Tarian Nusantara dan Kontemporer Ramaikan BWCF 2015

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 14 November 2015
Tarian Nusantara dan Kontemporer Ramaikan BWCF 2015

Sejumlah seniman pada gelaran Borobudur Writers & Culture Festival (BWCF) 2015 di panggung terbuka komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Jumat (13/11). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Budaya - Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) 2015 menyuguhkan tiga tarian nusantara dan kontemporer. Ketiga tarian tersebut berasal dari Banyuwangi dan Magelang. Sementara satu tarian kontemporer persembahan Komunitas Lima Gunung.

Tarian bertajuk "Problematika Alam, Insan, Zaman" dari Komunitas Lima Gunung membuka rangkaian kegiatan BWCF hari kedua pada pukul 08.00 WIB di Hotel Manohara, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (13/11).

Corak warna para penari menggunakan pakaian serba putih. Sementara fitur tariannya beragam, mulai dari ayam beserta kandangnya, api, serta motor gede. Aksi berdurasi setengah jam itu dilatari musik instrumen asli.

Usai tarian asuhan Sutanto Mendut tersebut, gelaran dilanjutkan seminar bertema "Gunung dan Mitologi". Seminar menghadirkan pakar geologi dan pakar arkeologi, yakni I Made Geria, Indyo Pratomo, dan Sugeng Riyanto. Seminar ditutup sekira pukul 12.30 WIB.

Tak lama kemudian, sekira pukul 14.00 WIB, seluruh peserta BWCF 2015 dibawa ke Desa Krandegan, salah satu desa di kaki Gunung Sumbing. Di desa dengan ketinggian 1.400 dari permukaan laut tersebut, para peserta disuguhkan tarian sambutan khas Desa Krandegan, Magelang, Jawa Tengah. Dua wanita penari, dengan pakaian khas daerahnya, menari lembut dan tenang.

Tarian itu dilanjutkan dengan tarian Banyuwangi. Para seniman yang khusus datang dari Banyuwangi menyuguhkan tarian Jejer Gandrung Kreasi. Tarian dilatari instrumen khas musik Banyuwangi. Sebanyak enam wanita penari menjadi tontonan yang cukup menggairahkan suasana. Di sela-sela tarian, para penari mengajak para peserta BWCF 2015 menari di tengah panggung.

Selanjutnya, tiga penyair Joko Pinurbo, Eka Budianta, dan Gunawan Maryanto membacakan karya-karya puisinya. Di penghujung acara tersaji pentas musik dari dua kelompok musik. Seluruh peserta BWCF akhirnya meninggalkan desa yang membutuhkan waktu perjalanan satu jam dari Borobudur. Seluruh peserta kembali ke tempat penginapan, kawasan wisata Borobudur, sekira pukul 23.00 WIB. (fre)

 

Baca Juga:

 

  1. Peneliti: Gunung Berapi Pengaruhi Kebudayaan Tanah Air
  2. BWCF 2015 Usung Tema Gunung Berapi
  3. Kegelisahan Penari Yogyakarta Lahirkan Sanggar Seni Kinanthi
  4. Biennale Jogja XIII 2015, Pertemuan Seniman dari Dua Benua
  5. Perpaduan Karya Seni Kontemporer dan Fashion
#Magelang #Yogyakarta #Pagelaran Seni #Seni Tari
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Indonesia
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk mewaspadai ancaman perubahan cuaca mendadak dalam beberapa hari ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Bagikan