Buaya Purba Berjalan dengan Dua Kaki Konon buaya purba berjalan dengan dua kakinya seperti dinosaurus. (Foto: Unsplash/Glen Carrie)

PARA ilmuwan mengungkapkan bahwa beberapa spesies buaya purba berjalan dengan dua kaki belakangnya seperti dinosaurus.

Live Science menulis bahwa para peneliti tidak menemukan adanya tulang fosil dari buaya itu. Tetapi terdapat lusinan jejak kaki buaya purba yang berusia hingga 120 juta tahun. Termasuk satu dengan jejak kulit, terawetkan di dalam batu.

Baca Juga:

Raksasa Purba Dulunya Pernah Menghuni Bumi

buaya
Buaya umumnya berjalan dengan empat kaki. (Foto: Unsplash/bradass198)

Peneliti menemukan jejak kaki yang memfosil pada sebuah proyek konstruksi. Peneliti menamakannya situs pelacakan Sacheon Jahye-ri, karena letaknya di sebelah barat Kota Sacheon di Provinsi Gyeongsang Selatan.

"Untuk pertama kalinya, kami memiliki bukti bahwa beberapa buaya raksasa zaman kapur berkaki dua dan benar-benar seperti dinosaurus karnivora," kata rekan peneliti studi Martin Lockley, profesor emeritus geologi di University of Colorado Denver, kepada Live Science.

Melansir Live Science, awalnya tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Kyung Soo Kim dari Universitas Pendidikan Nasional Chinju itu berpikir bahwa jejak kaki itu berasal dari pterosaurus raksasa berkaki dua yang berjalan di atas dataran lumpur.

Diundang oleh peneliti dari Korea, saat Lockley melihat jejak kaki itu, ia langsung menyadari bahwa itu berasal dari kaki buaya.

Baca Juga:

Pernah Ada Buaya Vegetarian

buaya
Jejak kaki buaya purba yang ditemukan di Korea Selatan. (Foto: Kyung Soo Kim, Chinju National University of Education, Kyungnam, South Korea)

Live Science menulis karena sebelumnya, Lockley pernah mempelajari jejak buaya dari periode Jurassic (sekitar 199 juta hingga 145 juta tahun yang lalu).

Buaya-buaya tersebut meninggalkan jejak itu jauh lebih kecil, jejaknya sekitar 1 inci, atau panjang 2,5 cm dan berjalan dengan empat kaki. Meski begitu, cetakan itu sangat mirip dengan yang baru ditemukan, kata Lockley.

Dr. Anthony Romilio, ahli paleontologi Universitas Queensland mengatakan bahwa penemuan fosil buaya itu yang dinamai batrachopus grandis, memiliki panjang sekitar tiga meter. Jejak kakinya berukuran sekitar 24 cm yang menunjukkan bahwa sang buaya memiliki tinggi yang sama dengan kaki manusia dewasa. Juga, meski jejak kaki ada di mana-mana, tidak ada jejak tangan atau jejak dari tarikan ekor.

Kim menjelaskan bahwa buaya khas berjalan dalam posisi jongkok dan membuat jalur yang lebar. Anehnya, jalur dari temuan baru ini terlihat sangat sempit, mirip seperti buaya yang sedang menyeimbangkan diri pada rentangan tali.

Baca juga:

Ditemukan, Jejak Kaki Manusia Berusia 120 Ribu Tahun

buaya
Perkiraan tinggi batrachopus grandis. (Foto: Twitter@a_romilio)

Dikombinasikan dengan tidak adanya tanda tarikan ekor, menjadi jelas bahwa makhluk ini bergerak secara bipedal. "Mereka bergerak dengan cara yang sama seperti kebanyakan dinosaurus, tetapi jejak kaki itu tidak dibuat oleh dinosaurus," ucap Kim.

Ini menjelaskan kenapa para peneliti tidak dapat menemukan jejak kaki depannya. Melansir laman CNN, batrachopus grandis diperkirakan hidup lebih dari 100 juta tahun yang lalu di awal periode Cretaceous, terutama di darat dan bukan di air seperti buaya umumnya saat ini.

Peneliti juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan hewan itu hanya berjalan dengan dua kaki tetapi juga bisa berjalan dengan empat kaki.

Romilo mengatakan bahwa jejak fosil buaya cukup langka di Asia, jadi menemukan kelimpahan dengan hampir seratus jejak kaki sangatlah luar biasa, tulis Science Daily. (lev)

Baca Juga:

Siripnya Sepanjang Manusia, Ini Ukuran Hiu Megalodon Sebenarnya


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH