Anak Garuda, Kisah Nyata Tujuh Alumni Sekolah SPI Meraih Kesuksesan Anak Garuda sangat inspiratif (MP/Ikhsan Digdo)

MEREKA memiliki masa lalu yang begitu pilu. Ada yang yatim piatu, dan miskin. Diremehkan dan ditertawakan sudah jadi makanan sehari-hari mereka. Ya, mereka memang datang dari keluarga tidak mampu.

Namun, setelah bersekolah di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Malang Jawa Timur mereka berhasil merasakan manisnya kesuksesan. Sang pemilik sekolah, Julianto Eka Putra atau akrab disapa Koh Jul selalu memberikan mereka semangat. Bahkan mereka berhasil meraih mimpi ke Eropa.

Baca juga: Yondu akan Hadir di Fast & Furious 9

Kisah nyata alumni Sekolah SPI itu kemudian dituangkan ke dalam film layar lebar bertajuk Anak Garuda. Alim Sudio didapuk sebagai penulis. Sementara Verdi Solaiman dipercaya sebagai produser.

"Siswa-siswa sekolah SPI ini berjuang dari nol untuk membalikkan keadaan dan menjadi orang berhasil," ujar Verdi saat temu pers di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).

Tak hanya itu, film besutan sutradara Faozan Rizal itu juga akan menceritakan bagaimana Sekolah SPI bisa berdiri. Sebagai informasi, sekolah SPI merupakan sekolah gratis yang dibangun khusus untuk anak-anak miskin.

Diperankan tujuh artis milenial (MP/Ikhsan Digdo)
Diperankan tujuh artis milenial (MP/Ikhsan Digdo)

Tujuh tokoh nyata alumni Sekolah SPI itu akan diperankan oleh artis milenial yang tengah bersinar di dunia hiburan. Tujuh tokoh tersebut ialah Robet (Ajil Ditto), Wayan (Geraldy Polisar), Dila (Rebecca Klopper), Sayidah (Tissa Biani), Yohana (Viola Georgie), Sheren (Rania Putrisari) dan Olfa (Clairine Clay).

Sementar karakter Koh Jul akan diperankan oleh aktor Kiki Narendra. Para karakter sudah melakukan proses syuting selama lebih kurang satu bulan. Latar tempatnya dari Malang, Jawa Timur, hingga ke dua negara Eropa, Swiss dan Prancis.

Baca juga: No Time to Die untuk James ‘007’ Bond

2. Kisah inspiratif dari zero to hero

Menjadi kisah yang sangat inspiratif (MP/Ikhsan Digdo)
Menjadi kisah yang sangat inspiratif (MP/Ikhsan Digdo)

Alim Sudio sebagai penulis awalnya mengaku pesimis saat mendapatkan tawaran untuk menggarap film ini. Sebab, sudah banyak film inspiratif yang menceritakan perjuangan seseorang. Awalnya dia menganggap film Anak Garuda akan memiliki cerita standar. "Saya enggak mau kalau bikin cerita yang ngebagusin SPI-nya," kata Alim.

Namun, setelah ia berkunjung langsung ke Sekolah SPI. Kemudian mendengarkan langsung kisah para karakter asli. Alim pun terenyuh. Ia yakin kisah tujuh anak tersebut merupakan kisah luar biasa yang harus diceritakan kepada penikmat film.

Tujuh anak tersebut benar-benar berubah dari zero (nol) menjadi hero (pahlawan). "Ini benar-benar pengalaman mereka. Bukan soal ke Eropanya, tapi bagimana mereka struggling," papar Alim Sudio.

3. Soundtrack diisi grup band Cokelat

Band Cokelat menjadi mengisi sountrack (MP/Ikhsan Digdo)
Band Cokelat menjadi mengisi sountrack (MP/Ikhsan Digdo)

Grup Band Cokelat mengisi soundtrack film ini dengan menyanyikan lagu berjudul Anak Garuda. Lagu tersebut merupakan karya Koh Jul langsung. Cokelat menaransemen ulang dan disuguhkan dengan musik tempo sedang penuh semangat.

Menurut sang gitaris, Edwin, Cokelat punya misi yang sama dengan film ini. Tak lain untuk membangun Indonesia. "Kami di Cokelat sangat percaya niat baik akan selalu menemukan jalannya tersendiri," papar Edwin.

Baca juga: Pekerjaan yang Membawa Kamu Keliling Dunia

Bagaimana sahabat Merah Putih, ingin melihat perjuangan tujuh murid Sekolah SPI ini? Sabar ya, tanggal tayangnya masih belum ditentukan. (ikh)


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH