Investasi Batik Tulis Bisa Raup Keuntungan Ratusan Juta Rupiah Orang Eropa sangat menyukai kain batik. (Foto: europeanyouthvoice.eu)

KALAU berbicara investasi, paling tidak yang ada di pikiran kamu ialah properti. Investasi di bidang properti memang menjanjikan. harganya tidak akan pernah turun. Malah naik terus.

Tapi kamu tidak akan menyangka jenis investasi yang satu ini, batik tulis. Ya, keindahan batik tulis bukan saja bisa dikreasikan menjadi sebuah busana. Tapi, batik tulis bisa juga jadi ladang investasi lho sahabat Merah Putih. Bahkan tidak tanggung-tanggung. Kamu bisa meraup hingga ratusan juta rupiah dengan berinvestasi batik tulis.

Baca Juga:

Butuh Waktu Lama Untuk Menghasilkan Kain Batik

batik
Batik memiliki nilai yang tinggi. (Foto: Pixabay/masbebet)


Batik tulis memiliki nilai yang tinggi. Bahkan tidak hanya di Indonesia. Di luar negeri pun batik tulis begitu dihargai. "Batik tulis apapun bentuknya. Di luar sana valuenya ada. Di Amerika dan Eropa sangat menghargai handmade," ujar Desainer sekaligus pengamat batik, Sonny Muchlison saat dihubungi merahputih.com.

Menurut Sonny, batik tulis bisa menjadi investasi mahal karena proses membatik tidak menggunakan mesin. Artinya, batik yang dikerjakan dengan tangan manusia memiliki nilai yang begitu berharga. "Karena itu yang dikerjakan manusia tanpa bantuan mesin," tuturnya.

Apalagi lanjut Sonny, proses membatik batik tulis sangat sulit. Prosesnya menggunakan sebuah alat bernama canting. Ini merupakan alat tradisional yang dipakai untuk mengambil malam (lilin untuk membatik) yang sudah dicairkan di dalam benda seperti wajan panas.

Proses menggunakan canting biasanya dilakukan pembatik untuk membuat sebuah pola. Sebelum memberikan pewarnaan pada pola batik. Canting memiliki banyak ukuran, dari ukuran 0-10. Bagi para pembatik, canting nomor 0 paling sulit digunakan.

Baca Juga:

Butuh Waktu Lama Untuk Menghasilkan Kain Batik

batik
Batik Oey soe tjoen yang dibuat dengan canting ukuran. (Foto: infobatik.id)

Salah satu batik tulis yang jadi incaran kolektor kata Sonny ialah batik Oei So Tjoen. Batik dari Pekalongan ini pembuatannya menggunakan canting ukuran nomor 0. Harga batik tersebut bisa mencapai 100 juta. "Harganya 50-100 juta. Setiap tahunnya batik ini hanya menerima pesanan 6-7 piece," kata Sonny.

Pembuatan batik Oei So Tjoen juga tidak dilakukan oleh satu orang. Saking spesialnya, batik Oei So Tjoen bisa sampai melibatkan 10 pembatik.

Lalu, kira-kira berapa sih nilai investasi batik tulis? Dalam beberapa tahun ke depan, harga awal dari pembelian bisa bertambah 50-100 kali lipat. Bisa kamu bayangkan berapa keuntungan yang kamu dapat.

Namun, sayangnya meskipun investasi batik memiliki nilai tinggi. Belum banyak orang Indonesia yang mengetahui makna dari batik tulis sendiri. "Masyarakat kita lebih suka budaya luar, seperti budaya Korea," tukasnya. (ikh)


Baca Juga:

Pesona Vintage di Kampung Batik Laweyan

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH