Walhi Minta Pemerintah Beri Bukti Bukan Omong Kosong

Luhung SaptoLuhung Sapto - Sabtu, 19 September 2015
Walhi Minta Pemerintah Beri Bukti Bukan Omong Kosong

Personil Komando Distrik Militer (Kodim) Kampar menyemprotkan air ke arah tanah gambut yang terbakar di Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (7/8). (Foto Antara/Ronny Muharrman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih, Peristiwa-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak pemerintah bersikap tegas terhadap para pembakar hutan. Ancaman pemerintah yang akan mencabut izin korporasi yang terbukti melakukan pembakaran hutan dinilai hanya omong kosong sebab pernyataan seperti ini sudah sering dilontarkan.

"Kami tidak percaya dengan Pemerintah. Kenapa? Karena ancaman yang sama sudah pernah dilakukan oleh pemrintah kepada kasus sebelum-sebelumnya. Ancaman pencabutan izin perusahaan, dan ancaman lainnya," kata Direktur Eksekutif Walhi, Abet Nego Tarigan dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).

Sekedar informasi, saat ini ada 147 perusahaan yang terindikasi melakukan pembakaran hutan. Namun 147 perusahaan tersebut masih harus diverifikasi lebih jelas oleh PPLH dibantu dengan Polhut dan SPORCS dan PPNS.

Adapun sanksi untuk pembakar hutan dibagi tiga, yakni sanksi ringan dengan ancaman hukuman berupa teguran, sanksi moderat ancaman hukuman pembekuan izin, dan sanksi berat yakni pencabutan izin.

"Tahun lalu ada 24 perusahaan yang terindikasi melakukan pembakaran hutan tapi kemudian lolos. Ini akan terulang, 147 perusahaan itu juga akan lolos karena pemerintah tidak serius dalam mengusut pembakaran hutan," ujarnya.

Ia pun menantang Pemerintahan Jokowi mencabut izin PT Lestari Unggul Makmur (LUM) yang beroperasi di Sungai Tohor kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. PT LUM merupakan perusahaan Hutan Tanaman Industri yang tergabung dalam kelompok perusahaan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Izin PT LUM dikeluarkan pada 31 Mei 2007 berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 217/Menhut-II/2007, dengan total luas areal 10.390 Ha, di Kabupaten Kepulauan Meranti (dahulu masih tergabung dalam Kab. Bengkalis), Provinsi Riau. Pada 2009, PT. LUM mendapatkan izin penebangan hutan alam atau Rencana Karya Tahunan (RKT) berdasarkan Direktur Bina Pengembangan Hutan Tanaman No. 13/BPHT-3/2009, dengan luas 2.832 Ha dengan target tebangan 262.837 m3 kayu alam.

"Yang penting tidak usah banyak omong, yang penting cukup buktikan kinerja yang baik," tandasnya.

Untuk diketahui, Polri tengah menangani 131 perkara kebakaran hutan. Sebanyak 28 perkara masih di tingkat penyelidikan, 79 perkara sudah naik ke tingkat penyidikan, dan 24 perkara sudah dinyatakan rampung alias P21. Dari 131 perkara tersebut sudah ditetapkan 126 tersangka.

Polri juga menduga ada puluhan korporasi yang terlibat dalam pembakaran hutan ini. Dari 126 tersangka baru tiga perkara yang sudah jelas tersangkanya adalah korporasi, yakni PT Bumi Mekar Hijau (BMH), PT Tempirai Palm Reaources (TPR), dan PT Waimudi Agro Indah (WAI). Perkara yang melibatkan tiga korporasi ini ditangani oleh Badan Resersi Kriminal di wilayah Sumatera Selatan. (rfd)

Baca Juga: 

  1. Senator Ini Minta Hukuman Pembakar Hutan Diperberat
  2. APHI Tepis Tudingan Anggota Sengaja Bakar Hutan
  3. Kemenhut LH Minta Bantuan BIN Tangkap Pembakar Hutan
  4. Akibat Kebakaran Hutan, Negara Rugi Rp20 Triliun Lebih
  5. Investor Asing Dituding Berada di Balik Kebakaran Hutan

 

#Kabut Asap #Direktur Eksekutif Walhi, Abet Nego Tarigan #Kebakaran Hutan #Walhi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ratusan Hektar Gambut di 6 Provinsi Masih Terbakar, Pesawat Kapasitas Water Bombing Besar Disiapkan
Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pemadaman lahan yang masih terbakar, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan operasi udara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ratusan Hektar Gambut di 6 Provinsi Masih Terbakar, Pesawat Kapasitas Water Bombing Besar Disiapkan
Indonesia
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Sejak Agustus 2026, sebanyak 64 pesawat telah dilibatkan dalam operasi pemadaman melalui metode water bombing.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Indonesia
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Penutupan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan yang masih cukup rawan.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Indonesia
Kapolri Diperintah All Out Tindak Perusahaan Pelaku Karhutla, Pencabutan Izin Tidak Bikin Jera
"Saya minta tidak usah lagi ada macam-macam, kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Kapolri Diperintah All Out Tindak Perusahaan Pelaku Karhutla, Pencabutan Izin Tidak Bikin Jera
Indonesia
Prabowo Janji Beri Sanksi Tambahan ke Perusahaan Penyebab Karhutla
Presiden juga memerintahkan pimpinan-pimpinan daerah segera mencabut peraturan daerah yang membuka ruang adanya pembakaran hutan dan lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Janji Beri Sanksi Tambahan ke Perusahaan Penyebab Karhutla
Indonesia
Gajah Sumatra di Ambang Kepunahan, Kebakaran Hutan Ancam Habitat dan Sumber Makanan
Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah Sumatra semakin mengancam keberlangsungan hidup gajah Sumatra.
Yusuf Abdillah - Rabu, 16 September 2026
Gajah Sumatra di Ambang Kepunahan, Kebakaran Hutan Ancam Habitat dan Sumber Makanan
Indonesia
Karhutla Masih Belum Dijinakkan, Kesehatan Warga Makin Buruk
Keterpaparan kabut asap berbulan-bulan yang dialami warga bukan sekadar masalah kenyamanan biasa, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan jiwa
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Karhutla Masih Belum Dijinakkan, Kesehatan Warga Makin Buruk
Indonesia
Jarak Pandang Terbatas Akibat Asap Pekat Karhutla, 73 Penerbangan dari Kalber Tertunda
Otoritas bandara menyebut keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keputusan operasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Jarak Pandang Terbatas Akibat Asap Pekat Karhutla, 73 Penerbangan dari Kalber Tertunda
Indonesia
215.424 Kepala Keluarga Terdampak Kekeringan dan Gunung Ciremai di Jabar Terbakar
Meski tidak ada korban jiwa, BPBD Jabar mendesak pemenuhan kebutuhan tambahan personel, peralatan pemadam karhutla, serta dukungan logistik di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
215.424 Kepala Keluarga Terdampak Kekeringan dan Gunung Ciremai di Jabar Terbakar
Indonesia
180 Personel Militer dan Heli CH-47 Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Helikopter tersebut juga merupakan salah satu bantuan yang dikirim pemerintah Jepang kepada pemerintah Indonesia untuk menangani karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
180 Personel Militer dan Heli CH-47 Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Bagikan