Mengenal Apa itu Bank Kustodian dan Fungsinya ilustrasi perlindungan investasi (picabay)

Merahputih.com - Ketika anda hendak berinvestasi salah satu yang jadi pertimbangan adalah mengenai faktor keamanan. Hal ini sangat wajar dilakukan untuk meminimalisir risiko terjebak penipuan atau penggelapan uang terkait investasi, yang masih kerap kali terjadi.

Masalah keamanan ini menjadi perhatian utama ketika kita berinvestasi pada aset keuangan yang tidak memiliki wujud secara nyata, seperti reksa dana. Meski begitu, bukti kepemilikan reksa dana ini tetap ada dalam bentuk unit penyertaan yang tercantum pada reksa dana.

Dalam berinvestasi pada reksa dana, masyarakat tidak perlu merasa khawatir uang akan disalahgunakan oleh manajer investasi ataupun agen penjual reksa dana. Sebab, seluruh dana nasabah dan aset kekayaan dari reksa dana ini disimpan secara aman di bank kustodian. (Baca juga: Syarat Pengajuan Pinjaman Uang Online Tanpa Jaminan)

Apa itu bank kustodian?

Bank Kustodian merupakan lembaga keuangan yang bertanggung jawab menyimpan dan menjaga berbagai aset perusahaan investasi secara kolektif. Aset dapat mencakup semua jenis sekuritas termasuk saham atau obligasi, serta aset seperti perhiasan atau barang berharga lainnya. Manajer investasi hanya memiliki hak untuk mengelola dana berupa cash maupun instrumen investasi, namun untuk alasan keamanan seluruh aset tersebut wajib disimpan di Bank Kustodian, sehingga menutup kemungkinan salah satu pihak dalam menggelapkan dana investor. Untuk menjadi bank kustodian, sebuah institusi harus mendapat izin dari Bank Indonesia serta mendapat persetujuan dari OJK.

Jadi, Bank Kustodian itu adalah bank umum yang telah memperoleh persetujuan OJK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai Kustodian. Kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

Terkait dengan investasi reksa dana, bank kustodian memiliki beberapa tugas, seperti menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana, melakukan pencatatan transaksi aset reksa dana. Selain itu, bank kustodian juga mengirimkan Surat Konfirmasi Transaksi (SKT) sebagai bukti transaksi nasabah dan laporan akun bulanan investasi. (Baca juga: Bermain Saham dan Bagaimana Cara Mengakali Resikonya)

Bank Kustodian

Pasal 1 angka 3 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 24/POJK.04/2017 Tahun 2017 tentang Laporan Bank Umum Sebagai Kustodian (“POJK 24/2017”) mendefinisikan Bank Kustodian adalah Bank Umum yang telah memperoleh persetujuan OJK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai Kustodian.

Kustodian, menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (“UU 8/1995”) serta POJK 24/2017, adalah pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

Bank kustodian juga merupakan pihak yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan reksa dana. Pengelolaan Reksa Dana, baik yang berbentuk Perseroan maupun yang berbentuk kontrak investasi kolektif, dilakukan oleh Manajer Investasi berdasarkan kontrak. Kontrak pengelolaan Reksa Dana berbentuk Perseroan dibuat oleh direksi dengan Manajer Investasi. Kontrak pengelolaan Reksa Dana terbuka berbentuk kontrak investasi kolektif dibuat antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian.

Apa fungsinya Bank Kustodian?

Fungsi dari bank kustodian bukan hanya menyimpan dana, berikut ini adalah beberapa fungsi bank kustodian lainnya, yaitu:

1. Mengerjakan Fungsi Administrasi

Bank Kustodian bertanggung jawab melakukan proses administrasi dan pencatatan dari setiap intrumen yang disimpannya. Proses pencatatan yang dilakukan termasuk jual-beli saham, pengiriman surat konfirmasi atas transaksi jual-beli, pengalihan dan perhitungan unit, pencairan deposito, hingga pengiriman laporan bulanan.

2. Mengawasi Manajer Investasi

Bank Kustodian juga bertugas mengawasi manajer investasi agar tidak mengambil kebijakan yang dapat merugikan investor pemilik modal. Apabila terjadi pengelolaan yang menyalahi ketentuan, bank kustodian memiliki tanggung jawab memperingatkan pihak manajer investasi. Jika peringatan tersebut tidak dihiraukan oleh pihak manajer bank kustodian bertugas membawa kasus ini ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan).Untuk alasan keamanan bank kustodian mutlak tidak boleh memiliki hubungan spesial dengan salah satu pihak, baik manajer investasi maupun investor. Sebagai contoh, bila Bank XXX merupakan manajer investasi pada salah satu produk reksadana, maka asset dari produk reksadana tersebut tidak boleh disimpan di Bank Kustodian yang memiliki hubungan dengan Bank XXX, meskipun ada kemungkinan Bank XXX juga memiliki izin sebagai bank kustodian. (Baca juga: Kunci Sukses Investasi Emas bagi Pemula)

Daftar bank kustodian di Indonesia

Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal Indonesia berikut adalah bank kustodian di Indonesia:

Bank Central AsiaStandard Chartered BankBank Internasional IndonesiaBank CIMB NiagaHSBCCitibank N.ABank PermataLippo BankBank Negara IndonesiaBank Sumitomo Mitsui IndonesiaBank Artha GrahaBank UOB IndonesiaDeutsche BankBank Rakyat IndonesiaBank MandiriBank MegaBank PaninBank DanamonBank BukopinBank DBS Indonesia

Berita ini diolah MerahPutih.com dari berbagai sumber.

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Puluhan Pasien OTG COVID-19 Dibolehkan Pulang dari Graha Wisata Ragunan
Indonesia
Puluhan Pasien OTG COVID-19 Dibolehkan Pulang dari Graha Wisata Ragunan

Jumlah pasien diperbolehkan pulang lebih banyak dibandingkan pasien yang masuk

Bank Dunia Sepakat Dengan Indonesia Bangun Kelas Menengah Tangguh
Indonesia
Bank Dunia Sepakat Dengan Indonesia Bangun Kelas Menengah Tangguh

Swasta berperan penting dalam membangkitkan pertumbuhan ekonomi karena mampu memunculkan berbagai peluang yang berkelanjutan dan inklusif.

Polisi Usut Dua Terduga Teroris yang Pernah Hadiri Sidang Rizieq Shihab
Indonesia
Polisi Usut Dua Terduga Teroris yang Pernah Hadiri Sidang Rizieq Shihab

Yusri tidak menjelaskan kapan HH dan ZA mendatangi sidang Rizieq

PPP Ingin Pilpres Lebih Dari 2 Pasang Calon
Indonesia
PPP Ingin Pilpres Lebih Dari 2 Pasang Calon

PPP belum mengusulkan (nama capres) dari internal. Fokus pihaknuya, bagaimana agar kualitas Pilpres 2024 lebih dari 2019.

ICW Sebut Penilaian Mahfud MD Soal Prestasi KPK Era Firli Tak Berbasis Data
Indonesia
ICW Sebut Penilaian Mahfud MD Soal Prestasi KPK Era Firli Tak Berbasis Data

Indonesia Corruption Watch menyebut penilaian Menteri Mahfud MD soal prestasi Komisi Pemberantasan Korupsi era Firli Bahuri tak berbasis data.

Merapi Luncurkan Empat Kali Awan Panas hingga 3 Kilometer
Indonesia
Merapi Luncurkan Empat Kali Awan Panas hingga 3 Kilometer

Gunung Merapi meluncurkan empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur paling jauh hingga 3.000 meter (3 km) ke arah barat daya.

PPKM Level 4, Gibran Berkukuh Tidak Berikan Pelonggaran Aturan Jam Malam
Indonesia
PPKM Level 4, Gibran Berkukuh Tidak Berikan Pelonggaran Aturan Jam Malam

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 067/2236 tentang PPKM Level 4 COVID-19.

Baru Dilantik, Kabareskrim Baru Diingatkan Soal 'Hukum Tumpul ke Atas'
Indonesia
Baru Dilantik, Kabareskrim Baru Diingatkan Soal 'Hukum Tumpul ke Atas'

Karena di masyarakat masih ada suasana kebatinan

Mobil Pengusaha Tekstil Jadi Sasaran Penembakan 8 Kali
Indonesia
Mobil Pengusaha Tekstil Jadi Sasaran Penembakan 8 Kali

Mobil Toyota Alphard hitam milik pengusaha tekstil asal Karanganyar menjadi korban penembakan sebanyak 8 kali.

PPDB 2021-2022, Orang Tua Siswa Diminta Cek NIK
Indonesia
PPDB 2021-2022, Orang Tua Siswa Diminta Cek NIK

uUntuk memudahkan orang tua dan wali kelas, Pemkot telah menyiapkan video tutorial pada Youtube Channel Dinas Pendidikan Kota Bandung.