4 Prosesi Budaya Seru di Keraton Yogyakarta Prosesi Numplak Wajik. (Foto: MP/Teresa Ika)

KERATON Yogyakarta menggelar tiga prosesi budaya menarik selama bulan Agustus. Prosesi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha.

Berikut empat prosesi budaya Keraton Yogyakarta selama bulan Agustus 2019.

Baca juga: DCF 2019 Sukses, Tapi ...

1. Gerebeg Besar

Gerebeg Besar (Sumber: MP/Teresa Ika)
Gerebeg Besar (Sumber: MP/Teresa Ika)

Gerebeg berarti diiringi atau diantar oleh orang banyak. Hal ini merujuk pada Gunungan yang diiringi oleh para prajurit dan Abdi Dalem. Dalam pendapat lain Gerebeg atau berasal dari kata 'gumrebeg', mengacu kepada deru angin atau keramaian yang ditimbulkan pada saat berlangsungnya upacara.

Pelaksanaan Gerebeg berlangsung tiga kali dalam setahun. Pertama Garebeg Mulud yang digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kedua Gerebeg Sawal untuk menandai berakhirnya bulan puasa. Ketiga Gerebeg Besar untuk memperingati Hari Raya Iduladha.

Gerebeg besar akan digelar pada Senin Wage 10 Besar 1952 Be/12 Agustus 2019 pukul 07.00 dipagelaran Keraton Yogyakarta.

Terdapat tujuh buah gunungan yang akan dibagikan di tiga tempat berbeda. Lima gunungan yakni Gunungan Kakung, Gunungan Estri, Gunungan Darat, dan Gunungan Pawuhan akan dibagikan di halaman Kagungan Dalem Masjid Gedhe.

Gunungan Gepak akan dibagikan di Pendhopo Kawedanan Pengulon di utara Masjid Gedhe. Sementara itu, dua Gunungan Kakung masing-masing akan dibagikan di Puro Pakualaman dan Kepatihan. Seperti biasanya, gunungan-gunungan tersebut akan dikawal oleh sepuluh bregada prajurit Keraton Yogyakarta.

2. Numplak Wajik

Prosesi Numplak Wajik. (Foto: MP/Teresa Ika)
Prosesi Numplak Wajik. (Foto: MP/Teresa Ika)

Numplak Wajik diselenggarakan tiga hari sebelum Garebeg Besar yakni Jumat (9/8) pukul 15.30 Wib. Lokasi acara di area Pelataran Kemagangan Keraton Yogyakarta. Inti dari prosesi ini adalah menumpahkan wajik di badan bakal calon gunungan putri. Saat prosesi berlangsung, akan diiringi dengan irama gejog lesung dari Abdi Dalem Keparak.

Baca juga: Gelombang Tinggi Landa Pantai Selatan Yogyakarta, Wisatawan Dilarang Berenang

3. Mubeng Benteng

Warga berebut ambil Nasi Kucing di Mubeng Benteng (MP/Teresa Ika)
Warga berebut ambil Nasi Kucing di Mubeng Benteng (MP/Teresa Ika)

Mubeng Benteng akan berlangsung pada tanggal 31 Agustus 2019. Prosesi ini dilakukan tepat saat pergantian Tahun Baru Jawa 1953 Wawu. Mubeng berarti berjalan memutar dan Beteng artinya Benteng.

Dalam prosesi ini Abdi Dalem Keraton Yogyakarta akan berjalan memutari Keraton Yogyakarta dari luar Benteng di malam hari. Uniknya mereka berjalan tanpa bersuara dan hanya membawa obor sebagai penerang. Kegiatan Mubeng Beteng dimulai pukul 21.00 WIB dari area Kamandungan Lor (Keben).

4. Gladhi Resik Prajurit Garebeg

Keraton Yogyakarta (Sumber: Ist)
Keraton Yogyakarta (Sumber: Ist)

Gladhi Resik ini merupakan simulasi dan latihan terakhir yang dilakukan oleh kesepuluh bregada prajurit sebelum melaksanakan tugas mengawal gunungan. Saat berlatih seluruh jenis prajurit ikut berkumpul dan memeragakan prosesi. Gladhi Resik Prajurit jelang Garebeg Besar telah dilaksanakan pada Minggu (4/8) pukul 15.30 wib.

Seluruh acara prosesi tersebut terbuka untuk umum. Masyarakat dan wisatawan diperkenalkan melihat dan berpartisipasi dalam tiga acara tersebut. Pakailah pakaian yang rapi dan sopan saat hendak menyaksikan rangkaian prosesi adat.

Baca juga: Selain Besek Bambu, Wadah Makan Tradisional ini Juga Ramah Lingkungan

Namun bagi kamu yang tak sempat datang, bisa melihat prosesi ini melalui siaran langsung melalui periscope/Twitter @kratonjogja. Jangan lewatkan moment menarik ini dan segera bersiap diri untuk liburan ke Yogyakarta.

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Kredit : patricia


Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH