Berbagai Alat Esensial Di Balik Keindahan Batik Tulis Alat-alat di balik terciptanya batik tulis (Foto: bahankain)

BATIK sebagai warisan budaya indonesia sudah sepatutnya dipelihara dan dijaga, mulai dari makna hingga proses pembuatannya. Batik di Indonesia memiliki berbagai macam motif dan makna dibalik itu semua. Proses pembuatan batik tulis pun tidak instan. Diperlukan waktu dan ketekunan, berbeda dengan batik cap maupun cetak. Namun, di balik keindahan kain batik tulis terdapat beberapa alat yang tidak dapat dihilangkan dari prosesnya.

Baca juga:

Investasi Batik Tulis Bisa Raup Keuntungan Ratusan Juta Rupiah

1. Kain Mori

Kain Mori Batik
Kain mori sebagai bahan utama dalam batik (Foto: Instagram @toko_danis)

Kain mori merupakan bahan utama dalam pembuatan dari batik tulis. Kain ini mudah untuk menyerap berbagai zat pewarna, sehingga sangat cocok digunakan untuk membuat batik tulis.

Kain ini memiliki berbagai klasifikasi, seperti primisima yang merupakan kelas tertinggi diantara jenis kain mori lainnya. Jenis lain di antaranya yakni prima yang merupakan kelas menengah dan biru kelas paling bawah.

Selain menggunakan kain mori, pembuatan batik tulis dapat digantikan dengan kain, rayon, kain kapas, dan kain sutra.

2. Canting

Canting Batik
Canting alat untuk menuangkan Malam ke kain (Foto: Instagram @handoko_eshawe)

Alat ini merupakan alat untuk melukis batik tulis dengan cairan lilin. Dengan canting, lilin atau biasa yang disebut malam dilukiskan sedikit demi sedikit ke kain mori. Dengan bahan dasar tembaga, canting memiliki tiga bagian utama, yaitu cucuk, nyamplung dan gagang.

Cucuk sendiri merupakan bagian ujung dari canting yang digunakan untuk menyalurkan lilin atau malam ke kain mori. Sedangkan nyamplung merupakan bagian untuk menampung lilin atau malam untuk disalurkan ke cucuk, dan gagang yang merupakan bagian pangkal untuk pegangan.

Baca juga:

Kain Termahal di Dunia, Salah Satunya Batik Indonesia

3. Lilin atau malam

Lilin Pembuatan Batik
Malam, bahan untuk mempertegas lukisan pada batik tulis (Foto: Instagram @gilangziyan)

Lilin atau yang biasa disebut malam ini merupakan bahan utama pembuatan batik. Tidak hanya pembuatan batik tulis, malam ternyata juga digunakan pada pembuatan batik cap.

Malam biasanya digunakan untuk mempertegas motif pada batik sebelum diberi zat pewarna. Karena sifat malam dan zat pewarna yang bertolak bekalang, malam digunakan untuk memisahkan bagian yang ingin diwarnai dan tidak.

Zaman dahulu, penggunaan lilin digantikan dengan sarang lebah yang sering disebut malam. Karena itu sampai saat ini lilin pada pembuatan batik disebut malam.

4. Zat Pewarna

Zat Pewarna Batik
Pewarna sintesis dipilih karena memiliki banyak varian warna (Foto: Pixabay/frankspandl)

Dalam pembuatan batik tulis, warna dimunculkan menggunakan zat pewarna. Biasanya yang digunakan dapat berupa zat pewarna alami maupun sintesis.

Untuk saat ini, warna yang dikeluarkan dalam batik menggunakan zat warna sintesis karena lebih praktis dan memiliki varian yang beragam.

5. Gawangan

Gawangan Batik
Gawangan sebagai penyangga kain dalam membatik (Foto: Instagram @srikandi_woodworking)

Alat yang satu ini merupakan penyangga dalam proses pembuatan batik tulis. Penyangga digunakan untuk meletakan kain yang akan dilukis agar lebih mudah. Gawangan biasanya terbuat dari kayu ataupun bambu, dan terkadang diberi ukiran pada bagian atasnya. (jhn)

Baca juga:

Jangan Sampai Keliru, Ketahui Perbedaan Jenis Batik



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH