3 Alasan Musim Semi Jadi Waktu Terbaik untuk Melancong ke Selandia Baru Banyak keuntungan yang bisa kamu dapat berkunjung ke Selandia Baru saat musim semi (Foto: Pexels/Tyler Lastovich)

KETIKA memilih waktu liburan. Banyak orang mempertimbangkan harga dan keuntungan yang ditawarkan saat shoulder season. Shoulder season merupakan periode peralihan antara masa kunjungan rendah (low season) menuju masa kunjungan ramai (high season).

Dalam periode shoulder season inilah para wisatawan memilih untuk bepergian di waktu anti-mainstream. Karena mereka mendapatkan keuntungan yang lebih banyak berdasarkan beberapa faktor.

Baca juga:

4 Tempat di Selandia Baru Ini Ramai Dikunjungi Pelancong Indonesia saat Kangen Tanah Air

Di Selandia Baru, musim semi merupakan salah satu musim terindah di antara empat musim yang ada. Bunga mulai bermekaran dan angin sejuk yang berhembus membuat perjalanan semakin menyenangkan. Musim ini berlangsung dari bulan September sampai pertengahan November.

Musim semi di Selandia Baru juga termasuk shoulder season. Kamu dapat menikmati kombinasi cuaca yang nyaman. Biaya untuk berlibur lebih kompetitif. Ditambah lagi akses ke berbagai tempat wisata lebih mudah.

Tourism New Zealand merangkum tiga alasan mengapa musim semi jadi waktu tepat untuk melancong ke Selandia Baru.

1. Tempat-tempat yang Tidak Terlalu Ramai

Danau Tekapo (Foto: Istimewa)

Agak sulit untuk berfoto-foto di tempat wisata yang terlalu ramai. Tapi, Selandia Baru tidak dipadati banyak wisatawan ketika musim semi. Pada musim ini kamu dapat menikmati indahnya pemandangan sepanjang danau di Gunung Dobson. Serta warna-warni bunga Lupin yang mekar sempurna.

Meskipun pada musim semi tidak terlalu banyak wisatawan. Tempat-tempat seperti Danau Tekapo tetap menawarkan berbagai kegiatan favorit wisatawan seperti di musim-musim lainnya. Selain itu, kamu juga bisa lebih mudah memilih penginapan ketika musim semi.

2. Berbagai Penawaran Harga yang Menguntungkan

Pengeluaran kamu lebih rendah saat musim semi (Foto: Istimewa)

Mulai dari tiket Kiwi Bus Experience sampai menyewa akomodasi. Harga saat shoulder season akan lebih rendah dibandingkan pada musim liburan. Penawaran harga untuk aktivitas wisata dan kamar hotel di musim semi pun lebih menguntungkan bagi para wisatawan.

Musim ramai wisatawan di Selandia Baru biasanya dimulai di bulan Juni sampai akhir Agustus. Serta pada saat musim panas di bulan Desember sampai Maret. Biasanya pada bulan-bulan tersebut, pengeluaran kamu lebih bengkak dua kali lipat dibandingkan saat berkunjung di musim Semi.

Baca juga:

Serunya Berlibur ke Selandia Baru saat Musim Dingin

3. Nikmati Keajaiban Dua Dunia

Kamu bisa menikmati pemandangan indah selama musim semi (Foto: Istimewa)

Dengan berakhirnya musim dingin di awal bulan September. Kamu masih dapat menikmati pemandangan gunung es dengan cuaca yang lebih bersahabat. Salah satu aktivitas yang dapat dicoba ialah mendaki di Gunung Hutt. Di sini kamu dapat menyaksikan keindahan dua dunia sekaligus gunung bersalju dan pemandian air panas yang populer.

Kamu pun dapat menyusuri Taman Abel Tasman dan melihat langsung berbagai tanaman yang mekar di musim semi. Sembari berendam di pemandian air panas alami yang bisa dipesan lewat Black Sheep Touring Company. Jadi kapan sahabat Merah Putih ada rencana melancong ke Selandia Baru nih? (ikh)

Baca juga:

Rekomendasi Tempat untuk dikunjungi di Selandia Baru Berdasarkan Musim

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH