Band Metal Made In Negeri Aing Mengguncang Panggung Dunia Viscral menggempur Eropa. (instgaram@viscral)

JIKA solis musik mainstream Negeri Aing susah mendunia, sebaiknya tengok riwayat band-band bawah tanah (underground) terutama di jalur metal. Mereka memang enggak pernah koar-koar di media akan go international, tapi tiba-tiba manggung di festival besar skala dunia, kolaborasi dengan band kondang internasional, bahkan merilis album fisik di luar negeri.

Baca juga:

Mengapa Produk 'KW' Jadi Musuh Ekosistem Lokal Made In Negeri Aing

Musik metal nan di era 90-an mulai berkembang di beberapa kota besar, khususnya Bandung dan Jakarta, kini mulai dikenal luas di dalam maupun luar negeri. Berkali-kali bahkan rutin band-band metal Made In Negeri Aing manggung di festival musik 'cadas' Eropa.

Sedikitnya ada lima band ‘bawah tanah’ atau underground Indonesia sukses mengguncang panggung dunia. Berikut daftar;

1. Noxa

noxa
Poster Maryland Deathfest 2015 menghadirkan Noxa. (Twitter: @NOXAxGC)

Band grindcore senior terbentuk pada 2002 berkali-kali manggung di luar negeri. Band kini beranggotakan Diego (vokal) menggantikan mendiang Tonny meninggal di akhir 2020, Ade (gitar), Dipa (bass), dan Alvin (drum) menggantikan Robin meninggal karena kecelakaan pada 2009, jadi langganan festival musik cadas di festival besar skala internasional.

Noxa pernah satu panggung dengan beberapa band metal legendaris, seperti Napalm Death dan Obituary di festival Maryland Deathfest di Amerika Serikat pada 2015. Mereka juga berhasil mengguncang panggung Eropa, dalam gelaran Obscene Extreme Festival di Republik Ceko pada 2010.

2. Burgerkill

Nama band plesetan dari salah satu merek fastfood asal Negeri Paman Sam, Burgerkill, terbentuk di Ujung Berung, Bandung pada 1995, tersebut kini beranggotakan Vicki (vokal), Eben (gitar), Agung (gitar), Ramdan (bass), dan Putra (drum).

Pada 2013 Burgerkill memenangkan kategori ‘Metal As F*ck’ dari penghargaan musik di Inggris, Golden Gods. Dua tahun kemudian, Burgerkill ditemani Jasad, menjadi dua band Bandung pertama berhasil menggelar tur di Eropa. Burgerkill menghajar panggung di Bloodstock Open Air (Inggris) dan Wacken Open Air (Jerman).

Memasuki 2018, Burgerkill kembali ke Eropa dengan menggelar konser di dua kota negri Belanda, Den Bosch, dan Amsterdam. Setahun berselang mereka menghajar panggung Amerika dengan melakukan tur di lebih dari 10 kota dalam rangka ‘Adamnantine American Tour 2019’.

3. Deadsquad

Technical death metal asal Jakarta kini beranggotakan Daniel (vokal), Stevie (gitar), Roy (drum), Welby (bass), dan Kharisma (gitar) terbentuk pada 2006, tersebut pada Juni 2019 menjelajah Jepang selama lima hari di berbagai kota, termasuk Nakano, Osaka, dan festival musik Everloud. Mereka berhasil menggebrak panggung musik bawah tanah Negeri Sakura.

Baca juga:

Foreign Branding Bikin Brand Made In Negeri Aing Dikira Produk Impor

Deadsquad juga merilis single split bertajuk ‘3593 Miles of Everloud Musick’ bersama The Kandarivas. Dan 2019 bersama Viscral berhasil melakukan tur di beberapa negara di Eropa bertajuk ‘The Devourer European Tour 2019’.

4. Viscral

View this post on Instagram

A post shared by VISCRAL (@viscralofficial)

Satu-satunya kandidat dari Bekasi. Band brutal death metal, Viscral berhasil mengharumkan nama 'Negeri Bekasi' di kancah Internasional. Bersama Deadsquad, Vscral berhasil memanaskan panggung musik 'cadas' di beberapa kota di Eropa, mulai dari Jerman, Swiss, hingga Belanda.

Di Jerman mereka tampil dua kali, salah satunya di festival Death Feast Open Air 2019 dan berhasil satu panggung dengan Aborted, Waking The Cadaver, hingga Wormed.

5. Jeruji

View this post on Instagram

A post shared by JERUJI (@jerujiofficial)

Pada Juni 2018, rasa duka menyelimuti band beraliran hardcore tersebut, setelah sang vokalis utama Ginan Koesmayadi berpulang. Namun, hal tersebut tak mematahkan semangat para personel. Jeruji kini beranggotakan Rangga (vokal), Pengex (bas), Sanny (drum), Andre (gitar), dan Ichad (gitar) kembali merilis album teranyar ‘Satu Barisan’ pada 2019.

Album tersebut membawa mereka ke daratan Eropa. Tidak tanggung-tanggung lebih dari tiga kota Jeruji singgahi dalam ‘European Tour 2019’, di antaranya Belanda, Jerman, Hungaria, Swiss, Austria, Perancis, dan Republik Ceko.

Ekosistem musik cadas tanah air tak lagi bisa dianggap sebelah mata. Mereka, selain berhasil melahirkan dan menjaga eksositem sehingga makin hari makin membesar, acap mengharumkan nama Indonesia di kancah musik dunia. (far)

Baca juga:

Bahasa Made In Negeri Aing Tuan Rumah di Negeri Orang

Penulis : Febrian Adi Febrian Adi
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DFSK Gelora Dapat Diandalkan untuk Dukung Sektor Pariwisata
Fun
DFSK Gelora Dapat Diandalkan untuk Dukung Sektor Pariwisata

Mobil listrik DFSK bisa diandalkan untuk mendukung sektor pariwisata, karena bisa menghemat biaya operasional dan ramah lingkungan

Tag Heuer Hadirkan Smartwatch Edisi Super Mario
Fashion
Tag Heuer Hadirkan Smartwatch Edisi Super Mario

Smartwatch seri Mario ini masuk kedalam kategori high-end.

Omega Squad hingga PROJECT, Update Maret untuk League of Legends: Wild Rift
Fun
Omega Squad hingga PROJECT, Update Maret untuk League of Legends: Wild Rift

Di Maret ini, Riot Games akan menghadirkan dua tema skin kece.

Tencent Gagal Merger Dua Platform Streaming, Ini Penyebabnya
Fun
Hai Pria, ini Cara Tepat Panjangkan Rambut
Fashion
Hai Pria, ini Cara Tepat Panjangkan Rambut

Potongan rambut gondrong atau agak gondong belum tentu membuat kamu terlihat tidak rapi.

Bisa jadi 5 Kebiasaan ini Berguna di Masa Depan
Fun
Bisa jadi 5 Kebiasaan ini Berguna di Masa Depan

Sebenarnya hanya pada keselarasan cara pandang generasi.

Berani, Kiki Aulia Munculkan Format Baru Synchronize Fest kala Pandemi
ShowBiz
Berani, Kiki Aulia Munculkan Format Baru Synchronize Fest kala Pandemi

Sukses mewujudkan ide berani baru dan jeli dalam melihat peluang dari apa yang dibutuhkan dalam sebuah festival musik.

Jepang Ungkap Protokol Berburu UFO
Fun
Jepang Ungkap Protokol Berburu UFO

Pasukan yang ada tetap melakukan pengawasan.

Berapakah Suhu Bumi di Zaman Es?
Fun
Berapakah Suhu Bumi di Zaman Es?

Sebuah tim yang dipimpin Universitas Arizona telah memastikan suhu zaman es terakhir