.

Letak Pulau Onrust tak berapa jauh dari Ibu Kota. Pulau ini masuk Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Jakarta. Letaknya berdekatan dengan dua pulau yang termasuk Wisata Taman Arkeologi Onrust, yakni Pulau Cipir dan Pulau Kelor. Cuma butuh seharian untuk mengeksplorasi pulau ini. Termasuk menikmati panorama laut nan indah.

Baca Juga:

Menjelajah Wisata Kawah Putih di Era New Normal Bersama Travel Trip

Nama Onrust untuk pulau ini diambil dari bahasa Belanda yang berarti 'tak pernah beristirahat' atau dalam dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah unrest. Bukan tanpa alasan nama itu disematkan pada pulau ini. "Pulau ini dahulu digunakan sebagai galangan kapal dan pergudangan rempah untuk dijual ke Eropa. Saking sibuknya, pulau ini dinamakan pulau yang tidak pernah tidur atau onrust," jelas Ridwan Saide, pemandu wisata Pulau Onrust, kepada Merahputih.com dalam trip ke pulau tersebut bersama Travel Trip, Minggu (9/8).

Pulau Onrust memiliki arti pulau yang tak pernah beristirahat (Foto: Mp/Eggi Pradia)

Selain untuk galangan kapal di masa kolonial Belanda, pada 1911 Pulau Onrust diubah fungsi menjadi karantina haji hingga 1933. Kabarnya, waktu itu para calon haji dibiasakan dulu dengan udara laut. Alasannya, perjalanan ke Tanah Suci dilalui para jemaah dengan naik kapal laut selama berbulan-bulan. Pulau Onrust juga dijadikan sebagai pos karantina jemaah haji yang kembali.

Saat tim Merahputih.com berkunjung ke Pulau Onrust bersama Travel Trip di masa kenromalan baru, ada sejumlah protokol kesehatan yang wajib dipatuhi, khususnya saat turun dari kapal ke Pulau Onrust.

Baca Juga:

Menangkap Golden Sunrise dari 'Negeri di Atas Awan'

Di pulau itu sudah disiapkan proses pengecekan suhu setelah kapal merapat, pemeriksaan wajib memakai masker, menjaga jarak, dan disediakan pula tempat mencuci tangan. "Ada penyemprotan desinfektan kurang lebih 2 minggu sekali di titik-titik vital pulau," jelas Saide.

Setelah mengikuti protokol kesehatan, tim Merahputih.com memasuki gerbang pulau. Di sana terlihat sejumlah peninggalan arkeologi di masa kolonial Belanda, salah satunya ialah sebuah rumah yang terlihat masih utuh dan terawat.

Rupanya rumah itu merupakan tempat tinggal dokter yang mengepalai Rumah Sakit Karantina di Pulau Onrust. Pada masa Indonesia merdeka, pulau ini dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Karantina, khususnya bagi penderita penyakit menular di bawah pengawasan Departemen Kesehatan RI hingga awal 1960-an.

Museum Onrust yang menyumpan sejumlah peninggalan arkeologi (Foto: Mp/Eggi Pradia)

Namun, saat ini rumah dokter berubah fungsi jadi Museum Onrust. Di dalamnya tersaji kisah pulau bersejarah ini. Sejumlah temuan ekskavasi arkeologis di Pulau Onrust juga dipamerkan di sana. Kepingan-kepingan piring dan botol antik, berbagai peralatan rumah tangga kuno, sepatu besi, serta beberapa maket yang menggambarkan tata letak peta bangunan Pulau Onrust dari masa ke masa terpajang di museum itu.

Terdapat sejumlah benda-benda peninggalan sejarah di Pulau Onrust. (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Setelah cukup mengamati museum, tim Merahputih.com beralih ke spot wisata lainnya di Pulau Onrust, yakni Makam Belanda. Saat menjelajahi jalan menuju makam tersebut, terlihat sisa-sisa bangunan dan pohon penjulang tinggi. Sungguh, terasa bak di film horor.

Sesampai di Dutch Graveyard atau kompleks makam belanda, suasana hening sangat terasa. Di dalam kompleks pemakaman terdapat sekitar 40 makam dengan bentuk nisan yang berbeda-beda. Setiap bentuk nisan punya arti. Ada yang keturunan bangsawan, petinggi militer, hingga rakyat biasa.

Kompleks permakaman belanda dibatasi dengan tembok berwarna putih.(Foto: Mp/Eggi Pradia)

Kompleks permakaman ini sudah ada sejak jaman VOC berkuasa di Pulau Onrust, sekitar abad 17-18. Dari sekitar 40 nisan kubur yang masih tersisa di sini, sebagian besar merupakan orang-orang Belanda yang mati muda akibat penyakit tropis.

Meski ramai sebagai galangan kapal maupun benteng pertahanan, Pulau Onrust di abad 17-18 bukanlah wilayah permukiman yang sehat. Banyak penghuninya yang wafat di usia muda. Di bawah umur 40 tahun.

Ada sekitar 40 nisan di komplek pemamakan belanda dengan bentuk yang berbeda-beda. (Foto: Mp/Eggi Pradia)

Dari kompleks pemakaman Belanda, tim Merahputih.com bergeser ke Penjara Kuno. Menurut pemandu, ini merupakan tempat tahanan perang internasional. Ada sejumlah keterangan dan foto-foto tentang sejarah tempat itu.

Sejumlah patung lilin para tahanan dan petugas penjara ditempatkan di lokasi ini. Membuat hawa mistis menyeruak. Namun, bagian menarik penjara kuno ini ialah arena gladiator. Kabarnya, gladiator digunakan sebagai tempat mengadu para tahanan hingga tewas. Tujuannya,mengurangi jatah makan dan jumlah tahanan di penjara tersebut. Menyedihkan.

Terdapat beberapa patung lilin di penjara kuno (Foto: Mp/Eggi Pradia)

Jika kamu berpikir Pulau Onrust hanya punya aura mistis, kamu salah besar. Pulau kecil ini juga menawarkan keindahan alam laut dan spot foto yang mengagumkan. Itulah yang membuat Pulau Onrust kerap diramaikan wisatawan, khususnya pada akhir pekan. Tak sedikit para wisatawan yang menjadikan Pulau Onrust sebagai spot memancing, bahkan hingga mendirikan tenda untuk bermalam di sana.

Untuk urusan makan dan minum, Pulau Onrust punya beberapa warung. Jadi kamu tak perlu khawatir akan ketersediaan makanan dan minuman. Harganya pun sangat terjangkau.

Pada area berbentuk lingkaran, merupakan arena gladiator untuk mengadu para tahanan hingga tewas pada zaman dahulu (Foto: Mp/Eggi Pradia)

Saat pandemi corona menyebar, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Onrust tergerus. Bahkan di masa kenormalan baru ini pun, kunjungan masih rendah. "Awal mula new normal, peminatnya dikit. Banyak yang masih khawatir akan tempat-tempat ramai dan berkumpul, baik di kapal maupun tempat wisatanya," jelas Saide.

Namun, ia mengakui lama-kelamaan mulai banyak peminat kembali meski belum optimal seperti biasa. "Sebelum pandemi, bisa sekitar 500-2.000 pengunjung di akhir pekan, tapi sekarang di new normal paling banyak hanya 300 orang," jelas Saide.

Para peserta travel trip yang menjelajahi Pulau Onrust (Foto: Mp/Eggi Pradia)

Berwisata ke Pulau Onrust atau pulau-pulau lainnya di masa ini bisa banget jadi pilihan. Jaraknya tak terlalu jauh dari Ibu Kota dan bisa dilakukan dengan singkat. Khusus kamu yang menyukai petualangan sejarah, pulau ini pilihan tepat. Kamu bisa mendaftarkan diri untuk paket wisata di Travel Trip. Banyak paket wisata seru dengan harga terjangkau yang ditawarkan. Untuk informasi lebih lanjut kamu bisa mengunjungi @Traveltrip_id.(Ryn)

Baca Juga:

Era Kenormalan Baru, Puluhan Operator Tur Siap Buka Kembali Perjalanan Wisata

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Semarang, Surganya Kuliner Jamu dan Rempah
Kuliner
Semarang, Surganya Kuliner Jamu dan Rempah

Kamu bisa menemukan banyak kuliner Jamu di Semarang.

Bali Siap Menyambut Pelancong di bulan Oktober
Travel
Bali Siap Menyambut Pelancong di bulan Oktober

Pemerintah sedang mempertimbangkan membuka kembali Bali antara bulan Juni dan Oktober

Siasat Ramah Tamah Lebaran Menjebak Pangeran Diponegoro (2)
Indonesiaku
Siasat Ramah Tamah Lebaran Menjebak Pangeran Diponegoro (2)

Diponegoro enggan menjalin pembicaraan apapun karena ingin khusyuk menjalankan ibadah puasa ramadan 1245 H.

Fakta Pulau Sebaru, Kerangka Manusia dan Narkoba
Travel
Fakta Pulau Sebaru, Kerangka Manusia dan Narkoba

Pulau Sebaru ini faktanya menyimpan pesona alam Indonesia.

27 Varian Teh Nusantara di Loko Coffee Shop, Kota Cirebon
Kuliner
27 Varian Teh Nusantara di Loko Coffee Shop, Kota Cirebon

Kafe ini memang hadir di beberapa kota yang dilalui rel kereta api.

Merayakan Natal dan Tahun Baru Sambil Menikmati Sajian di Cirebon
Kuliner
Merayakan Natal dan Tahun Baru Sambil Menikmati Sajian di Cirebon

Hotel ternama di kota Cirebon ini menghadirkan dua menu baru untuk menyambut Natal dan Tahun Baru

Hangatkan Tubuh dengan Wedang Khas Indonesia Ini!
Kuliner
Hangatkan Tubuh dengan Wedang Khas Indonesia Ini!

Setiap wedangnya memiliki cita rasa khas tersendiri.

Peringati May Day, Ini Empat Museum di Dunia yang Menceritakan Perjuangan Buruh
Fun
Peringati May Day, Ini Empat Museum di Dunia yang Menceritakan Perjuangan Buruh

Di beberapa negara, perjuangan para buruh diabadikan dalam sebuah museum.

Spot Wisata Domestik Ini 11-12 Dengan yang Di Mancanegara
Travel
Generasi Muda, Rayakan HUT ke-75 RI dengan Kontribusi Positif untuk Negeri
Indonesiaku
Generasi Muda, Rayakan HUT ke-75 RI dengan Kontribusi Positif untuk Negeri

Merayakan kemerdekaan Indonesia dengan berkontribusi untuk negara.