Vaksin Palsu, Orang Tua Korban Menuntut Tidak Hanya Divaksin Ulang Orang tua korban vaksin palsu saat mengadukan nasib anak mereka ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). (Foto: MerahPutih/Muchammad Yani)

MerahPutih Nasional- Sejumlah orang tua korban vaksin palsu menumpahkan amarah saat mengadukan nasib buah hati mereka ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Desi (40) salah satu orang tua korban mengungkapkan kekesalannya terhadap Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur. Pasalnya, pihak rumah sakit dianggap lepas tanggung jawab soal kasus vaksin palsu tersebut.

"Sampai sekarang pihak rumah sakit enggak ada yang mengakui pimpinannya siapa. Kami banyak sekali dibohongi oleh rumah sakit dengan berbagai statemen," ucapnya di Sekretariat Komnas PA, TB Simatupang, Jakarta Timur, Senin (25/7).

Menurutnya bentuk tanggung jawab atas apa yang telah diberikan kepada anaknya bukan hanya sekedar vaksin ulang, ditegaskannya harus ada jaminan yang jelas bila suatu saat terdapat dampak negatif yang terjadi pada anaknya dan anak orang tua korban lainnya.

"Kekhawatiran kami itu bukan hanya vaksim ulang, saya yakin orang yang melakukan vaksin di Harapan Bunda bukan karena kami enggak punya uang, kalau enggak ke puskesmas. Mau itu ngutang atau kredit card kami ingin yang terbaik untuk anak kami," ujarnya.

Desi pun berharap kedatangannya bersama orang tua korban vaksin palsu lain ke Komnas PA bisa membuahkan hasil. "Kenapa kami marah? kami marah tapi tidak anarkis. Kita rela tinggalkan anak di rumah datang ke sini, kami berharap enggak omong doang," imbuh Desi.(Yni)

BACA JUGA:

  1. Tetap Semangat, Orang Tua Korban Vaksin Palsu Mengadu Ke Komnas PA
  2. Kejaksaan Agung Belum Terima Berkas Tersangka Vaksin Palsu
  3. Tragedi Vaksin Palsu: Ada Apa dengan RS Harapan Bunda?
  4. RS Harapan Bunda, Soeharto: Terlalu Menyepelekan Masalah Vaksin Palsu
  5. Orang Tua Anak Pasien Vaksin Palsu Sebut Pihak RS Harapan Bunda Bingung


Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE